Selasa, 07 Desember 2010

Pemuda Klasis Poso Kota dan DPD KNPI Kabupaten Poso Gelar Ibadah Natal Bersama



Gebangrejo, (Poso Kota) – Dalam rangka menyongsong natal tahun 2010 dan tahun baru 2011, pemuda klasis Poso Kota bersama KNPI Kabupaten Poso dan Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) jemaat Eklesia menggelar ibadah natal bersama di Gereja Eklesia, Kelurahan Gebangrejo, Kecamatan Poso Kota.
Pelaksanaan ibadah natal bersama yang tak lain bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antara sesama penganut kristiani dalam merajut kebersamaan, juga sebagai peringatan dimana lahirnya Isa Almasih putra Maryam. “Sebagai pengikut Tuhan kita harus mampu menjalin persaudaraan dengan kebersamaan,” kata Anthony H.Tadjongga.
Kepala Inspektorat Poso Anthony H Tadjongga,BSc,S.Sos mengatakan, walaupun pelaksanaan natal kali ini sangat sederhana, namun bisa membawa arti dan makna yang sangat penting, yang tidak akan terukur nilainya. “Jangan jadikan natal ini sebagai simbol, tetapi dapat membawa perubahan dan pembaharuan dalam kehidupan,” jelas Kepala Inspektorat dalam sambutannya saat mewakili Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM pada perayaan ibadah natal bersama Pemuda Klasis Poso Kota dengan DPD KNPI Kabupaten Poso, di gereja Eklesia, (6/12).
Masih dikatakannya, perayaan natal melalui ibadah bersama hendaknya lebih memaknai apa yang menjadi ajaran dan panutan baik dalam diri kita, keluarga, jemaat dan masyarakat. “Percuma setiap tahunnya kita memperingati natal tapi kita tidak bisa menyatukan hati. Siapapun yang hidup di dunia ini adalah makhluk ciptaan tuhan,” ingatnya kepada para jemaat.
Olehnya dalam membangun kebersamaan dan menciptakan suasana yang harmonis antara sesama jemaat maupun pemuda gereja, perlunya dukungan ataupun peran dari pemuda-pemuda gereja yang bisa diandalkan demi membangun daerah ini utamanya dalam kehidupan kerohaniaan. “Mari kita wujudkan pemuda klasis yang lebih baik dan handal dalam menuju kearah yang lebih baik,” ajak Ketua DPD KNPI Kabupaten Poso Ruddy R.Rompas SH.
Hubungan antara pemuda klasis dan KNPI Kabupaten Poso, kata Ruddy R.Rompas adalah hal yang perlu jalin, sebab peran pemuda klasis dan KNPI Poso yang juga sebagai motor pembawa pembaruan, merupakan sebuah modal yang paling penting dimiliki pemuda untuk mampu muncul sebagai pemimpin di lingkungan dimana ia berada, baik dibidang kerohanian, di lingkungan keluarga, maupun ditengah-tengah masyarakat. “Pemuda adalah sebagai ujung tombak masa depan bangsa dan negara,” ungkap Ruddy R.Rompas SH yang juga sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja saat menyampaikan sambutannya pada perayaan ibadah natal bersama di gereja Eklesia, Kelurahan Gebangrejo, Senin (6/12).
Disamping itu dalam menjalin hubungan keakraban antara sesama umat manusia dalam berkehidupan yang berjiwa sosial adalah hal yang terpenting, sebab manusia saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. “Yang diharapkan disini adalah perlunya peran dan eksistensi para pemuda gereja melalui pikiran-pikiran kreatif, inovatif, dan dinamis,” tambah Ketua Pemuda Klasis Poso Kota Pdt Desmun Kantjai,STh. /*octo

Minggu, 05 Desember 2010

Wabup Tutup Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup 2010






Kasintuwu, (Poso Kota Utara) - Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup 2010 dalam memperubutkan piala bergilir Bupati Poso yang berlangsung sejak tanggal 24 Nopember hingga 4 Desember 2010, resmi ditutup Wakil Bupati Poso Ir T.Samsuri MSi.
Kegiatan yang dilangsungkan di Gedung Olahraga (GOR) Puselemba, Keluruhan Kasintuwu, memperlombakan 5 kelas kejuaraan bulutangkis. Diantaranya, kelompok putri 15 tahun kebawah diikuti 6 pasang, kelompok putra 15 tahun 12 pasang, ganda putri umum 11 pasang, ganda putra A diikuti 12 pasang, dan kelompok ganda putra B diikuti 29 pasang.
Pada partai final yang diikuti 5 kelas ini telah mempertemukan antara pasangan ganda kelas putra A, Hi Link/Pitu melawan Heru/Yunus yang dimenangkan pasangan Hi Link – Pitu dengan skor 21 – 17, 21 – 12. Ganda putra kelas B antara pasangan Gustam/Ansar melawan Kandar/Rudi yang berakhir dengan long set dan dimenangkan pasangan Gustam/Ansar dengan skor 18 – 21, 21 – 12, 29 – 27.
Sementara dikelas ganda putri yang mempertemukan antara pasangan Jana/Mita dan Ririn/Sithy dimenangkan pasangan Ririn/Sithy dengan skor 16 – 21, 13 – 21. Untuk tunggal putra 15 kebawah mempertemukan Fajar Andewa melawan Sandy yang dimenangkan Fajar Andewa dengan skor kemenangan 21 – 15, 21 – 19. Dan ditunggal putri 15 tahun kebawah mempertemukan antara Dinda melawan Mirna yang dimenangkan oleh Mirna dengan skor 21 – 13, 21 – 14.
Saat penutupan kejuaraan bulutangkis bupati cup 2010, Wakil Bupati Poso Ir T Samsuri MSi mengatakan, banyaknya peserta yang mengikuti pertandingan bulutangkis dan ditambah antusias penonton, ini merupakan tanda bahwa masyarakat Kabupaten Poso juga menggemari olahraga bulutangkis. “Pastinya ini semuanya juga akan mendorong. Mudah-mudahan dunia perbulutangkisan kita yang akan datang akan lebih baik daripada masa-masa yang sebelumnya,” harapnya.
Dikatakannya, sebagaimana rencana kerja PBSI Kabupaten Poso kedepan yang akan menyiapkan tournamen-tournamen dikelompok umur tertentu, yang mungkin akan digelar setiap dua bulan sekali, pemerintah akan terus memberikan dukungannya apa yang menjadi upaya dan kerja keras dari PBSI Kabupaten Poso dimasa mendatang. “Mudah-mudahan dengan pola-pola demikian yang lebih tensif akan dapat membantu dan mengembangkan perbulutangkisan kita dimasa-masa mendatang,” jelas Wabup.
Olehnya Wabup Poso mengharapkan kepada para atlet-atlet yang telah mengikuti kejuaraan ini agar lebih meningkatkan kualitasnya dengan terus berlatih, sehingga dapat mencapai prestasi yang lebih baik. “Yang menang jangan terlalu membangga dan kalah jangan berkecil hati. Marilah sama-sama kita tingkatkan pelatihan kita masing-masing,” ajak Wabup Poso saat mewakili Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM saat menutup kejuaraan bulutangkis bupati cup 2010, di GOR Puselemba, Kelurahan Kasintuwu, Kecamatan Poso Kota Utara, Sabtu malam (4/12).
Suatu kebanggaan terbesar bagi pengurus PBSI Kabupaten Poso kepada panitia pelaksana yang telah memperlombakan pada kejuaraan bulutangkis ini (Bupati Cup 2010) dengan mengikutsertakan kelas umur dibawah 15 tahun, sebab kata Drs Amdjad Lawasa MM ini adalah untuk pertama kalinya digelar di daerah Kabupaten Poso. “Ini bermaksud untuk mencari bibit-bibit atlet yang akan membawa nama harum kabupaten Poso pada kejuaraan tingkat propinsi,” ucap Ketua Umum PBSI Kabupaten Poso.
Walaupun pada kejuaraan ini (Bupati Cup 2010) masih didominasi oleh pasangan lanjut usia (tua), Ketua PBSI Poso Drs Amdjad Lawasa MM mengharapkan, kedepan kejuaraan seperti ini lebih banyak lagi diikuti oleh adik-adik yang dibawah usia 17 tahun sehingga bisa membawa harum daerah Kabupaten Poso. “Kedepan dalam waktu dekat ini, saya (PBSI) akan melaksanakan kejuaraan kelompok umur antar klub se Kabupaten Poso. Kemungkinan dua bulan kedepan pertandingan ini akan digelar,” janji Drs Amdjad Lawasa MM yang juga sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Poso.
Terlaksananya kegiatan ini merupakan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso kepada panitia pelaksana bupati cup 2010 dalam memajukan dunia olahraga khususnya cabang bulutangkis di Kabupaten Poso. “Ini merupakan kerjasama yang baik antara panitia pelaksana dengan pemerintah daerah sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar,” ucap Max selaku Ketua Panita Pelaksana Kejuaraan Bupati Cup 2010. /*octo

Bupati Poso Pimpin Rapat Bersama Para Kepala SKPD


Geabngrejo, (Poso Kota) - Seiring dengan bergulirnya masa kepemimpinan Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM dalam memegang jabatan sebagai kepala daerah (bupati) untuk kedua kalinya, Bupati Poso terus berupaya berbenah diri baik dari sisi pemerintahan maupun dalam hal peningkatan kinerja pada jajaran SKPD.
Salah satunya saat melakukan rapat kerja dan evaluasi bagi setiap pimpinan SKPD, Bupati Drs Piet Inkiriwang MM mengatakan, perlu adanya peningkatan kinerja maupun penerapan kedisiplinan bagi setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) utamanya bagi pimpinan di setiap unit kerjanya masing-masing. “Pimpinan sebagai contoh dan teladan bagi para staf dalam mengembang tugasnya di setiap unit kerjanya,” kata Bupati.
Dalam menciptakan pemerintah yang bersih dan yang baik bagi setiap pegawai negeri sipil, yang mana sebagai abdi masyarakat dan abdi Negara adalah merupakan hal paling penting perlu dikedepankan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. “Semuanya itu perlu adanya perubahan sikap, baik perilaku maupun tingkah laku dalam mengemban tugas kita,” jelasnya.
Perubahan ini dimaksudkan, kata Bupati, adalah pembenahan melalui sistim keadministrasian maupun program-program kerja kedepan yang terencana dan terarah. Sehingga apa yang menjadi harapan ataupun target kita kedepan bisa tercapai maupun terlaksana untuk membangun daerah kabupaten Poso kearah yang lebih baik.
Bupati menandaskan, nantinya dalam waktu dekat ini juga akan diadakan pelantikan bagi pejabat eselon dua dan tiga, dimana pada pelantikan ini ada yang akan mengisi posisi jabatan kosong dan ada juga yang akan dipromosikan pada jabatan barunya. “Kepada para pejabat tetaplah bekerja semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugasnya pada posisinya saat ini. Biarlah pimpinan (baperjakat) yang menilai anda,” harap bupati.
Disamping itu selain dilakukannya pelantikan, masih dikatakan bupati, akan dilakukannya perampingan bagi unit kerja dalam hal ini dinas, kantor dan badan, juga penambahan bagian pada sekretariat dilingkungan Pemda Poso. “Ini bukan berarti mengurangi tugas dan kerja bagi setiap instansi tetapi lebih mengektifkan dan mengefisiensi kinerja di satuan kerja perangkat daerah,” tutup Bupati yang saat itu didampingi Wakil Bupati Poso Ir T Samsuri MSi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs Amdjad Lawasa MM saat memimpin rapat kerja dan evaluasi bagi setiap pimpinan SKPD, di ruang Pogombo Kantor Bupati Poso, Jumat (3/12). /*octo

Senin, 22 November 2010

Pembukaan UDG Tingkat Kabupaten Poso Digelar



Toini, (Poso Pesisir) - Seperti halnya bagi umat Muslim dan Kristiani, umat muslim biasanya menggelar STQ dan MTQ baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional, dan umat kristiani menggelar Pesparawi ditingkatkan yang sama. Demikian juga bagi umat Hindu, tepatnya pada tanggal 20 November 2010 menggelar Utsawa Dharma Gita (UDG) ke-IV tingkat kabupaten Poso, yang dipusatkan di Pura Agung Jagad Natha Stana Narayana desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir.
Utsawa Dharma Gita atau yang dikenal sebagai nyanyian suci keagamaan Hindu yang telah berlangsung sejak 20 hingga 21 November 2010, dibuka langsung Staf Ahli Bupati Poso Drs Yoksan Lakukua mewakili Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM, Minggu (21/11).
Berbagai kegiatan yang digelar seperti lomba Pembacaan Mantra/Sloka, Pembacaan Phalawakya, Dharma Wacana, dan lomba Dharma Widya atau yang lebih dikenal dengan Cerdas Cermat. Untuk peserta pada kegiatan ini diikuti dari PHDI kecamatan/desa sekecamatan Poso Pesisir Utara dan PHDI Kecamatan Poso Pesisir Selatan, sedangkan pada Lomba Utsawa Pembacaan Mantra/Sloka, Pembacaan Phalawakya, dan Dharma Wacana diikuti dari pasangan peserta remaja putra dan putri dari rayon sekabupaten Poso, juga pada Dharma Widya atau Cerdas Cermat diikuti dari tingkat SD, SMP, dan SMA.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana UDG Kabupaten Poso, I Ketut Yuda SPd, kegiatan ini merupakan program kerja LPDG Kabupaten Poso melalui hasil keputusan rapat LPDG dan PHDI Kabupaten Poso beserta PHDI kecamatan dan desa sekabupaten Poso pada tanggal 7 November 2010 di Pura Agung Jagad Stana Narayana Kabupaten Poso di desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir. “Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan dalam membaca kitab suci Weda dan kidung-kidung keagamaan, serta merintis kader-kader pendharma wacana,” ungkapnya.
Kegiatan yang mengangkat tema “Melalui Utsawa Dharma Gita IV Tingkat Kabupaten Poso Kita Tingkatkan Pemahaman, Penghayatan, dan Pengamalan Ajaran Suci Weda,” adalah merupakan kandungan nilai-nilai ajaran agama yang sangat tinggi untuk memberikan tuntunan pemahaman terhadap ajaran agama Hindu mulai dari aspek tatwa, susila maupun upacara. “Ini agar bagaimana kita tetap menjaga kerukunan antar umat beragama dengan cara berpikir yang baik melalui perkataan atau ucapan sehingga menjadi panutan kepada orang banyak,” jelas Ketua LPDG Kabupaten Poso, Ir Sikade Sutania, saat pembukaan UDG di Pura Agung Toini dalam keterangan releasenya.
Ditambahkan Ir Sikade Sutania, bahwa pelaksanaan UDG yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali untuk tingkat kabupaten tepatnya di Poso, nantinya hasil dari lomba ini akan dibawa pada tingkat propinsi pada bulan Desember 2010. “Dan untuk tingkat nasional nantinya akan digelar pada Juli 2011 mendatang tepatnya di Denpasar Bali,” kata Sikade Sutania yang menurutnya baru pertama kalinya pelaksanaan Utsawa Dharma Gita tingkat Kabupaten Poso digelar di Pura Agung Toini, Kecamatan Poso Pesisir.
Olehnya melalui kesempatan itu juga seluruh panitia pelaksana UDG kabupaten Poso mengharapkan kepada Pemerintah Daerah agar menjadi perhatian penuh atas terselenggaranya kegiatan-kegiatan seperti ini. “Mudahan-mudahan Pemerintah Daerah dapat memberikan kontribusinya melalui bantuan baik dari segi material dan spiritual kepada umat Hindu,” tambah Ketua PHDI Kabupaten Poso.
Sementara Bupati Poso melalui Staf Ahlinya Drs Yoksan Lakukua mengatakan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan seperti ini, karena selain untuk mencari bakat maupun pencarian prestasi yang terbaik juga merupakan cerminan untuk kita dalam mengagungkan/memuji nama tuhan. “Ini merupakan motivasi dan keterpanggilan saudara-saudara dalam mengembangkan bagian dari misi pelayanan umat Hindu secara keseluruhan terdapat masyarakat dari berbagai kalangan umat beragama,” terangnya.
Untuk itu melalui kegiatan ini marilah kita bersama-sama membangun kehidupan ini dalam suasana keagamaan yang lebih erat. “Peliharalah Bumi Sintuwu Maroso menuju kehidupan yang lebih baik, melalui suasana yang aman, damai dan penuh persaudaraan antara satu dengan yang lainnya,” ajak Bupati Poso dalam sambutan pembukaan Utsawa Dharma Gita tingkat Kabupaten Poso yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Staf Ahli Drs Yoksan Lakukua, Minggu (21/11). /*octo

Senin, 08 November 2010

Diklat Prajabatan Golongan III Dimulakan di Poso



Kasiguncu, (Poso Pesisir) - Sebanyak 100 orang peserta CPNS dari berbagai instansi mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) prajabatan golongan III di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir.
Peserta diklat gelombang kedua bagi CPNS di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Poso terbagi dua angkatan yaitu angkatan III dan IV untuk mengikuti masa pelatihan kurang lebih selama tiga minggu di SKB.
Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs Amdjad Lawasa mengatakan, suatu keharusan bagi seorang CPNS untuk mengikuti diklat prajabatan ini untuk menapaki jenjang seseorang jika nantinya diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS). “Kepada saudara-saudara hendaknya bersyukur, karena dari sekian banyak orang yang ingin menjadi pegawai negeri hanya kalian yang terpilih,” saran Sekab Poso kepada para peserta diklat prajabatan.
Ditambahkan Sekab, agar kegiatan ini (diklat) lebih dimanfaatkan sebaik-baiknya dan disertai dengan rasa tanggungjawab yang tinggi sebagai seorang pengabdi bangsa dalam melaksanakan tugas secara profesional. “Seorang aparatur pemerintah selalu diarahkan pada peningkatan kualitas, bukan kuantitas belaka yang hanya berpenampilan PNS tetapi tidak mampu berbuat apa-apa,” singgung Sekab Amdjad Lawasa mengutip sambutan Bupati Poso saat membuka diklat prajabatan golongan III, gelombang II, angkatan III dan IV, di Gedung SKB Poso, Senin (8/9).
Masih dikatakannya, saat ini perlunya pembinaan kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan melalui konsekuen sumpah/janji bagi seorang pegawai negeri sipil, agar berbagai aturan serta ketentuan yang diatur bagi seorang PNS dapat dipatuhi sepenuhnya sebagaimana tugas dan tanggungjawabnya. “Kedepan jadilah seorang pegawai negeri sipil yang patuh, taat didalam bidang dan tugasnya masing-masing,” harap Sekab yang diakhir kegiatan (diklat) ditandai dengan penyematan tanda peserta prajabatan secara simbolis kepada dua orang peserta diklat. /*octo

Kamis, 04 November 2010

Bupati Piet Pimpin Rakor dan Evaluasi Bersama Seluruh Pimpinan SKPD


Poso Kota – Rapat koordinasi dan evaluasi bersama seluruh pimpinan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) Kabupaten Poso yang membahas tentang kinerja para pegawai negeri baik di jenjang pimpinan/atasan maupun bawahan disetiap unit kerja berlangsung di ruang Pogombo Kantor Bupati Poso.
Rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin langsung Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM bersama Wakil Bupati Poso Ir T Samsuri turut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Poso Drs Lambang Bamonturu dan Asisten Administrasi Umum Setdakab Poso Drs Sinsigus Songgo.
Dikatakannya Bupati dalam rapat tersebut, bahwa perlu adanya peningkatan kinerja terhadap setiap SKPD, sehingga perubahan dari tahun ke tahun bisa menghasilkan kinerja yang maksimal. “Banyak pejabat/pimpinan yang melakukan perjalanan dinas tanpa melaporkan hasil kegiatan mereka kepada saya (Bupati),” sorot Bupati kepada sejumlah pimpinan kerja.
Untuk itu upaya untuk menciptakan kerjasama yang baik antara pimpinan dalam hal ini Bupati sebagai pejabat daerah terhadap setiap pimpinan SKPD, perlunya koordinasi maupun peningkatan kinerja bagi seorang pimpinan melalui loyalitas dan tanggungjawab. Sehingga apa yang kita harapkan kedepan bisa berjalan baik dan lancar dalam menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih, yang mana kita tidak akan mendapat catatan ataupun presepsi buruk di mata masyarakat. “Ikuti aturan dan ketentuan sebagaimana yang ada dalam undang-undang pegawai negeri sipil. Jabatan itu hanya kita duduki pada posisi sementara, tunjukan kinerja kita yang baik kepada masyarakat,” harap Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM.
Bupati juga menekankan kedepan dalam pola rekrument pegawai negeri sipil agar lebih selektif dalam menentukan pencalonan seseorang jika nantinya terangkat sebagai PNS. “Kita tahu bersama banyak status pegawai negeri sipil yang sebelumnya berlatar belakang yang berbeda. Ini perlu kita pahami dan pelajari,” seru Bupati Piet Inkiriwang.
Olehnya kata bupati, kita juga perlu mensosialisasikan undang-undang maupun aturan tentang kepegawaian yang ada sesuai petunjuk Menpan. “Kita harus tahu bagaimana posisi seorang PNS dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” tutup Bupati saat memimpin rapat bersama pimpinan SKPD, di ruang Pogombo, Kamis (4/11). /*octo

Sabtu, 02 Oktober 2010

Bupati Poso Minta Database Honorer Yang Ril


Kasintuwu, (Poso Kota Utara) – Rapat SKPD bersama para Camat dipimpin langsung Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang,MM didampingi Wakil Bupati Poso Ir T.Syamsuri,MSi, Sekab Poso Drs Amdjad Lawasa,MM, Inspektur Poso Anthony H.Tadjongga,BSC,S.Sos, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Lambang Bamonturu, Asisten Administrasi Umum Drs Sinsigus Songgo serta Kepala BKD Poso Drs Jeferson Gaibu, berlangsung di Torulemba Rujab Poso, Sabtu (2/10).
Rapat tersebut membicarakan hasil akhir evaluasi data base Tenaga Honorer Daerah Kabupaten Poso yang telah diumumkan beberapa hari yang lalu kepada masyarakat luas yang banyak mendapat sorotan.
Olehnya itu Bupati dalam arahannya menekankan kepada seluruh kepala SKPD dan para camat agar memberikan data honorer yang sebenarnya sesuai dengan SK honorer yang ril dan asli bukan hasil rekayasa, peniruan tanda tangan, perubahan spum gaji dan sebagainya.
Lanjut dikatakannya, tenaga honorer yang belum terakomodir dalam pengumuman beberapa waktu yang lalu agar betul-betul diteliti, karena banyaknya laporan yang mengatakan masih ada tenaga honorer yang telah mengabdi selama puluhan tahun tapi belum tercantum namanya dalam pengumuman data base tersebut.
Bupati juga dalam kesempatan tersebut memberikan evaluasi terhadap kinerja para kepala SKPD dan para Camat yang dinilai masih kurang disiplin dan tanggungjawab selaku pimpinan SKPD Sehingga melalui kesempatan tersebut bupati mengingatkan agar para pimpinan tersebut membenahi diri menghadapi tantangan pekerjaan membangun kabupaten Poso yang lebih maju lagi.
Wabup Poso Ir T.Syamsuri selaku ketua verifikasi data base yang dibentuk oleh bupati Poso menjelaskan, bahwa data yang telah diverifikasi sebelumnya harus benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Wabup juga mengatakan hasil verifikasi data base tingkat kabupaten masih diseleksi di pusat, olehnya sesuai harapan pimpinan daerah agar kepala SKPD dan para camat perlu kehati-hatian dalam memberikan keterangan tertulis sekaitan dengan tenaga honorer karena akan mempersulit diri sendiri nantinya.
Inspektur Poso Anthony H.Tadjongga,BSc,S.Sos menambahkan agar setiap permasalahan yang ada terutama pada database meminta agar jangan melempar tanggungjawab kepada pimpinan, sehingga dapat menjerumuskan pimpinan kedalam hal-hal yang kurang bagus.
Rapat yang berlangsung kurang lebih lima jam tersebut dihadiri seluruh Kepala SKPD dan para Camat serta UPTD Pendidikan se Kabupaten Poso. /*rus-oct