Senin, 30 Agustus 2010

Bupati Incumbent Resmi Dilantik Kembali



Banua Mpogombo, (Poso Kota) - Sebelumnya Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang,MM yang berpasangan dengan Abdul Muthalib Rimi,SH,MH sebagai Wakilnya pada periode 2005-2010, kembali terpilih lagi dalam menjabat sebagai kepala daerah periode 2010-2015 yang kali ini berpasangan dengan Ir T.Samsuri sebagai wakil Bupati Poso.
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2010-2015 masing-masing atas nama Drs Piet Inkiriwang, MM dan Ir, T. Syamsuri, MSi yang dinanti-nantikan masyarakat Poso akhirnya dilangsungkan di Gedung DPRD Poso Senin 30/08.
Pelantikan itu berlangsung dalam sidang istimewa DPRD dengan agenda pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Kepala Daerah terpilih dan wakil Kepala Daerah terpilih Kabupaten Poso, yang dibuka Ketua DPRD Poso Ir, Jani Mamuaya.
Disampaikan Ketua DPRD Poso bahwa pelantikan Bupati dan Wakil Bupati kabupaten poso terpilih oleh Gubernur atas nama Presiden RI melalui SK Mendagri nomor 131-72-367-2010 tertanggal 22 juli 2010 dan SK Mendagri nomor 132-72-367-2010 tertanggal 22 Juli 2010.
Gubernur Propinsi Sulawesi Tengah H.B. Paliudju dalam sambutannya mengatakan bahwa pelantikan tersebut merupakan pelantikan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih yang kedua di wilayah Sulawesi Tengah diresmikan gubernur setelah Kabupaten Tojo Una-Una.
Selain itu Gubernur juga memuji keharmonisan antara Legislatif dengan eksekutif dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat melalui Stakeholder pemilukada (KPUD Poso, Panwaslu Kabupaten dan sebagainya) yang sukses melaksanakan pemilukada tahun 2010 pada bulan juni lalu.
Olehnya itu, Gubernur mengharapkan kedepan kerjasama yang terjalin antara eksekutif bersama legislatif terus ditingkatkan disegala sektor demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat bumi sintuwu maroso. Karena kepentingan rakyat (masyarakat luas) adalah kepentingan diatas segalanya dalam suatu pemerintahan.
Mengakhiri sambutannya Gubernur menitip pesan kepada bupati dan wakil bupati yang telah dilantik agar menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945 yang berusaha mewujudkan terciptanya masyarakat adil, makmur dan sejahtera.
Sementara itu Kabag Humas Amir Kiat, SH selaku juru bicara pemerintah daerah kabupaten poso mengatakan momen pelantikan ini dijadikan satu kebulatan tekad untuk bahu membahu bersama segenap elemen masyarakat mendukung pemerintahan yang resmi dalam menata daerah eboni lima tahun kedepan agar lebih baik lagi di Provinsi Sulawesi Tengah.
" Kepada kalangan Legislatif dan Pers tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dalam balance terhadap dampak-dampak positif dan negative kemajuan pembangunan , begitupun masyarakat poso agar tetap menekuni profesi sesuai bidang keahlian masing-masing untuk berlomba-lomba memajukan kabupaten poso agar sejajar dengan kabupaten lain di seluruh Indonesia," jelas Kabag optimis kepemimpinan Piet lima tahun kedepan. /*rusman-octo

Rabu, 11 Agustus 2010

Pemda Poso Sediakan 2 Lokasi Pasar Ramadhan



Gebangrejo, (Poso Kota) - Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam menyambut datangnya bulan suci ramadhan tentunya tak lepas dari hadirnya pasar ramadhan yang menjual berbagai menu berbuka puasa. Demikian halnya dengan pemerintah daerah kabupaten Poso, dengan adanya pasar ramadhan ini pemda selalu memfasilitasi dalam hal perlengkapan untuk pasar ramadhan.

Menurut Kabag Kesra Setdakab Poso, Mursid Laisa,SH, penyelenggaraan pasar ramadahan ini sudah merupakan agenda tetap dari pemerintah daerah, dimana pihak pemda telah menyiadakan lokasi. Penyediaan lokasi ini seperti tenda dan keperluan lainnya, dan masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk berjualan makanan dan minuman dengan berbagai menu masakan yang akan disajikan pada saat berbuka puasa.

“Pasar ramadhan ini bukan hanya untuk warga masyarakat yang melaksanakan ibadah puasa, akan tetapi terbuka seluas-luasnya untuk masyarakat yang ada di wilayah Kota Poso dan sekitarnya,” ungkap Kabag Kesra, Mursid Laisa.

ditambahkannya, agenda pasar ramadhan yang selama ini difasilitasi pemerintah daerah (Pemda), merupakan sebuah kepedulian yang tak lain bermaksud ibadah. “Untuk Ramadhan 1431 H/2010 M ini ditempatkan didua lokasi, yakni pasar ramadhan di wilayah Poso Kota berlokasi di Jl Pulau Alor Kelurahan Gebangrejo dan yang satunya di Kelurahan Lawanga Kecamatan Poso Kota Utara. Pasar ramadhan yang ada di Kelurahan Gebangrejo kurang lebih 300 pedagang, dan untuk kelurahan Lawanga terdaftar kurang lebih 20 penjual. Para pedagang ini bukan hanya menu makanan tetapi ada juga yang menjual bahan-bahan seperti pakaian, aksesoris, dan lain sebagainya,” terang Mursid dalam laporannya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Poso, Drs Andi Rahmatullah Yusuf, melalui sambutan Bupati Poso mengatakan, dilaksanakannya pasar ramadhan ini merupakan wujud dan perhatian kita utama pemerintah daerah terhadap pelayanan kemasyarakatan, agar dapat mempermudah masyarakat khususnya kaum muslimin yang menjalankan ibadah puasa untuk memperoleh kebutuhan baik pada berbuka puasa maupun saat akan makan sahur. “Di pasar ramadhan ini sudah tersedia mulai dari menu kue sampai dengan makanan pokok lainnya,” jelasnya.

Disamping itu juga, masih dikatakannya, pelaksanaan pasar ramadhan ini merupakan wadah terciptanya interaksi sosial masyarakat yang satu dengan yang lainnya, dapat saling tukar informasi, dan secara tidak langsung akan tercipta keharmonisan masyarakat secara alamiah. “Kepada saudara-saudara sekalian manfaatkanlah kesempatan ini dengan menjaga keharmonisan antara penjual dan pembeli lainnya, agar kegiatan pasar ramadhan ini dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi kita semua. Selamat menunaikan ibadah puasa 1431 H tahun 2010 M,” imbaunya saat membuka kegiatan pasar ramadhan yang dipusatkan di Jl Pulau Alor, Kelurahan Gebangrejo, Kecamatan Poso Kota, Rabu (11/8).

Di tempat terpisah menurut pantauan Kabag Humas Setdakab Poso, Amir Kiat SH menyampaikan bahwa, pengunjung pasar ramadhan yang dipusatkan di Jl Pulau Alor Kelurahan Gebangrejo bukan hanya dikhususkan bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa tetapi bagi umat lainnya. Terbukti saat-saat menghampiri berbuka puasa, di pasar ramadhan banyak juga umat-umat kristiani dan lainnya yang membeli hasil dagangan berupa kue dan menu makanan lainnya. “Ini menandakan telah tercipta suatu kebersamaan melalui keharmonisan antar sesama umat beragama di daerah ini (Poso) tanpa memandang suatu perbedaan,” cetus juru bicara Pemda Poso, Amir Kiat. /*octo

Senin, 09 Agustus 2010

KPPA Launching Banua Ananggodi di Poso


Kasintuwu, (Poso Kota Utara) – Banyak hal untuk melakukan pembinaan maupun pengembangan kreatifitas, salah satunya dengan mengkampanyekan perdamaian kesenian melalui penyaluran bakat suara anak yang dilaksanakan oleh Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Poso.

Sebagai salah contoh, tepatnya Senin (9/8), Bupati Poso yang diwakili Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Poso Dr Asnah Awad,MH,Mars telah meresmikan Banua Ananggodi, yang bertempat di Jl Brigjen Katamso No 32, Kelurahan Kasintuwu, Kecamatan Poso Kota Utara, Kabupaten Poso.

Banua Ananggodi yang merupakan rumah pengembangan kreatifitas anak berbasis pluralisme, kesetaraan jender, kemanusiaan dan keseimbangan ekologis adalah tempat bernaungnya anak-anak yang mempunyai bakat tersendiri maupun kelompok yang diekplorasikan melalui kegiatan-kegiatan sosial seperti penampilan, nyanyian, tarian, ataupun pertujukan teater.

Dijelaskan Mutmainah Korona selaku Direktur KPPA Sulteng yang diwakili Gunawan Primasatya, bahwa konsep awal lahirnya Banua Ananggodi adalah dasar pemikiran KPPA melihat, dibutuhkan ruang untuk anak-anak yang bisa digunakan untuk mengekspresikan diri dan menunjukan eksistensi mereka bahwa anak-anak juga harus didengarkan, dilihat apa yang menjadi kebutuhan dan hak mereka. “Anak-anak butuh ruang untuk mengeksplorasikan diri dan potensi mereka, karena mereka (anak) juga sebagai modal sosial sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan bisa memimpin Poso kearah yang semakin baik,” jelas Mutmainah dalam sambutannya.

Masih dikatakannya, pembangunan Banua Ananggodi ini, KPPA selaku LSM di Sulteng hanya kapasitas memediasi yang didukung oleh IRD Serasi pengorganisasian, dan manajemen sepenuhnya sepenuhnya dikelola oleh anak-anak yang tergabung dalam banua ananggodi. “KPPA dan pihak pengelola maupun anggota Banua Ananggodi membutuhkan dukungan dari semua pihak, mulai dari orang tua/wali, kepala sekolah dan guru-guru serta seluruh stakeholder berupa Moril maupun materi,” harap Rizky Andrew Tangka selaku anggota banua ananggodi.

Ia (Rizky) menambahkan, bahwa kegiatan Banua Ananggodi, mulai dari loka latih, kunjungan-kunjungan budaya, administrasi, sampai terlaksananya launcing pada hari ini ( Senin, 9/8) adalah sepenuhnya didanai oleh LSM Serasi dan USAID. “Launching ini adalah murni hasil kerja keras dari anak-anak anggota banua ananggodi dan pendamping,” ungkap Rizky.

Sementara Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang,MM selaku kepala daerah dalam pemerintahan di Kabupaten Poso, memberi dukungan penuh dan menyambut positif apa yang menjadi langkah dan upaya KPPA Poso yang bekerjasama dengan IRD Serasi dan USAID. “Ini merupakan wujud nyata kepedulian kita semua terhadap kreatifitas anak-anak di daerah ini,” sambut Bupati Poso.

Bupati juga menilai, seiring dengan semakin membaiknya daerah Poso, namun kita juga harus mengakuinya bahwa dampak dari peristiwa masa lalu juga dapat membawa pengaruh besar bagi anak-anak. Olehnya, dengan kehadiran banua ananggodi ini, pemerintah daerah merasa optimis dan berharap anak-anak kita yang sebelumnya mengalami perubahan mental secara bertahap, akan lebih memahami bagaimana pentingnya hidup dalam suasana yang penuh dengan cinta kasih, saling menghargai dan saling menopang, serta melihat perbedaan yang ada sebagai anugerah tuhan yang maha esa, sekaligus menjadikannya sebagai suatu kekuatan untuk hidup bersama membangun bangsa dan daerah tercinta. “Banua Ananggodi ini tentunya akan membawa daya tarik tersendiri bagi anak-anak bahkan kepada masyarakat. Ini juga sebagai penambah wawasan dan ilmu pengetahuan,” ujar Asnah Awad dalam sambutan Bupati Poso saat launching banua ananggodi.

“Selain pemerintah, DPRD Poso juga mendukung pembangunan ini (Banua Ananggodi), sebab disinilah anak-anak berkumpul dengan mengembangkan bakatnya tanpa memandang suatu perbedaan agama,” tambah Wakil Ketua DPRD Poso Suharto Kandar dalam sambutannya.

Launcing ini dimeriahkan dengan kegiatan seni seperti pertunjukan teater dan nyanyian anak yang mengalami cacat, Gio, dari Banua Ananggodi. /*octo

Selasa, 03 Agustus 2010

Bupati Poso Buka Pelatihan Perlindungan Perempuan Daerah Konflik dan Bencana


Bonesompe, (Poso Kota Utara) – Sehubungan dengan permasalahan yang timbul akibat konflik dan bencana yang spesifik tehadap perempuan dan anak khususnya di daerah rawan konflik dan bencana, maka diperlukan upaya untuk mengembalikan fungsi sosial melalui kegiatan pelatihan perlindungan perempuan pada daerah konflik dan bencana di kabupaten poso tingkat propinsi Sulawesi Tengah yang dilaksanakan pada tanggal 3 - 4 Agustus 2010 di Hotel Wisata Poso yang dibuka secara resmi Bupati Poso diwakili Asisten Administrasi Ekonomi dan pembangunan Setdakab Poso Drs. Andi Rahmatulah Yusuf.

Bupati Poso dalam sambutan tertulisnya disampaikan oleh Asisisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Poso mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memberikan perhatian terhadap perempuan di daerah ini sehingga diperlukan adanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pemberdayaan perempuan.

Tujuan dan target yang harus dicapai sesungguhnya adalah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya perempuan agar dapat berperan aktif terhadap terwujudnya keadilan dan kesejahteraan jender ditengah-tengah masyarakat banyak terlebih masyarakat sintuwu maroso.

Diakhir sambutannya, asisten administrasi ekonomi dan pembangunan mengharapkan agar moment ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh peserta pelatihan sehingga semua permasalahan yang menjadi kendala dalam penanganan masalah perempuan dan anak dapat dikomunikasikan secara bijak karena kepentingan perempuan dan anak merupakan salahsatu skala prioritas.

Dalam kesempatan ini Kepala Badan pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana propinsi sulawesi tengah diwakili Kepala BPPKB Propinsi Sulawesi Tengah Putri Jaya Ladwan,SH menyampaikan bahwa secara Nasional kebijakan perlindungan perempuan yang dikembangkan saat ini dan akan dilanjutkan untuk 5 tahun kedepan meliputi 3 (tiga) kebijakan utama yakni kebijakan pencegahan terjadinya kekerasan melalui upaya penegakan hokum, perbaikan peraturan perundang-undangan, sosialisasi. Pelayanan bagi korban kekerasan didaerah yang potensi konflik, bencana,dan lain-lain. Kebijakan pemberdayaan perempuan korban kekerasan.

Sebelumnya Ketua panitia pelaksana Arna Singgani,S.Sos,MSi dalam laporannya memaparkan bahwa peserta pelatihan ini berjumlah 20 orang terdiri dari unsure Instansi pemerintah terkait, P2TP2A, LSM peduli perempuan dan anak dan organisasi perempuan. Sumber dana kegiatan pelatiha ini adalah dana APBD bidang perlindungan perempuan dan anak propinsi sulawesi tengah.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen para pemangku kebijakan dan sector terkait baik dipropinsi, kota dan kabupaten terhadap perlindungan perempuan yang responsif gender khususnya dalam penanggulangan konflik dan bencana serata meningkatkan kualitas dan jumlah SDM yang paham dan berkomitmen dalam pelaksanaan penanggulangan bencana yang responsif gender.”Perempuan adalah aset dan potensi bangsa yang jumlah SDM nya harus diberdayakan sebagai bagian dari ketahanan bangsa,tambah Arna Singgani,S.Sos, Msi.

Hadir pada acara tersebut,Nara sumber Unsur BPPKB Propinsi Sulawesi Tengah Sofyan Lemba, SH,MH, Sekretaris Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Abram Sigilipu,S.Sos, Kabag Humas Amir Kiat,SH, serta tamu undangan lainnya. /*olin

Senin, 02 Agustus 2010

Pertemuan Koordinasi Pelatihan Program READ Digelar di Poso


Moengko, (Poso Kota) - Pertemuan koordinasi melalui pelatihan penyegaran bagi pelaksanaan program Rural Empeworment and Agricultural Development (READ), berlangsung di Hotel Kartika Poso, Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota, Senin (2/8).

Pelatihan yang bertujuan selain untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap petugas pelaksana program dan operasional READ, juga untuk peningkatan koordinasi, kerjasama, serta manajemen operasional penyelenggaraan program READ. “Terlaksananya kegiatan ini merupakan hasil evaluasi Mission Team IFAD atas kinerja program READ pada tahun pertama yang masih kurang optimal, baik dari segi pemahaman atas program, koordinasi, manajemen operasional dan lain sebagainya,” jelas Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Pertanian (Kapusbanglatan), Ir Hery Suliyanto,MBA.

Menurut Kapusbanglatan Hery Suliyanto, dipandang pentingnya pengembangan SDM pelaksana program, mulai dari tingkat pusat sampai tingkat pelaksana di kabupaten secara terencana, terstruktur, dan berkesinambungan. “Fasilitas pengembangan SDM pelaksana tersebut dapat dilakukan dalam berbagai bentuk pendekatan dan metodologi, seperti pelatihan, pertemuan, seminar, dan lokakarya,” ungkapnya.

Sementara Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang,MM dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan program READ ini merupakan wujud dan perhatian yang cukup besar dari pihak National Suport Unit READ terhadap perkembangan daerah ini. Sebabnya, selaku pimpinan di daerah ini saya menyampaikan terima kasih kepada tim national suport unit read dan seluruh instansi terkait yang telah berusaha dan berupaya melaksanakan kegiatan ini melalui perumusan antara Pemerintah Indonesia dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD). “Tujuan kegiatan ini sangat positif untuk memperbaiki mata pencaharian kaum miskin secara berkelanjutan dengan wilayah di pedesaan,” supor Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdakab Poso Drs Joksan Lakukua mewakili Bupati Poso.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih empat hari (2-5 Agustus 2010), dikatakan Manajer Nasional Suport Unit (NSU) Ir Suryaman,Med, diikuti 40 orang peserta dari Provinsi Sulawesi Tengah diantaranya Kabupaten Parimo, Poso, Buol, Banggai, dan Kabupaten Toli-Toli. Sedangkan untuk materi ataupun informasi sebelum dan sesudahnya pada program kami adalah tindaklanjut rekomendasi misi pendukung pelaksanaan program READ (tanggal 4 – 14 Juni 2010), persiapan kedatangan tim supervisi IFAD pada bulan Oktober 2010, penyusunan semi amnat report, percepatan dan peningkatan kualitas kegiatan, dan penyempurnaan data pendukung AWPB 2011.

Olehnya, pertemuan koodinasi ini akan menjadi jembatan komunikasi secara periodik pemerintah daerah dengan pihak national suport unit READ, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat pedesaan di daerah ini. “Kegiatan ini tak lain perlunya pemahaman yang mendalam agar bisa menyamakan persepsi yang berbeda antara peserta pada pelatihan yang digelar Pusbanglatan,” tutup Kadis Pertanian Provinsi Sulteng Ir Abdullah Kabulusan. /*octo

Selasa, 27 Juli 2010

Peringatan Isra Mi'raj di Poso Ditandai dengan Launching STAI


Poso - Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang, MM diwakili Assisten Administrasi Perekonomian dan pembangunan Setdakab poso Drs. Andi Rahmatullah Yusup menghadiri Kegiatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Pelantikan Pengurus Daerah Badan Kontak Majlis Ta’lim (BKMT), Pengurus Daerah Wanita Tarbiyah Islamiah dan Launching Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kabupaten Poso, bertempat di Gedung Sanggar Pemuda Poso, (27/07).

Bupati Poso dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Assisten Administrasi Perekonomian dan pembangunan Setdakab Poso Drs. Andi Rahmatullah Yusup menyampaikan bahwa kegiatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah merupakan kegiatan peristiwa keagamaan yang benar-benar mempunyai arti dan makna yang paling berharga bagi kehidupan kaum muslimin khususnya dan seluruh umat manusia pada umumnya. Hal ini tentunya kita semua maklumi bahwa peristiwa Isra Mi’raj adalah merupakan peristiwa besar, bukan saja bagi kehidupan Rasullulah Nabi Muhammad SAW yang melakukannya, tetapi juga bagi umat manusia sebagai pengikutnya, oleh karena itu dalam kesempatan yang berbahagia ini adalah merupakan saat yang baik dan tepat bagi kaum muslimin untuk merenungkan kembali tentang hakekat hari Isra Mi’raj itu, dimana Nabi Muhammad SAW diberikan ujian dan cobaan yang begitu berat, namun tetap tabah dan sabar menghadapinya.

Ketua Pengurus Badan Kontak Taklim Sulawesi Tengah Dra. Hj.Hapsa S.Pattah, M.Pd melantik beberapa Pengurus baru berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Nomor 03/SK/PW-BKMT/VI/2010 tentang Penyerahan Susunan Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (PDBKMT) periode 2010-2014 dengan Ketua terpilih Hj. Urmin Abdul Rasjid, SE dan Sekretaris Ny. Hj. Asnani Hiola , S.Pd. serta Dra. Hj. Ulfa Mughni selaku Ketua Persatuan Wanita Tarbiyah Islamiyah Propinsi Sulteng juga melantik Pengurus baru Wanita Tarbiyah Islamiyah dengan Surat Keputusan Nomor: KEP-12/PD-PERWATI/V/2010 tentang Pengangkatan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wanita Tarbiyah Islamiyah (Perwati) Kabupaten Poso 2010 dengan Ketua terpilih Rosmiaty Djali. M dan Sekretaris Suratemi Kliwon, S.Pd.

Sementara itu Lounching Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Poso ditandai dengan Orasi Ilmiah oleh Guru Besar Bidang pendidikan bahasa Arab STAIN Datokarama Palu Prof.Dr.H.M.Asy’ari, M.Ag yang mengatakan bahwa pendidikan Islam yang sebenarnya adalah ajaran Nabi dan Modern. Inilah yang harus ditangkap oleh umat Islam. Berbagai macam tafsiran Al-Qur’an, paradigma baru dan buku-buku tentang paradigma baru pendidikan Islam ditulis dalam rangka menangkap dan menyahuti Pembaharuan ajaran islam tersebut.

Manusia sebagai makhluk nyang tidak sempurna tentu tidak akan mampu menangkap sepenuhnya kesempurnaan ajaran atau pendidikan yang dilakukan oleh Nabi yang diawali dari Tuhan. Di sinilah justru letak esensi dari beragama, yakni ada dinamika, ada pencarian yang terus menerus (on going quest) dan proses menjadi yang tanpa batas (timeles process of becoming) tapi tetap dibatasi. Makna dari semua ini keragaman pemahaman umat islam terhadap pendidikan islam adalah sebuah keniscayaan (unavoidable) yang tidak mungkin dihindari. Keragaman ini muncul karena sangat bergantung pada pemahaman dan pengalaman yang dimiliki tentang pendidikan islam. Karena itu hal tersebut harus disikapi dan disadari oleh setiap umat islam bahwa pemahaman dan penafsiran yang berbeda terhadap ajaran agama islam harus dilihat sebagai rahmat Allah (Khalifu ummat rahmah) yang perlu disyukuri dengan cara saling menghargai dan menghormati satu sama lain dan berusaha mengimplementasikan teori-teori yang ditawarkan dan merombak dengan step by step norma hukum yang tidak sesuai dengan cita-cita dan hakekat pendidikan islam.

Lanjut dikatakan, Ucapan Terima Kasih juga saya sampaikan kepada Bupati Poso Drs, Piet Inkiriwang, MM, yang telah memprakarsai berdirinya Sekolah Tinggi agama Islam (STAI) dikabupaten poso serta petinggi-petinggi masyarakat poso yang mendukung dengan serius sehingga Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) bisa berada di Kabupaten Poso, dan semoga Kabupaten poso kedepan akan lebih sukses dan bisa menjadi panutan bagi Kabupaten-kabupaten lain yang ada di Sulawesi Tengah.

Ditemui ditempat berbeda, Kakandepag poso Drs. Nasarudin L Midu, M.Ag yang juga selaku Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kabupaten Poso mengatakan bahwa Jumlah Mahasiswa yang sudah terdaftar sampai saat ini pada STAI Poso sebanyak 100 orang siswa dan untuk perkuliahan dimulai dari jam 14.00 S/D selesai, serta tempat untuk perkuliahan sementara masih menggunakan Gedung Sekolah Madrasah Tsanawiah Jln.Pulau Kalimantan Poso.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Ketua BKMT Propinsi Sulteng Hj. Hapsa S.Pattah, M.Pd, Ketua Persatuan Wanita Tarbiyah Propinsi Sulteng Dra.Hj. Ulfa Maghni, Guru besar Bidang Pendidikan Bahasa Arab STAIN Datokarama Palu Prof. Dr. H.M. Asy’ari, M.Ag, Dr. Husen Ali Yafie, Muspida Kabupaten Poso, Para Pejabat di Lingkungan Pemda Poso, serta para undangan lainnya. /*ari

Minggu, 25 Juli 2010

PFC Gelar Open Tournament 2010



Poso – Sukses menggelar kejuaraan futsal antar instansi se kabupaten Poso yang sebelumnya pernah digelar pada dua bulan lalu (Mei 2010), kembali Poso Futsal Community (PFC) menggelar Bupati Poso Cup pada Open Tournament Futsal 2010 se Sulawesi Tengah.

Kejuaraan open tournament dengan sistim pembagian grup diikuti dari 29 club diantaranya Geo_Ceshe Fc dari kota Palu dan club-club lainnya dari wilayah Kabupaten Poso, termasuk club yang mewakili dari instansi Pemkab Poso seperti Sekretariat Fc (Kantor Bupati), DPPKAD Fc (Dinas Pendapatan dan Keuangan), Reset 28 Fc (Dinas Capil) Public Relations Fc (Bagian Humas), dan Fire Brigade (Dinas Perumahan dan Kebersihan Kota) sebagai juara bertahan (pemenang) pada PFC Cup 2010 lalu yang digelar di lapangan Bulog Lawanga.

Sebagai ajang pertandingan antar club futsal se Sulawesi Tengah yang digelar selama kurang lebih dua minggu, panitia telah menyediakan total bonus 8 juta rupiah pada open tournament 2010 ini. “Dari total bonus ini (8 juta), kami sediakan untuk juara pertama sampai juara harapan satu plus piala. Juga pemain terbaik (the best player) dan top scorer (pencetak gol terbanyak). Untuk jadwal pertandingan kami melaksanakannya setiap hari (24 Juli – 7 Agustus 2010) dari pukul 16.00 – 17.30 Wita dilanjutkan pada malam hari pukul 20.00 Wita sampai dengan selesai,” ungkap Yasin Lakita selaku ketua panitia pelaksana Open Tournament Futsal 2010.

Olehnya, kata Achin sapaan Yasin Lakita, kegiatan ini disamping sebagai ajang rekonsiliasi dalam bentuk olahraga, juga sebagai ajang silaturahmi antar club-club futsal dari berbagai daerah. “Siapa tahu dari pertandingan seperti ini khususnya dari kabupaten Poso, bisa mendapatkan/melahirkan bibit-bibit pemain futsal yang handal dan berkualitas yang nantinya akan bisa mengikuti ataupun mewakili daerah Poso pada ivent-ivent antar daerah maupun di tingkat nasional,” harap Achin.

“Yah, walaupun kita ketahui bersama bahwa olahraga futsal seperti ini adalah hal yang baru buat kita, sebab baru kedua kalinya juga digelar di Poso. Tetapi apa salahnya bila kita menumbuhkembangkan olahraga futsal ini sebagai olahraga terdepan yang sebelumnya kita hanya mengenal sepakbola besar dan sepakbola mini,” jelas Achin yang juga sebagai pengurus komunitas PFC.

Disamping itu juga Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Poso Drs Andi Rahmatullah Yusuf pada pembukaan Poso Futsal Open Tournament 2010 mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, kepada komunitas maupun instansi serta para pecinta sepakbola khususnya futsal, agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Ini juga tak lain sebagai ajang pembinaan mental dan mengukur kemampuan yang dimiliki selama ini, serta perlu adanya dukungan dari seluruh masyarakat. Karena dari sinilah akan terpancar kesungguhan dan tekad bersama untuk tetap memelihara kondisi negeri ini utamanya kabupaten Poso yang semakin baik,” tutur Drs. Andi Rahmatullah saat membacakan sambutan Bupati Poso.

“Saya selaku pejabat Pemda Poso meminta agar kepercayaan yang diberikan untuk melaksanakan kegiatan ini, hendaknya dipelihara dengan baik. masyarakat harus memahami kegiatan ini merupakan perwujudan harapan pemerintah wilayah kecamatan kepada masyarakat untuk senantiasa memelihara kondisi daerah ini dengan baik,” pinta bupati saat pembukaan open tournament yang ditandai dengan kick-of pertandingan perdana antara PFC melawan Reset 28, di gedung olahraga (GOR) Pusalemba Poso, Kelurahan Kasintuwu, Kecamatan Poso Kota Utara, Sabtu malam (24/7).

“Kedepan komunitas futsal (PFC) yang ada pertama di daerah Poso ini akan mengadakan ivent-ivent seperti ini (futsal) secara terus menerus, setidaknya setahun dua kali yaitu untuk kejuaraan antar club/instansi dan kejuaraan terbuka. Sehingga olahraga ini menjadikan olahraga terdepan yang perlu dipandang oleh seluruh kalangan masyarakat utamanya di daerah kabupaten Poso, yang mana olahraga ini juga merupakan olahraga bergengsi yang menggunakan aturan FIFA dalam naungan PSSI,” tambah Wahab AU Kiat yang juga sebagai salah satu pengurus/pendiri PFC.

“Ini juga tak luput dari peran pemerintah daerah agar lebih memberikan dukungan penuh terhadap olahraga futsal yang ada di Kabupaten Poso, seperti halnya dukungan pada tehnis lapangan yang selama ini kami hanya menyewa lapangan yang berada di lapangan Dolog Lawanga. Kami meminta agar bagaimana Pemda Poso bisa memfasilitasi tempat atau lapangan bagi kami pecinta olahraga futsal,” harap seluruh pengurus PFC. Semoga…! /*octo