Senin, 22 November 2010

Pembukaan UDG Tingkat Kabupaten Poso Digelar



Toini, (Poso Pesisir) - Seperti halnya bagi umat Muslim dan Kristiani, umat muslim biasanya menggelar STQ dan MTQ baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional, dan umat kristiani menggelar Pesparawi ditingkatkan yang sama. Demikian juga bagi umat Hindu, tepatnya pada tanggal 20 November 2010 menggelar Utsawa Dharma Gita (UDG) ke-IV tingkat kabupaten Poso, yang dipusatkan di Pura Agung Jagad Natha Stana Narayana desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir.
Utsawa Dharma Gita atau yang dikenal sebagai nyanyian suci keagamaan Hindu yang telah berlangsung sejak 20 hingga 21 November 2010, dibuka langsung Staf Ahli Bupati Poso Drs Yoksan Lakukua mewakili Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM, Minggu (21/11).
Berbagai kegiatan yang digelar seperti lomba Pembacaan Mantra/Sloka, Pembacaan Phalawakya, Dharma Wacana, dan lomba Dharma Widya atau yang lebih dikenal dengan Cerdas Cermat. Untuk peserta pada kegiatan ini diikuti dari PHDI kecamatan/desa sekecamatan Poso Pesisir Utara dan PHDI Kecamatan Poso Pesisir Selatan, sedangkan pada Lomba Utsawa Pembacaan Mantra/Sloka, Pembacaan Phalawakya, dan Dharma Wacana diikuti dari pasangan peserta remaja putra dan putri dari rayon sekabupaten Poso, juga pada Dharma Widya atau Cerdas Cermat diikuti dari tingkat SD, SMP, dan SMA.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana UDG Kabupaten Poso, I Ketut Yuda SPd, kegiatan ini merupakan program kerja LPDG Kabupaten Poso melalui hasil keputusan rapat LPDG dan PHDI Kabupaten Poso beserta PHDI kecamatan dan desa sekabupaten Poso pada tanggal 7 November 2010 di Pura Agung Jagad Stana Narayana Kabupaten Poso di desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir. “Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan dalam membaca kitab suci Weda dan kidung-kidung keagamaan, serta merintis kader-kader pendharma wacana,” ungkapnya.
Kegiatan yang mengangkat tema “Melalui Utsawa Dharma Gita IV Tingkat Kabupaten Poso Kita Tingkatkan Pemahaman, Penghayatan, dan Pengamalan Ajaran Suci Weda,” adalah merupakan kandungan nilai-nilai ajaran agama yang sangat tinggi untuk memberikan tuntunan pemahaman terhadap ajaran agama Hindu mulai dari aspek tatwa, susila maupun upacara. “Ini agar bagaimana kita tetap menjaga kerukunan antar umat beragama dengan cara berpikir yang baik melalui perkataan atau ucapan sehingga menjadi panutan kepada orang banyak,” jelas Ketua LPDG Kabupaten Poso, Ir Sikade Sutania, saat pembukaan UDG di Pura Agung Toini dalam keterangan releasenya.
Ditambahkan Ir Sikade Sutania, bahwa pelaksanaan UDG yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali untuk tingkat kabupaten tepatnya di Poso, nantinya hasil dari lomba ini akan dibawa pada tingkat propinsi pada bulan Desember 2010. “Dan untuk tingkat nasional nantinya akan digelar pada Juli 2011 mendatang tepatnya di Denpasar Bali,” kata Sikade Sutania yang menurutnya baru pertama kalinya pelaksanaan Utsawa Dharma Gita tingkat Kabupaten Poso digelar di Pura Agung Toini, Kecamatan Poso Pesisir.
Olehnya melalui kesempatan itu juga seluruh panitia pelaksana UDG kabupaten Poso mengharapkan kepada Pemerintah Daerah agar menjadi perhatian penuh atas terselenggaranya kegiatan-kegiatan seperti ini. “Mudahan-mudahan Pemerintah Daerah dapat memberikan kontribusinya melalui bantuan baik dari segi material dan spiritual kepada umat Hindu,” tambah Ketua PHDI Kabupaten Poso.
Sementara Bupati Poso melalui Staf Ahlinya Drs Yoksan Lakukua mengatakan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan seperti ini, karena selain untuk mencari bakat maupun pencarian prestasi yang terbaik juga merupakan cerminan untuk kita dalam mengagungkan/memuji nama tuhan. “Ini merupakan motivasi dan keterpanggilan saudara-saudara dalam mengembangkan bagian dari misi pelayanan umat Hindu secara keseluruhan terdapat masyarakat dari berbagai kalangan umat beragama,” terangnya.
Untuk itu melalui kegiatan ini marilah kita bersama-sama membangun kehidupan ini dalam suasana keagamaan yang lebih erat. “Peliharalah Bumi Sintuwu Maroso menuju kehidupan yang lebih baik, melalui suasana yang aman, damai dan penuh persaudaraan antara satu dengan yang lainnya,” ajak Bupati Poso dalam sambutan pembukaan Utsawa Dharma Gita tingkat Kabupaten Poso yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Staf Ahli Drs Yoksan Lakukua, Minggu (21/11). /*octo

Senin, 08 November 2010

Diklat Prajabatan Golongan III Dimulakan di Poso



Kasiguncu, (Poso Pesisir) - Sebanyak 100 orang peserta CPNS dari berbagai instansi mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) prajabatan golongan III di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir.
Peserta diklat gelombang kedua bagi CPNS di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Poso terbagi dua angkatan yaitu angkatan III dan IV untuk mengikuti masa pelatihan kurang lebih selama tiga minggu di SKB.
Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs Amdjad Lawasa mengatakan, suatu keharusan bagi seorang CPNS untuk mengikuti diklat prajabatan ini untuk menapaki jenjang seseorang jika nantinya diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS). “Kepada saudara-saudara hendaknya bersyukur, karena dari sekian banyak orang yang ingin menjadi pegawai negeri hanya kalian yang terpilih,” saran Sekab Poso kepada para peserta diklat prajabatan.
Ditambahkan Sekab, agar kegiatan ini (diklat) lebih dimanfaatkan sebaik-baiknya dan disertai dengan rasa tanggungjawab yang tinggi sebagai seorang pengabdi bangsa dalam melaksanakan tugas secara profesional. “Seorang aparatur pemerintah selalu diarahkan pada peningkatan kualitas, bukan kuantitas belaka yang hanya berpenampilan PNS tetapi tidak mampu berbuat apa-apa,” singgung Sekab Amdjad Lawasa mengutip sambutan Bupati Poso saat membuka diklat prajabatan golongan III, gelombang II, angkatan III dan IV, di Gedung SKB Poso, Senin (8/9).
Masih dikatakannya, saat ini perlunya pembinaan kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan melalui konsekuen sumpah/janji bagi seorang pegawai negeri sipil, agar berbagai aturan serta ketentuan yang diatur bagi seorang PNS dapat dipatuhi sepenuhnya sebagaimana tugas dan tanggungjawabnya. “Kedepan jadilah seorang pegawai negeri sipil yang patuh, taat didalam bidang dan tugasnya masing-masing,” harap Sekab yang diakhir kegiatan (diklat) ditandai dengan penyematan tanda peserta prajabatan secara simbolis kepada dua orang peserta diklat. /*octo

Kamis, 04 November 2010

Bupati Piet Pimpin Rakor dan Evaluasi Bersama Seluruh Pimpinan SKPD


Poso Kota – Rapat koordinasi dan evaluasi bersama seluruh pimpinan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) Kabupaten Poso yang membahas tentang kinerja para pegawai negeri baik di jenjang pimpinan/atasan maupun bawahan disetiap unit kerja berlangsung di ruang Pogombo Kantor Bupati Poso.
Rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin langsung Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM bersama Wakil Bupati Poso Ir T Samsuri turut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Poso Drs Lambang Bamonturu dan Asisten Administrasi Umum Setdakab Poso Drs Sinsigus Songgo.
Dikatakannya Bupati dalam rapat tersebut, bahwa perlu adanya peningkatan kinerja terhadap setiap SKPD, sehingga perubahan dari tahun ke tahun bisa menghasilkan kinerja yang maksimal. “Banyak pejabat/pimpinan yang melakukan perjalanan dinas tanpa melaporkan hasil kegiatan mereka kepada saya (Bupati),” sorot Bupati kepada sejumlah pimpinan kerja.
Untuk itu upaya untuk menciptakan kerjasama yang baik antara pimpinan dalam hal ini Bupati sebagai pejabat daerah terhadap setiap pimpinan SKPD, perlunya koordinasi maupun peningkatan kinerja bagi seorang pimpinan melalui loyalitas dan tanggungjawab. Sehingga apa yang kita harapkan kedepan bisa berjalan baik dan lancar dalam menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih, yang mana kita tidak akan mendapat catatan ataupun presepsi buruk di mata masyarakat. “Ikuti aturan dan ketentuan sebagaimana yang ada dalam undang-undang pegawai negeri sipil. Jabatan itu hanya kita duduki pada posisi sementara, tunjukan kinerja kita yang baik kepada masyarakat,” harap Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM.
Bupati juga menekankan kedepan dalam pola rekrument pegawai negeri sipil agar lebih selektif dalam menentukan pencalonan seseorang jika nantinya terangkat sebagai PNS. “Kita tahu bersama banyak status pegawai negeri sipil yang sebelumnya berlatar belakang yang berbeda. Ini perlu kita pahami dan pelajari,” seru Bupati Piet Inkiriwang.
Olehnya kata bupati, kita juga perlu mensosialisasikan undang-undang maupun aturan tentang kepegawaian yang ada sesuai petunjuk Menpan. “Kita harus tahu bagaimana posisi seorang PNS dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” tutup Bupati saat memimpin rapat bersama pimpinan SKPD, di ruang Pogombo, Kamis (4/11). /*octo

Sabtu, 02 Oktober 2010

Bupati Poso Minta Database Honorer Yang Ril


Kasintuwu, (Poso Kota Utara) – Rapat SKPD bersama para Camat dipimpin langsung Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang,MM didampingi Wakil Bupati Poso Ir T.Syamsuri,MSi, Sekab Poso Drs Amdjad Lawasa,MM, Inspektur Poso Anthony H.Tadjongga,BSC,S.Sos, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Lambang Bamonturu, Asisten Administrasi Umum Drs Sinsigus Songgo serta Kepala BKD Poso Drs Jeferson Gaibu, berlangsung di Torulemba Rujab Poso, Sabtu (2/10).
Rapat tersebut membicarakan hasil akhir evaluasi data base Tenaga Honorer Daerah Kabupaten Poso yang telah diumumkan beberapa hari yang lalu kepada masyarakat luas yang banyak mendapat sorotan.
Olehnya itu Bupati dalam arahannya menekankan kepada seluruh kepala SKPD dan para camat agar memberikan data honorer yang sebenarnya sesuai dengan SK honorer yang ril dan asli bukan hasil rekayasa, peniruan tanda tangan, perubahan spum gaji dan sebagainya.
Lanjut dikatakannya, tenaga honorer yang belum terakomodir dalam pengumuman beberapa waktu yang lalu agar betul-betul diteliti, karena banyaknya laporan yang mengatakan masih ada tenaga honorer yang telah mengabdi selama puluhan tahun tapi belum tercantum namanya dalam pengumuman data base tersebut.
Bupati juga dalam kesempatan tersebut memberikan evaluasi terhadap kinerja para kepala SKPD dan para Camat yang dinilai masih kurang disiplin dan tanggungjawab selaku pimpinan SKPD Sehingga melalui kesempatan tersebut bupati mengingatkan agar para pimpinan tersebut membenahi diri menghadapi tantangan pekerjaan membangun kabupaten Poso yang lebih maju lagi.
Wabup Poso Ir T.Syamsuri selaku ketua verifikasi data base yang dibentuk oleh bupati Poso menjelaskan, bahwa data yang telah diverifikasi sebelumnya harus benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Wabup juga mengatakan hasil verifikasi data base tingkat kabupaten masih diseleksi di pusat, olehnya sesuai harapan pimpinan daerah agar kepala SKPD dan para camat perlu kehati-hatian dalam memberikan keterangan tertulis sekaitan dengan tenaga honorer karena akan mempersulit diri sendiri nantinya.
Inspektur Poso Anthony H.Tadjongga,BSc,S.Sos menambahkan agar setiap permasalahan yang ada terutama pada database meminta agar jangan melempar tanggungjawab kepada pimpinan, sehingga dapat menjerumuskan pimpinan kedalam hal-hal yang kurang bagus.
Rapat yang berlangsung kurang lebih lima jam tersebut dihadiri seluruh Kepala SKPD dan para Camat serta UPTD Pendidikan se Kabupaten Poso. /*rus-oct

Selasa, 28 September 2010

Pemda Poso dan Kodim 1307 Lakukan Penanaman Perdana Padi Organik di Poso Pesisir



Kasiguncu, (Poso Pesisir) - Dalam meningkatkan kesejahteraan dan menumbuh kembangkan perekonomian rakyat perlu adanya faktor pendorong, salah satunya peningkatan kebutuhan pertanian melalui aspek pangan. Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia paling utama dalam komponen dasar untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.
Olehnya, Selasa (28/9), Kodim 1703 Poso selaku komando kewilayahan bekerjasama dengan pemerintah daerah melaksanakan penanaman perdana padi organik ratu biogen, di Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir. Penanaman padi organik yang ditanam di luas areal lahan kurang lebih 90 hektar ini, dilakukan secara simbolis oleh Bupati Poso bersama seluruh FKPD dan kelompok tani yang berada diwilayah Kasiguncu.
Komandan Kodim 1307 Poso Letkol Infantri Bobby Prabowo mengatakan, berkaitan dengan program ini, Kodim 1307 Poso sebagai komando kewilayahan dan sekaligus sebagai komponen bangsa berusaha mewujudkan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Poso, salah satu sasarannya adalah melakukan penanaman padi organik jenis bestari dengan menggunakan pupuk ratu biogen. “Upaya realistis ini harus segera dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan dengan cara pertanian harus terus tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.
Dikatakannya, sebagai daerah agraris kabupaten Poso memiliki banyak jumlah penduduk miskin sekaligus diperhadapkan dengan dua masalah, yaitu ketahanan pangan wilayah dan ketahanan pangan rumah tangga. Ketahanan pangan di wilayah digambarkan dari aspek produksi, sedangkan aspek ketahanan pangan rumah tangga diwujudkan oleh kemampuan penduduknya mengakses dan mengonsumsi makanan sesuai syarat gizi untuk mencapai derajat hidup sehat. “Kami mencoba mengembangkan penanaman padi organik jenis bestari untuk mendukung ketahanan pangan,” terang Dandim.
Untuk itu produksi benih dalam pengembangan padi jenis bestari ini memegang peranan penting dan strategis. “Padi jenis bestari dari aspek genetic memiliki potensi hasil yang lebih tinggi, tetapi sistim dan teknologinya berbeda dengan varietas unggulan biasa,” tutup Dandim Bobby Prabowo yang juga selaku penanggung jawab penanaman perdana padi organik ratu biogen di wilayah Kodim 1307 Poso.
Sehubungan dengan hal program penanaman padi organik, Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang,MM dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Poso terus berupaya dan mendukung apa yang menjadi keinginan masyarakat Poso, terlebih masyarakat dalam mengelola perekonomiannya di sektor pertanian. “Langkah ini sudah merupakan program pemerintah daerah kedepan melalui 3 ikon yaitu di sektor pertanian, peternakan dan perkebunan, koperasi, dan disektor pariwisata,” jelas Bupati Piet Inkiriwang
Ketiga sektor menurut bupati adalah pengembangan dunia pertanian, peternakan dan perkebunan, pengembangan koperasi usaha kecil seperti kios dan bengkel, dan pengembangan pariwisata seperti obyek-obyek wisata yang ada di kabupaten Poso. “Kesemuanya ini juga sudah termasuk pada program pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan perekonomi dan peningkatan di bidang pendidikan,” tegasnya.
“Marilah kita bangun bersama-sama daerah kita kearah yang lebih baik dan maju melalui tiga ikon pemerintah daerah. Jadikan Kabupaten Poso sebagai ikon Pertanian, Koperasi, dan Pariwisata,” ajak Bupati Poso saat melakukan penanaman perdana padi organik secara simbolis bersama seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Poso dan masyarakat kelompok Tani, di Kasiguncu, Selasa (28/9).
Kegiatan ini dihadiri FKPD Poso, para pejabat Pemda Poso terkait bersama para camat, serta para kelompok tani dan unsur TNI. /*octo

Sabtu, 25 September 2010

KKSS Poso Gelar Halal Bi Halal


Gebangrejo, (Poso Kota) - Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Poso menggelar halal bi halal bertempat di Aula Kantor Bapeda Poso, Sabtu 25 September 2010. Pada kegiatan yang diselenggarakan setiap tahunnya, KKSS kali ini mengambil tema halal bi halal "Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Antar Umat Beragama di Bumi Sintuwu Maroso".
Drs H Hilal Malarangeng,M.Hi dalam ceramahnya menyampaikan, bahwa perlu adanya interaksi sosial antara kita sesama umat beragama khususnya bagi kaum muslimin, sehingga apa yang menjadi tujuan kita dalam mempererat tali silaturahmi mampu tertanam dalam diri kita. "Seringkali manusia memaafkan seseorang yang bersalah, terkadang hanya memaafkan dengan sepintas. Tidak memaafkan dengan sepenuhnya," ungkap Hilal Malarangeng.
Olehnya dalam menanamkan rasa kesatuan dan persaudaraan antara sesama umat manusia, diperlukan norma keagamaan yang bisa mempererat rasa persaudaraan yang tinggi. "Kita tidak mungkin bisa tentram apabila tidak diayomi/dilandasi dengan aturan-aturan dan ditunjang dengan nilai-nilai agama, budaya, adat," jelasnya.
Untuk itu marilah kita maknai sedalam-dalamnya, makna halal bi halal dengan saling bergandengan tangan antara masyarakat/etnis satu dengan lainnya. "Maknailah sesuatu hal itu menjadi suatu yang positif bagi diri kita," ajak Ustad Hilal Malarangeng yang juga Dosen STAIN Datokarama Palu.
Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Poso Drs Lambang Bamonturu mewakili Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang,MM mengatakan dalam sambutan tertulisnya bahwa, halal bi halal yang merupakan rangkaian dari pada idul fitri dan bulan suci ramadhan yang lalu adalah salah satu moment silaturahmi untuk mempererat rasa persaudaraan, baik sesama kaum muslimin maupun dengan seluruh lapisan masyarakat. "Jadikanlah halal bi halal ini sebagai pilar persatuan dan kesatuan diantara kita semua dalam menghadapi hidup dan kehidupan yang penuh dengan berbagai tantangan saat ini," seru Bupati.
Meskipun kita telah selesai melakukan ibadah puasa yang mana ini merupakan suatu pendidikan dan latihan, baik fisik, mental maupun spitual yang dilakukan dengan penuh kesungguhan dan penuh kesabaran, tetapi semua itu bertujuan untuk meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. "Mudah-mudahan dari ibadah puasa serta ibadah lainnya akan lahir dan tercipta manusia-manusia yang berakhlak, jujur, sabar, penuh rasa kesetiakawanan dan memiliki rasa sosial yang tinggi serta selalu hidup berdampingan secara rukun dan damai tanpa memandang latar belakang kehidupan agama yang berbeda-beda," harap Bupati Piet Inkiriwang.
Disamping itu juga Kisman Lantang,SE,M.Si selaku Ketua Badan Pengurus Daerah KKSS Kabupaten Poso menghimbau, kepada seluruh pengurus KKSS yang ada di Kabupaten Poso agar KKSS yang terdiri dari beberapa kalangan, baik dari kalangan PNS, BUMN, Swasta maupun pekerja lainnya tetap menjaga keutuhan melalui kebersamaan dengan berbagai etnis lainnya terkhusus bagi sesama KKSS. Begitu juga dengan KKSS dan pemerintah daerah, yang mana kita sebagai organisasi kemasyarakatan agar tetap menjalin hubungan kerjasama dan selalu mendukung apa yang menjadi program-program pemerintah kedepan, yaitu membawa daerah kabupaten Poso ke arah yang lebih baik. "Kedepan KKSS bisa menjadikan organisasi yang patut diteladani bagi orang lain yang bisa menciptakan suasana kondisi yang kondusif," tutup Kisman Lantang. /*octo

Jumat, 24 September 2010

Wabup Resmikan Kantor Kas BRI Pemda Poso



Gebangrejo, (Poso Kota) - Kehadiran PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero dalam meningkatkan pelayanannya terhadap nasabah terus dipacu, terbukti dengan diresmikan kantor kas PT BRI (Persero) Tbk. Pemda Poso yang tak lain untuk memudahkan masyarakat utamanya para pegawai negeri sipil dalam pengurusan administrasi keuangan. “Kami juga membuka pelayanan bagi masyarakat luar dalam sistim penarikan maupun penyimpanan uang seperti halnya yang terdapat di kantor BRI Unit lainnya,” jelas Pimpinan Cabang BRI Poso Raden Didi Setiawan,SE
Kantor kas BRI Pemda Poso yang berlokasi tepat di areal kantor Bupati Poso, Jalan Pulau Sumba No 1 adalah sebagai bentuk kerjasama yang baik antara PT BRI Persero dengan Pemerintah Poso. “Ini merupakan bentuk kerjasama yang baik seiring dengan program pemerintah yang terus digalakan yaitu peningkatan ekonomi kerakyatan,” ungkap Wabup Poso Ir T.Samsuri.
Wakil Bupati Ir T.Samsuri juga mengatakan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran PT BRI Cabang Poso yang telah memberikan perhatian yang cukup besar bagi pengguna jasa kantor kas BRI, khususnya para pegawai negeri sipil yang ada di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Poso. “Ini bisa membawa nuansa yang sangat baik khususnya peningkatan pengguna jasa PT BRI Cabang Poso dalam memberikan pelayanan yang cepat dan efektif kepada PNS maupun masyarakat luas yang ada di wilayah ini,” tutur Wabup saat meresmikan kantor kas Pemda Poso, Jum’at (24/9).
Mengingat bahwa ditahun 2010 telah dilakukan kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Poso dengan PT BRI Cabang Poso dengan sistim penarikan gaji PNS secara online di lingkungan Pemda khususnya di sekretariat daerah, Wabup berharap agar setelah dibukanya kantor kas BRI di halaman kantor bupati ini akan lebih menambah jasa pengguna kantor kas dengan keharusan PNS baik di kantor, dinas, dan badan dilingkungan pemerintah daerah kabupaten Poso untuk memiliki dan menggunakan jasa kantor kas BRI dalam pengambilan gaji tiap bulannya.
“Jangan meragukan pelayanan BRI, karena kita sudah menggunakan mesin yang canggih. Kami juga telah menerapkan sistim pelayanan yang cukup professional dan cepat, yakni pelayanan sistim online,” tutup Raden Didi Setiawan.
Acara peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita dan pembukaan rekening perdana di kantor kas Pemda Poso oleh Wakil Bupati Ir T.Samsuri, dihadiri Dandim 1307 Letkol Bobby Prabowo, Ketua MUI Lilis Sumarli, para PNS di lingkup Pemda Poso, serta karyawan dan karyawati BRI Cabang Poso. /*octo