Selasa, 27 Juli 2010

Peringatan Isra Mi'raj di Poso Ditandai dengan Launching STAI


Poso - Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang, MM diwakili Assisten Administrasi Perekonomian dan pembangunan Setdakab poso Drs. Andi Rahmatullah Yusup menghadiri Kegiatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Pelantikan Pengurus Daerah Badan Kontak Majlis Ta’lim (BKMT), Pengurus Daerah Wanita Tarbiyah Islamiah dan Launching Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kabupaten Poso, bertempat di Gedung Sanggar Pemuda Poso, (27/07).

Bupati Poso dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Assisten Administrasi Perekonomian dan pembangunan Setdakab Poso Drs. Andi Rahmatullah Yusup menyampaikan bahwa kegiatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah merupakan kegiatan peristiwa keagamaan yang benar-benar mempunyai arti dan makna yang paling berharga bagi kehidupan kaum muslimin khususnya dan seluruh umat manusia pada umumnya. Hal ini tentunya kita semua maklumi bahwa peristiwa Isra Mi’raj adalah merupakan peristiwa besar, bukan saja bagi kehidupan Rasullulah Nabi Muhammad SAW yang melakukannya, tetapi juga bagi umat manusia sebagai pengikutnya, oleh karena itu dalam kesempatan yang berbahagia ini adalah merupakan saat yang baik dan tepat bagi kaum muslimin untuk merenungkan kembali tentang hakekat hari Isra Mi’raj itu, dimana Nabi Muhammad SAW diberikan ujian dan cobaan yang begitu berat, namun tetap tabah dan sabar menghadapinya.

Ketua Pengurus Badan Kontak Taklim Sulawesi Tengah Dra. Hj.Hapsa S.Pattah, M.Pd melantik beberapa Pengurus baru berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Nomor 03/SK/PW-BKMT/VI/2010 tentang Penyerahan Susunan Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (PDBKMT) periode 2010-2014 dengan Ketua terpilih Hj. Urmin Abdul Rasjid, SE dan Sekretaris Ny. Hj. Asnani Hiola , S.Pd. serta Dra. Hj. Ulfa Mughni selaku Ketua Persatuan Wanita Tarbiyah Islamiyah Propinsi Sulteng juga melantik Pengurus baru Wanita Tarbiyah Islamiyah dengan Surat Keputusan Nomor: KEP-12/PD-PERWATI/V/2010 tentang Pengangkatan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wanita Tarbiyah Islamiyah (Perwati) Kabupaten Poso 2010 dengan Ketua terpilih Rosmiaty Djali. M dan Sekretaris Suratemi Kliwon, S.Pd.

Sementara itu Lounching Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Poso ditandai dengan Orasi Ilmiah oleh Guru Besar Bidang pendidikan bahasa Arab STAIN Datokarama Palu Prof.Dr.H.M.Asy’ari, M.Ag yang mengatakan bahwa pendidikan Islam yang sebenarnya adalah ajaran Nabi dan Modern. Inilah yang harus ditangkap oleh umat Islam. Berbagai macam tafsiran Al-Qur’an, paradigma baru dan buku-buku tentang paradigma baru pendidikan Islam ditulis dalam rangka menangkap dan menyahuti Pembaharuan ajaran islam tersebut.

Manusia sebagai makhluk nyang tidak sempurna tentu tidak akan mampu menangkap sepenuhnya kesempurnaan ajaran atau pendidikan yang dilakukan oleh Nabi yang diawali dari Tuhan. Di sinilah justru letak esensi dari beragama, yakni ada dinamika, ada pencarian yang terus menerus (on going quest) dan proses menjadi yang tanpa batas (timeles process of becoming) tapi tetap dibatasi. Makna dari semua ini keragaman pemahaman umat islam terhadap pendidikan islam adalah sebuah keniscayaan (unavoidable) yang tidak mungkin dihindari. Keragaman ini muncul karena sangat bergantung pada pemahaman dan pengalaman yang dimiliki tentang pendidikan islam. Karena itu hal tersebut harus disikapi dan disadari oleh setiap umat islam bahwa pemahaman dan penafsiran yang berbeda terhadap ajaran agama islam harus dilihat sebagai rahmat Allah (Khalifu ummat rahmah) yang perlu disyukuri dengan cara saling menghargai dan menghormati satu sama lain dan berusaha mengimplementasikan teori-teori yang ditawarkan dan merombak dengan step by step norma hukum yang tidak sesuai dengan cita-cita dan hakekat pendidikan islam.

Lanjut dikatakan, Ucapan Terima Kasih juga saya sampaikan kepada Bupati Poso Drs, Piet Inkiriwang, MM, yang telah memprakarsai berdirinya Sekolah Tinggi agama Islam (STAI) dikabupaten poso serta petinggi-petinggi masyarakat poso yang mendukung dengan serius sehingga Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) bisa berada di Kabupaten Poso, dan semoga Kabupaten poso kedepan akan lebih sukses dan bisa menjadi panutan bagi Kabupaten-kabupaten lain yang ada di Sulawesi Tengah.

Ditemui ditempat berbeda, Kakandepag poso Drs. Nasarudin L Midu, M.Ag yang juga selaku Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kabupaten Poso mengatakan bahwa Jumlah Mahasiswa yang sudah terdaftar sampai saat ini pada STAI Poso sebanyak 100 orang siswa dan untuk perkuliahan dimulai dari jam 14.00 S/D selesai, serta tempat untuk perkuliahan sementara masih menggunakan Gedung Sekolah Madrasah Tsanawiah Jln.Pulau Kalimantan Poso.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Ketua BKMT Propinsi Sulteng Hj. Hapsa S.Pattah, M.Pd, Ketua Persatuan Wanita Tarbiyah Propinsi Sulteng Dra.Hj. Ulfa Maghni, Guru besar Bidang Pendidikan Bahasa Arab STAIN Datokarama Palu Prof. Dr. H.M. Asy’ari, M.Ag, Dr. Husen Ali Yafie, Muspida Kabupaten Poso, Para Pejabat di Lingkungan Pemda Poso, serta para undangan lainnya. /*ari

Minggu, 25 Juli 2010

PFC Gelar Open Tournament 2010



Poso – Sukses menggelar kejuaraan futsal antar instansi se kabupaten Poso yang sebelumnya pernah digelar pada dua bulan lalu (Mei 2010), kembali Poso Futsal Community (PFC) menggelar Bupati Poso Cup pada Open Tournament Futsal 2010 se Sulawesi Tengah.

Kejuaraan open tournament dengan sistim pembagian grup diikuti dari 29 club diantaranya Geo_Ceshe Fc dari kota Palu dan club-club lainnya dari wilayah Kabupaten Poso, termasuk club yang mewakili dari instansi Pemkab Poso seperti Sekretariat Fc (Kantor Bupati), DPPKAD Fc (Dinas Pendapatan dan Keuangan), Reset 28 Fc (Dinas Capil) Public Relations Fc (Bagian Humas), dan Fire Brigade (Dinas Perumahan dan Kebersihan Kota) sebagai juara bertahan (pemenang) pada PFC Cup 2010 lalu yang digelar di lapangan Bulog Lawanga.

Sebagai ajang pertandingan antar club futsal se Sulawesi Tengah yang digelar selama kurang lebih dua minggu, panitia telah menyediakan total bonus 8 juta rupiah pada open tournament 2010 ini. “Dari total bonus ini (8 juta), kami sediakan untuk juara pertama sampai juara harapan satu plus piala. Juga pemain terbaik (the best player) dan top scorer (pencetak gol terbanyak). Untuk jadwal pertandingan kami melaksanakannya setiap hari (24 Juli – 7 Agustus 2010) dari pukul 16.00 – 17.30 Wita dilanjutkan pada malam hari pukul 20.00 Wita sampai dengan selesai,” ungkap Yasin Lakita selaku ketua panitia pelaksana Open Tournament Futsal 2010.

Olehnya, kata Achin sapaan Yasin Lakita, kegiatan ini disamping sebagai ajang rekonsiliasi dalam bentuk olahraga, juga sebagai ajang silaturahmi antar club-club futsal dari berbagai daerah. “Siapa tahu dari pertandingan seperti ini khususnya dari kabupaten Poso, bisa mendapatkan/melahirkan bibit-bibit pemain futsal yang handal dan berkualitas yang nantinya akan bisa mengikuti ataupun mewakili daerah Poso pada ivent-ivent antar daerah maupun di tingkat nasional,” harap Achin.

“Yah, walaupun kita ketahui bersama bahwa olahraga futsal seperti ini adalah hal yang baru buat kita, sebab baru kedua kalinya juga digelar di Poso. Tetapi apa salahnya bila kita menumbuhkembangkan olahraga futsal ini sebagai olahraga terdepan yang sebelumnya kita hanya mengenal sepakbola besar dan sepakbola mini,” jelas Achin yang juga sebagai pengurus komunitas PFC.

Disamping itu juga Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Poso Drs Andi Rahmatullah Yusuf pada pembukaan Poso Futsal Open Tournament 2010 mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, kepada komunitas maupun instansi serta para pecinta sepakbola khususnya futsal, agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Ini juga tak lain sebagai ajang pembinaan mental dan mengukur kemampuan yang dimiliki selama ini, serta perlu adanya dukungan dari seluruh masyarakat. Karena dari sinilah akan terpancar kesungguhan dan tekad bersama untuk tetap memelihara kondisi negeri ini utamanya kabupaten Poso yang semakin baik,” tutur Drs. Andi Rahmatullah saat membacakan sambutan Bupati Poso.

“Saya selaku pejabat Pemda Poso meminta agar kepercayaan yang diberikan untuk melaksanakan kegiatan ini, hendaknya dipelihara dengan baik. masyarakat harus memahami kegiatan ini merupakan perwujudan harapan pemerintah wilayah kecamatan kepada masyarakat untuk senantiasa memelihara kondisi daerah ini dengan baik,” pinta bupati saat pembukaan open tournament yang ditandai dengan kick-of pertandingan perdana antara PFC melawan Reset 28, di gedung olahraga (GOR) Pusalemba Poso, Kelurahan Kasintuwu, Kecamatan Poso Kota Utara, Sabtu malam (24/7).

“Kedepan komunitas futsal (PFC) yang ada pertama di daerah Poso ini akan mengadakan ivent-ivent seperti ini (futsal) secara terus menerus, setidaknya setahun dua kali yaitu untuk kejuaraan antar club/instansi dan kejuaraan terbuka. Sehingga olahraga ini menjadikan olahraga terdepan yang perlu dipandang oleh seluruh kalangan masyarakat utamanya di daerah kabupaten Poso, yang mana olahraga ini juga merupakan olahraga bergengsi yang menggunakan aturan FIFA dalam naungan PSSI,” tambah Wahab AU Kiat yang juga sebagai salah satu pengurus/pendiri PFC.

“Ini juga tak luput dari peran pemerintah daerah agar lebih memberikan dukungan penuh terhadap olahraga futsal yang ada di Kabupaten Poso, seperti halnya dukungan pada tehnis lapangan yang selama ini kami hanya menyewa lapangan yang berada di lapangan Dolog Lawanga. Kami meminta agar bagaimana Pemda Poso bisa memfasilitasi tempat atau lapangan bagi kami pecinta olahraga futsal,” harap seluruh pengurus PFC. Semoga…! /*octo

Senin, 05 Juli 2010

Tim Uni Eropa Kunjungi Pemda Poso


Poso – Pertemuan Tim Uni Eropa dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso dipimpin langsung Sekab Poso Drs, Amdjad Lawasa, MM yang mewakili Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang, MM didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan Drs, Andi Rahmatullah, Kepala Bapeda Poso Ir, J. Tumiwa, Kadis Sosial Nakertrans M. Erwin, SE, MSi dan Kabag Humas Amir Kiat, SH di ruang kerja Sekab Poso Senin 05/07.
Kedatangan Tim Uni Eropa yang terdiri dari Pedro Martinez Vargas, Benjamin Philip dan pendamping dari Indonesia Saiti Gusrini di kabupaten poso untuk mempelajari perkembangan masyarakat poso pasca konflik serta mempelajari pendekatan pemerintah dalam hal pemulihan konflik serta upaya pemerintah dan NGOs berkenan dengan conflict prevention, resolution and reconciliation (pencegahan, resolusi dan rekonsiliasi pasca konflik).
Dalam pertemuan tersebut Amdjad Lawasa menjelaskan perkembangan kabupaten poso dengan prioritas pemerintah daerah terkait dengan reintegrasi, rekonsiliasi seperti pelayanan dan pendataan hak-hak keperdataan sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Dan program lain seperti penyembuhan psikis dampak konflik yang masih perlu ditangani bersama, serta pemulangan pengungsi yang masih berlanjut. Meskipun pemerintah pusat menyatakan tidak ada lagi anggaran penanganan pengungsi di kabupaten poso namun kata Amdjad pemerintah poso yang dipimpin Piet Inkirirwang ini berkomitmen terus mencari solusi untuk pembangunan perumahan murah bagi pengungsi, PNS dan masyarakat miskin.
Sementara itu Tim Uni Eropa melalui Saiti Gusrini mengatakan bahwa uni eropa tidak secara langsung memberikan bantuan berupa dana di daerah-daerah pasca konflik seperti poso, akan tetapi uni eropa mempunyai pengaruh dalam menentukan kebijakan pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuannya di daerah-daerah pasca konflik yang sangat membutuhkan, karena uni eropa menurut Saiti Gusrini telah ditandatangani MOU dengan Pemerintah Indonesia menfokuskan bantuan dibidang pendidikan, pembangunan ekonomi dan pemerintahan.
Dalam kesempatan itu Amir Kiat, SH selaku jubir pemda poso menitipkan pesan, agar Tim Uni Eropa dapat membawa catatan kecil kepada pemerintah pusat agar memperhatikan Kabupaten Poso pasca konflik, karena masyarakat Poso masih membutuhkan bantuan-bantuan, khususnya dalam meningkatkan pendidikan, perekonomian dan pelayanan pemerintah. /*rusman

Rabu, 16 Juni 2010

Kaban Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian RI Kunjungi Poso


Poso – Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang,MM diwakili oleh Sekrertaris Daerah Kabupaten Poso Drs.Amjad Lawasa, MM menyambut kedatangan rombongan Kepala Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Rumah Jabatan Bupati Poso, Rabu, 16 Juni 2010.

Kunjungan rombongan Kepala Badan Ketahan Pangan Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia ke Poso, bertujuan untuk melakukan kunjungan kerja ke daerah Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Gizi (P2KPG) tepatnya di Kelurahan Tegalrejo dan Desa Masani, serta melakukan pertemuan dengan Dewan Ketahanan Pangan dan Stakeholder ketahanan pangan di daerah Kabupaten Poso.

Pertemuan yang berlangsung di gedung Torulemba rumah jabatan Bupati ini dihadiri Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah Propinsi Sulawesi Tengah Ir Rusdi Rio, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Poso Drs. Lambang Bamonturu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs. Andi Ramatulah Yusuf, para unsur Muspida, Para pejabat dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, Kepala Bulog Divisi Regional I Poso, serta para pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kecamatan, para Camat/Ketua Tim Pangan dan Gizi , Ketua Komite Pelaksana P2KPG, Ketua Gapoktan, Ketua Kelompok Afinitas, Ketua Kelompok Wanita Tani, dan undangan lainnya.

Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang,MM dalam sambutannya tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs. Amdjad Lawasa,MM memberikan ucapan terima kasih kepada Kepala Badan Ketahan Pangan Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama rombongan atas kunjungannya di Daerah Kabupaten Poso, sebab kunjungan ini dapat dijadikan suatu momentum yang baik serta memberikan dampak positif demi penguatan Ketahanan Pangan khususnya di daerah bekas konflik (Poso).

Lebih lanjut Sekretaris Daerah Kabupaten Poso mengharapkan kepada seluruh instansi yang terkait, untuk turut ikut serta dalam upaya peningkatan Ketahanan Pangan. “Karena pangan merupakan urusan wajib Pemerintah Daerah. Sejak tahun 2009, Ketahanan Pangan di daerah kita sudah lebih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, mengingat angka Surplus perbandingan Ketahanan pangan lebih banyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada,” jelasnya.

Diakhir sambutannya Sekab Poso menyampaikan ucapan terima kasih serta memberikan apresiasi kepada Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Poso, karena telah mendapatkan penghargaan apresiasi tingkat nasional berupa pengukuhan kemandirian pangan oleh Menteri Pertanian pada Peringatan Hari Pangan sedunia di Jogyakarta pada tahun 2009 yang lalu.

Sementara itu Kepala Badan Ketahan Pangan Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia Dr. Achmad Suryana,MS yang diwakili oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian RI Dr.Ir Hermanto M.Si, dalam sambutannya mengatakan peran masyarakat dan daerah dalam pengembangan ketahanan pangan sangatlah dibutuhkan, karena merupakan komitmen dari Pemerintah, bahwa Ketahanan Pangan merupakan Prioritas Pembangunan Daerah di Tingkat Daerah maupun Tingkat Pusat. “ Ada beberapa hal mendasar yang perlu diperhatikan terhadap Ketahanan Pangan yaitu, Kerawanan Pangan serta Penganekaragaman Konsumsi Pangan,” ucapnya.

Olehnya menanggapi hal tersebut, dari pihak Pemerintah dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan Pusat Kementerian Pertanian RI menggunakan strategi Swasembada dan Kemandirian Pangan, sehingga Ketahanan Pangan kita dapat meningkat.

Selanjutnya Munawir SP,MM selaku Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Poso menyampaikan Ketahanan Pangan di daerah Kabupaten Poso sudah lebih meningkat dari tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari data-data yang diperoleh. Sebagai contoh Desa Rawan Pangan menurun dari 68 desa pada tahun 2005, menjadi 22 desa pada tahun 2009, kemudian Keluarga Sadar

Gizi (Kadarzi) meningkat menjadi 56% di tahun 2009, Prevalensi Gizi Buruk pada Balita ditahun 2009 turun 0,51%, Tingkat Jumlah Kemiskinan juga menurun dari tahun 2005 35,81%, pada tahun 2008 turun menjadi 29,28%.

Dalam hal ini dapat dilihat, bahwa penanganan Ketahanan Pangan di wilayah Kabupaten Poso benar-benar ditanggapi serius oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Poso. Karena pemenuhan Pangan merupakan kebutuhan dasar dalam membentuk Sumber Daya Manusia yang Berkualitas.

Setelah melakukan pertemuan di gedung Torulemba, rombongan langsung menuju ke SDN 24 Tegalrejo, Kecamatan Poso Kota Utara, dengan meninjau langsung kantin, perkebunan, dan kandang hewan ternak sekolah, yang dilanjutkan peninjauan lumbung pangan Pebete Ando, dan lahan perkebunan Kelompok Wanita Sejahtera di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, serta melakukan tatap muka dengan para masyarakat/pengurus gabungan kelompok tani (Gapoktan), pengurus TP PKK Kecamatan dan Kelompok Wanita Tani. /*anca&octo

Selasa, 04 Mei 2010

Rapat Kebijakan Pemungutan Daerah UU Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak dan Retribusi


Poso – Rapat bersama Kepala Dinas, Badan, Kantor, Bagian di lingkup Pemkab Poso dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs Amjad Lawasa,MM, didampingi oleh Asisten Administrasi Umum Drs Sinsigus Songgo, Kepala Inspektorat Anthony H Tadjongga,BSc,S.Sos, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Putera Botilangi,SE,MSi dan Kabag Hukum Yan Guluda,SH,MH
Sekkab Poso Drs. Amdjad Lawasa,MM mengatakan, sehubungan dengan berlakunya UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka diharapkan peraturan daerah (Perda) yang berhubugan dengan bea, pungutan, restribusi dan pajak harus disesuaikan dengan undang-undang tersebut. “Sebagai konsekuensinya perda-perda tersebut ada yang dicabut, disesuaikan (direvisi) dan atau dibuat baru,” jelasnya.
Ditambahkannya pula, ada beberapa perda yang harus dicabut sesuai dengan undang-undang (UU) yang berlaku dan perda yang harus disesuaikan atau direvisi, diantaranya retribusi penjualan produksi usaha daerah, pajak hotel, restoran, penerangan jalan, dan pajak hiburan. Selain itu ada penambahan perda yang harus dibuat baru sesuai dengan UU No. 28 Tahun 2009, diantaranya pajak hiburan, pajak parkir, retribusi pengendalian menara telekomunikasi dan lain sebagainya.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan perda yang baru, yaitu dengan memperhatikan unsur-unsur yang terkait didalamnya, dimana dalam penyusunan perda melibatkan berbagai elemen-elemen yang berperan penting dan bukan sebagai penghambat peningkatan ekonomi. “Olehnya dalam menyusun perda jangan terlalu gegabah dan bersikap sewenang-wenang, tetapi harus lebih sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang telah ada dengan memperhatikan peningkatan ekonomi,” harap sekab dalam arahannya tentang pajak dan retribusi, di ruang Pogombo Kantor Bupati Poso, Selasa (4/5).
Ada beberapa tarif maksimum yang dikenakan daerah terhadap tempat hiburan menurut UU No. 34 Tahun 2009, tetapi dalam UU No. 29 Tahun 2009 kenaikan tarif yang dikenakan daerah sedikit naik seperti pajak hiburan dari 35% menjadi 75%, Pajak parker dari 20% menjadi 30% dan khusus pajak hiburan kenaikannya disesuaikan dengan jenis hiburan yang ada di daerah masing-masing.
Kepala BPKAD Putra Botilangi menyampaikan bahwa restribusi daerah didasari UU No.28 Tahun 2009 dan PP No.38 Tahun 2007, tentang pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Dan tinjauan tarif restribusi daerah akan ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah, sedangkan pada perubahan tarif restribusi ditetapkan dengan peraturan kepala daerah.
“Perda-perda yang harus disesuaikan/direvisi dan yang harus dibuat baru, maximal 31 Desember 2010 harus selesai dan paling lambat 2013. Sebab ini akan dikenakan sanksi bagi daerah yang terlambat membuat penyusunan perda, sesuai dengan PMK No. 11/PMK.07/2010,” cetus Putra Botilangi.
Olehnya, apa yang telah disusun akan dikonsultasikan ke Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri sebelum dilanjutkan ke DPR-RI. “Kepada seluruh Kepala Dinas, Badan , Kantor, dan Bagian, agar lebih memperhatikan kebijakan daerah sehubungan dengan perda-perda yang baru sesuai dengan undang-undang nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah,” harapnya.
“Sehingga dengan adanya perda-perda yang baru dapat meningkatkan perekonomian daerah dan perubahan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Begitu juga dalam penyusunan pajak dan restribusi yang baru ini bisa membawa perubahan perekonomian dan pendapatan daerah khususnya bagi daerah kabupaten Poso,” tutup Kepala BPKAD Poso Putra Botilangi,SE,M.Si. /*herlina & octo

Selasa, 06 April 2010

BPS Poso Gelar Pelatihan Petugas SP 2010



Poso - Untuk memberikan suatu pemahaman konsep dan definisi, maupun metode pengumpulan data serta managemen pengelolaan dokumen lapangan tentang sensus penduduk, badan pusat statistik (BPS) Kabupaten Poso menggelar pelatihan petugas lapangan sensus penduduk, di Hotel Wisata Poso, Senin (5/4).
Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 14 April 2010 ini, terbagi dalam 3 gelombang yang diselenggarakan didua tempat yaitu di Poso (Hotel Wisata dan Hotel Kartika), dan Tentena (Hotel Pamona Indah dan Hotel Victory). Masing-masing gelombang pelatihan yang dilaksanakan dalam 3 hari efektif yaitu, gelombang pertama (5 - 8 April 2010) sebanyak 180 orang, gelombang kedua (8 - 11 April 2010)148 orang, dan gelombang ketiga (11 - 14 April 2010) sebanyak 136 orang.
Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang,MM mengatakan, dilaksanakannya pelatihan sensus penduduk ini adalah sebagai bagian dari upaya dan langkah-langkah bersama yang tengah kita lakukan selama ini untuk memperbaiki kembali kondisi penertiban penduduk melalui sensus penduduk (SP) yang lebih teratur. “Bagi para peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga pada pelaksanaan tugas dilapangan nantinya tidak ragu-ragu dan terhindar dari kekeliruan dan penyimpangan yang lebih jauh,” harapnya.
Disamping itu juga mengingat Kabupaten Poso yang sebentar lagi akan mengadakan pesta demokrasi pada Pilkada 2010, Bupati berharap, perlu mewaspadai adanya peningkatan kepadatan jumlah penduduk disuatu wilayah yang mengakibatkan masuknya orang-orang yang tidak jelas asal-usulnya, sehingga kondisi akan menimbulkan permasalahan ditengah-tengah masyarakat. “Kepada kades, lurah, bahkan camat agar menjadi perhatian khusus terutama berkaitan dengan penertiban KTP, yang selama ini kita dengan mudah untuk mendapatkan KTP Poso,” ingat Bupati yang diwakili Asisten Pemerintah dan Kesra Setdakab Poso Drs Lambang Bamonturu saat membuka pelatihan sensus penduduk 2010, di Hotel Wisata Poso, Senin (5/4).
Untuk pendataan penduduk 2010 yang dilaksanakan secara nasional diseluruh wilayah Indonesia mulai tanggal 1 – 31 Mei 2010 (mencakup WNI dan WNA), kegiatan SP 2010 mengerahkan 711.386 orang petugas lapangan diseluruh Indonesia. “Khusus di Sulawesi Tengah berjumlah 6.010 orang. Masing-masing terdiri dari Korlap 218 orang, Kortim 1.448 orang, dan PCL 4.344 orang,” jelas Kepala BPS Kabupaten Poso Ir Jefrie Wahido mewakili Kepala BPS Provinsi Sulteng Drs Razali Ritonga,M.A pada sambutannya.
Sementara dari total jumlah 464 orang peserta pelatihan sensus penduduk yang ada di Kabupaten Poso, 180 orang pada gelombang pertama terdiri dari Kecamatan Poso Kota 20 orang, Poso Pesisir 28 orang, Lage 44 orang, Poso Kota Selatan 28 orang, dan Kecamatan Pamona Utara 72 orang. Sedangkan pada gelombang kedua yang berjumlah 148 orang terdiri dari, Kecamatan Poso Pesisir 16 orang, Poso Pesisir Utara 8 orang, Lore Utara 24 orang, Lore Tengah 8 orang, Lore Timur 8 orang, Lore Peore 8 orang, Pamona Selatan 40 orang, Pamona Tenggara 16 orang, Pamona Barat 20 orang. Dan gelombang ketiga berjumlah 136 orang, terdiri dari Kecamatan Poso Kota Utara 24 orang, Poso Pesisir Selatan 20 orang, Poso Pesisir Utara 28 orang, Poso Kota 24 orang, Lore Barat 8 orang, Lore Selatan 12 orang, dan Kecamatan Pamona Timur 20 orang.
“Peserta pelatihan yang terdiri dari koodinator tim (Kortim) dan pencacah lapangan (PCL) adalah masyarakat yang direkrut secara terseleksi, dan nantinya akan disebar tugaskan diseluruh kecamatan se Kabupaten Poso,” ungkap Ketua Panitia Pelatihan Sensus Penduduk, Sabri Yusuf,S.Sos dalam laporannya. /*octo

Senin, 05 April 2010

Open Tournament Super Grasstrack dan Motocross 2010 Resmi Ditutup Bupati





Poso – Setelah berakhirnya open tournament super grasstrack dan motocross yang berlangsung selama kurang lebih 3 hari, akhirnya dari 120 peserta crosser keluar sebagai juara umum pada 4 class yaitu, juara umum mini moto M.Fadly Dg Liwang dari Lebanu Racing Team Poso dengan total poin 69, juara umum lokal Kabupaten Poso Frans dari Putri Gravala Pencipta Alam Racing Team Tentena dengan total poin 47, juara umum junior Deden Champ dari Champ Celluler Racing Team Palu dengan total poin 41, dan juara umum senior Juy Pasolang dari Ineby Racing Team Morowali dengan total poin 144.
Sementara dari 14 class yang dipertaruhkan sebelumnya, seperti class Mini Moto A juara pertama Rahman Darwis dari Pinrang Motor Sport Lembadasa Donggala (25 point), kedua M.Fadly Dg Liwang Lebanu Racing Team Poso (22 point), ketiga Anugerah dari Harko Racing Team Palu (20 point), keempat Wawan dari Bintang Fajar Cacao Racing Poso (18 point), kelima Kiki Djanggola Matrimah Racing Team Palu (16 point). Class Mini Moto B juara pertama Andry dari STIMIK Bina Mulia Palu dengan raihan 25 point, Yayat Champ dari Champ Racing Team Palu (22 point), M.Fadly Dg Liwan dari Lebanu Racing Team Poso (20), Anugerah dari Harko Racing Team Palu (18 point), dan Wawan dari Bintang Fajar Cacao Racing Poso (16 poin).
Class Mini Moto Lokal Poso, juara pertama Moh.Aswar dari Puna Racing Team Poso (25 point), kedua M.Fadly Dg Liwan dari Lebanu Racing Poso (22 point), diurutan ketiga Asrul Sutarman dari Bintang Fajar Cacao Racing Poso (20 point), dan keempat Ikbal Pranata dari Gama Racing Team Poso (18 point). Class Standar Pemula Lokal Poso, juara pertama Frans dari Putri Gravala Pencipta Alam Racing Poso (25 point), Jimmy Wenur dari RBM Ratolene Racing Poso (22 Point), Harisandi dari Figura Racing Team Ampana (20 point), Frengky Mengkilo dari Gelagar Racing Team Tentena (18 point), dan diperingkat kelima Heman Hamzah dari Helam Racing Team Poso (16 point).
Untuk Class Bebek Modifikasi 2 dan 4 Langka Lokal Poso, peringkat pertama M.Jafar dari Bintang Fajar Cacao Racing Poso total point 25, kedua Frans dari Putri Gravala Pencipta Alam Racing Poso (22 point), ketiga Stenly Naruto Badilo dari Bintang Fajar Cacao Racing Poso (20 Point), keempat Frengky Mengkilo dari Gelagar Racing Team Tentena (18 point), dan kelima Sandy Kaley dari Beruang Racing Team Palu dengan total poin 16. Class FFA Pemula/Junior Lokal Poso, juara pertama Frans dari Putri Gravala Pencipta Alam dari Poso dengan poin 25, Stenly Naruto dari Bintang Fajar Cacao Racing Poso (22 point), M.Jafar dari Bintang Cacao Racing Poso (20 poin), Junaedi dari Rizky Motor Sport Poso (18 point), dan juara kelima Sandy Kaley dari Beruang Racing Palu (16 point).
Diclass Bebek Standar Pemula Open, juara pertama Frans dari Putri Gravala Pencinta Alam Racing Poso (25 Point), Aco Pratama dari Puna Racing Team Ampibabo (22 Point), Noval Renaldi dari Gemini Pivot Racing Team Palu (20 point), Jimmy Wenur RBM Ratolene Racing Poso (18 point), dan kelima Omang Budo dari Rizky Motor Sport Racing Poso (16 point). Class FFA Pemula/Junior Open, juara pertama Noval Renaldi dari Gemini Pivot Racing Palu (25 point), juara kedua Adith dari Yandri 29 Team Palu (22 point), juara ketiga Nayan Pakan dari Bintang Fajar Cacao Racing Poso (20 point), juara keempat Ambang Palermo dari STIMIK Bina Mulia Racing Palu (18 poin), dan juara kelima Deden Champ dari Champ Racing Palu (16 point).
Sementara Class Bebek Modifikasi Junior Open, dijuara pertama Deden Champ dari Champ Racing Team Palu total poin 25, kedua Robby Parabi dari Parabi Optik Racing Palu (22 point), ketiga Naya Pakan dari Bintang Fajar Cacao Rasing Poso (20 point), keempat Stenly Naruto Badilo dari Binatang Fajar Cacao Rasing Poso (18 poin), kelima Ambang Palermo dari Stimik Bina Mulia Racing Team Palu (16 poin). Diclass Eksekutif, juara pertama Budy Mangge dari IMI Racing Team Palu total poin 25, kedua H.Akky dari Pinrang Motor Sport Lembasada Donggala total poin 22, ketiga Jimmy Wenur dari RBM Ratolene Racing Poso total poin 20, keempat Stenly Naruto Badilo dari Bintang Fajar Cacao Poso total poin 18, dan kelima Noval Renaldi dari Gemini Pivot Racing Palu total poin 16.
Sedangkan di Class Motocross, pertama Bion Senduk dari STIMIK Bina Mulia Palu total poin 50, Deden Pranata dari Gama Rasing Team Palu di juara kedua total poin 44, Hendro Cahyadi dari Bintang Fajar Cacao Poso dijuara ketiga dengan total poin 40, Syamsul Alam dari LMS Racing Palu dijuara keempat total poin 36, dan Dadank Efendi dari Puna Racing Team Palu total poin 31. Class Bebek Modifikasi 2 Langkah Senior, Juy Pasolang dari Ineby Racing Team Kolonodale dijuara pertama (50 poin), Deden Champ dari Champ Racing Team dijuara kedua (42 poin), Deden Pranata dari Gama Racing Palu dijuara ketiga (40 poin), Naya Pakan dari Bintang Fajar Cacao Racing Poso di juara keempat (36 poin), Hendro Cahyadi dari Bintang Fajar Cacao Poso dijuara kelima (31 poin).
Dan di Class Campuran Senior, juara pertama Tamin Mitra dari Gemini Pivot Racing Palu (47 poin), juara kedua Juy Pasolang dari Ineby Racing Kolonodale (47 poin), ketiga Deden Pranata dari Gama Racing Palu (40 poin), keempat Deden Champ dari Champ Racing Palu (36 poin), kelima Ambang Palermo dari STIMIK Bina Mulia Racing Team Palu (32 poin). Diclass Bebek Modifikasi 4 Langkah Senior, Juy Pasolang dari Ineby Racing Kolonodale juara pertama dengan total poin 47, juara kedua Naya Pakan dari Bintang Fajar Cacao Racing Poso total poin 40, ketiga Ambang Palermo dari STIMIK Bina Mulia Palu total poin 38, keempat Robby Parabi dari Parabi Optik Racing Team Palu total poin 38, dan juara kelima Deden Pranata dari Gama Racing Team Palu total poin 38.
Saat sebelum pengumuman hasil juara Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang yang diwakili Kepala Inspektorat Kabupaten Poso Anthony H.Tadjongga,BSc,S.Sos, mengatakan rasa bangga tersendiri bagi daerah ini (Poso) utamanya bagi Kecamatan Poso Pesisir, karena kegiatan ini baik diikuti dari Palu maupun dari daerah kabupaten lain. “Ini menandakan bahwa masyarakat Poso yang sangat menginginkan persatuan, perdamaian, dan kebersamaan telah terwujud melalui suksesnya terlaksana kegiatan seperti ini,” jelasnya.
Tak lupa juga Ia berterima kasih kepada jajaran Polri/TNI bersama masyarakat yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. “Apalagi menjelang pelaksanaan Pilkada agar kepada masyarakat yang ada di Poso dapat mempertahankan kondisi yang baik ini, sehingga nanti kita dapat melaksanakan pilkada yang aman, tentram, dan damai,” harap Kepala Inspektorat saat menutup Open Tournament Super Grasstrack dan Motocross di Sirkuit Posintuwu Ratolene, Kecamatan Poso Pesisir, Minggu (4/4).
Kedepan pada kegiatan seperti ini bagi generasi muda pecinta motocross agar perlu ditingkatkan baik itu ditingkat regional bahkan ditingkat nasional. “Berlatihlah dan bersainglah secara sehat, agar kita bisa menjadi seorang jawara motocross yang dikenal sepanjang masa. Sehingga bisa membawa harum daerah kita,” tutupnya.
Kegiatan ini berakhir dengan penyerahan hadiah berupa piala dan bonus uang, serta pemberian bonus 1 buah motor bebek kepada class Juara Umum Senior dengan total poin 144 atas nama Juy Pasolang dari Ineby Racing Team Kolonodale, Kabupaten Morowali. /*octo