Rabu, 15 Desember 2010

83 Jamaah Haji Dari Tanah Suci Tiba di Kabupaten Poso




Gebangrejo, (Poso Kota) – Sebanyak 83 orang jamaah haji kabupaten Poso dan ditambah 2 petugas kloter, Rabu 15 Desember 2010 tiba di tempat asalnya (Poso). Jamaah haji kabupaten Poso yang sebelumnya diberangkatkan 2 November 2010, mendapat kloter 12 yang tergabung pada kelompok terbang (Kloter) Propinsi Sulawesi Tengah, diantaranya Palu, Poso, Donggala, Morowali dan Parigi Moutong.
Sementara jamaah haji kabupaten Poso yang terdapat 7 regu, terdiri dari Kecamatan Poso Kota dan Poso Kota Utara sebanyak 34 orang, Kecamatan Poso Pesisir 24 orang, Kecamatan Poso Pesisir Utara 19 orang, Kecamatan Poso Pesisir Selatan 2 orang, dan Kecamatan Lage 2 orang jamaah haji.
Rombongan yang melanggsungkan ibadah haji di tanah suci Mekkah selama kurang lebih 45 hari ini, telah menunaikan rukun hajinya dengan pemulangan ke Kabupaten Poso dalam keadaan sehat dan selamat. “Alhamdulillah jamaah haji yang berjumlah 83 orang pada tahun ini telah melaksanakan seluruh rukun-rukun haji dengan baik dan kembali dalam keadaan sehat. Meskipun ada gangguan-gangguan kecil, namun semuanya itu ada berkahnya,” kata Ketua Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Poso Drs H Nasruddin L Midu,M.Ag saat menyerahkan rombongan jamaah haji kepada pemerintah daerah kabupaten Poso dan para keluarga, di Gedung Sanggar Pemuda Poso.
Setelah kurang lebih sebulan lamanya melakukan perjalanan ibadah haji dengan berbagai persyaratan dan cobaan selama berada di tanah suci Mekkah dan Madinah, perlu adanya peningkatan iman dan taqwa yang bisa membekali diri kita baik dikehidupan duniawi maupun di akhirat. “Sebagai implementasi kepada para jamaah haji agar bisa menanamkan prinsip-prinsip kehidupan yang baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan kerja,” harap Wabup kepada para jamaah yang telah melaksankan ibadah haji.
Sehingga apa yang menjadi harapan sebagai haji yang mabrur bisa tertanam dan terlaksana dalam diri kita yang dapat menjadikan sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. “Mudah-mudahan Anda menjadi haji yang mabrur yang bisa menjadi panutan bagi bangsa dan negara,” tambah Wabup Ir T Samsuri MSi saat menerima rombongan jamaah kabupaten Poso musim haji 1431 H/2010 M, di Gedung Sanggar Pemuda Poso, Rabu (15/12).
Saat pemulangan jamaah haji, dalam pesan dan kesannya oleh salah satu anggota haji menyampaikan, rasa terima kasih kepada pemerintah baik daerah, propinsi, pusat maupun pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan pelayanan yang begitu baik saat mereka melangsungkan perjalanan ibadah hajinya hingga tiba di daerah asalnya (Poso). “Tidak ada artinya uang senilai 31 juta dibanding dengan saat kita menunaikan ibadah perjalanan haji ditanah suci, sebab semuanya itu bisa membawa hikmah dan berkah,” ucap syukur anggota jamaah haji Poso yang tiba saat itu. /*octo

Selasa, 07 Desember 2010

Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1432 H Kabupaten Poso Gelar Zikir Bersama




Gebangrejo, (Poso Kota) – Tepatnya pada tanggal 7 Desember 2010 seluruh umat Muslim di tanah air memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1432 Hijriah, demikian halnya di Kabupaten Poso dalam memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1432 Hijriah mengadakan zikir bersama dan penyampaian tausiah atau ceramah oleh Drs Ustad Gasyim Yamani,M.Ag. Kegiatan yang gelar Panitia Tetap Hari-Hari Besar Islam (PTHBI) Kabupaten Poso ini, dipusatkan di lapangan Sintuwu Maroso Poso dipadati oleh seluruh umat Muslim yang ada di Kabupaten Poso.
Pada pelaksanaan zikir bersama ini, sebelum penyampaian tausiah dari Ustad Gasyim Yamani, Wakil Bupati Poso Ir T Samsuri MSi mengatakan dalam sambutan Bupati Poso, selaku umat yang beriman patutlah kita memanjatkan puji dan syukur kepada kehadirat Allah SWT melalui doa dan zikir, utamanya dalam memperingati 1 muharram 1432 hijriah. Sebab kita sebagai manusia selalu mengharapkan nikmat dan rahmat dari-Nya yang tak henti-henti. “Tahun baru Islam adalah sangat tepat bagi kita semua untuk bertafakur dengan pikiran dan tadabur dengan hati,” ungkapnya.
Dikatakannya, perlunya kita mencontohi kehidupan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan bagi pengikut ajarannya yaitu agama Islam, dimana Rasulullah dalam perjalanan hijrahnya dari kota suci Mekkah ke kota Madinah dapat membangun umat Islam dan masyarakat madinah yang terdiri dari berbagai pemeluk agama diatas prinsip-prinsip akidah islam, termasuk suatu sistim politik, keamanan serta ekonomi dengan tetap menegakkan hukum secara adil. “Ini untuk menghapus kezaliman, menghormati hak asasi manusia, serta menciptakan ketertiban masyarakat hidup dalam suasana toleransi antar umat beragama dan suku diantara penduduk madinah,” ceritanya.
Olehnya bertitik tolak dan bercermin pada keteladanan Rasulullah SAW, Wabup Poso mengajak kepada seluruh element masyarakat yang ada di Poso utamanya bagi umat muslim Poso, agar lebih banyak berbuat baik yang diridhoi oleh Allah SWT dengan meningkatkan kualitas pengabdian kita demi nusa dan bangsa. “Begitu juga dengan syiar agama yang kita sampaikan agar lebih mengedepankan persatuan dan kesatuan yang dapat mewujudkan kabupaten Poso yang aman, damai, adil dan sejahtera melalui iman dan taqwa kepada Allah SWT,” harap Wabup dalam sambutan Bupati Poso
Sementara Ustad Gasyim Yamani dalam tausiahnya menyampaikan, dalam menyambut tahun baru Islam ini kita sebagai umat Muslim yang taat, lebih mengintrospeksi diri dengan semua apa-apa yang telah dilakukan/perbuat, serta memilih semua bentuk amalan yang baik untuk tetap dipertahankan dan dikerjakan. Begitu juga pada perbuatan yang tidak baik/bermanfaat, yang bisa merugikan baik diri kita maupun untuk orang lain untuk ditinggalkan.
Disamping itu, dengan kehidupan yang semakin modern, banyaknya berbagai tantangan dan hambatan yang kita hadapi di dunia ini, olehnya perlu ditunjang dengan pendidikan dan moral yang tinggi utamanya bagi anak-anak masa depan bangsa sebagai generasi penerus. “Anak-anak kita sebagai generasi Islam harus dimodali dengan iman dan ilmu pengetahuan,” ingat Ustad Gasyim kepada orang tua yang saat itu mendengarkan penyampaian tausiahnya.
Perlunya pendidikan yang dibekali dengan iman disaat sekarang, kata Ustad Gasyim, ini adalah untuk sebagai tujuan utama dalam menghadapi dikehidupan yang semakin canggih dan modern. “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu pengetahuan dan beriman,” jelasnya mengutip firman Allah.
Begitu juga dalam mendalami ilmu pengetahuan dan keimanan perlunya ditunjang dengan amal perbuatan, sebab katanya, ilmu tanpa diamalkan laksana pohon yang tanpa ada buahnya. Olehnya pada peringatan 1 muharram ini agar lebih kita meningkatkan kualitas keimanan kita ditengah kehidupan yang globalisasi ini, sehingga pada klimaksnya kita akan memperoleh rabbana atina fiduniah hassanah wafilakhirati hassanah waqinah azabanah. “Kita memperoleh kebahagian di dunia, dan Insya Allah selamat diakhirat. Apalah gunanya bahagia di dunia, tapi siksa diakhirat,” tutup Drs Ustad Gasyim Yamani M.Ag dalam tausiahnya, pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1432 H yang dipusatkan di lapangan Maroso Poso, Selasa (7/12). /*octo

Pemuda Klasis Poso Kota dan DPD KNPI Kabupaten Poso Gelar Ibadah Natal Bersama



Gebangrejo, (Poso Kota) – Dalam rangka menyongsong natal tahun 2010 dan tahun baru 2011, pemuda klasis Poso Kota bersama KNPI Kabupaten Poso dan Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) jemaat Eklesia menggelar ibadah natal bersama di Gereja Eklesia, Kelurahan Gebangrejo, Kecamatan Poso Kota.
Pelaksanaan ibadah natal bersama yang tak lain bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antara sesama penganut kristiani dalam merajut kebersamaan, juga sebagai peringatan dimana lahirnya Isa Almasih putra Maryam. “Sebagai pengikut Tuhan kita harus mampu menjalin persaudaraan dengan kebersamaan,” kata Anthony H.Tadjongga.
Kepala Inspektorat Poso Anthony H Tadjongga,BSc,S.Sos mengatakan, walaupun pelaksanaan natal kali ini sangat sederhana, namun bisa membawa arti dan makna yang sangat penting, yang tidak akan terukur nilainya. “Jangan jadikan natal ini sebagai simbol, tetapi dapat membawa perubahan dan pembaharuan dalam kehidupan,” jelas Kepala Inspektorat dalam sambutannya saat mewakili Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM pada perayaan ibadah natal bersama Pemuda Klasis Poso Kota dengan DPD KNPI Kabupaten Poso, di gereja Eklesia, (6/12).
Masih dikatakannya, perayaan natal melalui ibadah bersama hendaknya lebih memaknai apa yang menjadi ajaran dan panutan baik dalam diri kita, keluarga, jemaat dan masyarakat. “Percuma setiap tahunnya kita memperingati natal tapi kita tidak bisa menyatukan hati. Siapapun yang hidup di dunia ini adalah makhluk ciptaan tuhan,” ingatnya kepada para jemaat.
Olehnya dalam membangun kebersamaan dan menciptakan suasana yang harmonis antara sesama jemaat maupun pemuda gereja, perlunya dukungan ataupun peran dari pemuda-pemuda gereja yang bisa diandalkan demi membangun daerah ini utamanya dalam kehidupan kerohaniaan. “Mari kita wujudkan pemuda klasis yang lebih baik dan handal dalam menuju kearah yang lebih baik,” ajak Ketua DPD KNPI Kabupaten Poso Ruddy R.Rompas SH.
Hubungan antara pemuda klasis dan KNPI Kabupaten Poso, kata Ruddy R.Rompas adalah hal yang perlu jalin, sebab peran pemuda klasis dan KNPI Poso yang juga sebagai motor pembawa pembaruan, merupakan sebuah modal yang paling penting dimiliki pemuda untuk mampu muncul sebagai pemimpin di lingkungan dimana ia berada, baik dibidang kerohanian, di lingkungan keluarga, maupun ditengah-tengah masyarakat. “Pemuda adalah sebagai ujung tombak masa depan bangsa dan negara,” ungkap Ruddy R.Rompas SH yang juga sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja saat menyampaikan sambutannya pada perayaan ibadah natal bersama di gereja Eklesia, Kelurahan Gebangrejo, Senin (6/12).
Disamping itu dalam menjalin hubungan keakraban antara sesama umat manusia dalam berkehidupan yang berjiwa sosial adalah hal yang terpenting, sebab manusia saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. “Yang diharapkan disini adalah perlunya peran dan eksistensi para pemuda gereja melalui pikiran-pikiran kreatif, inovatif, dan dinamis,” tambah Ketua Pemuda Klasis Poso Kota Pdt Desmun Kantjai,STh. /*octo

Minggu, 05 Desember 2010

Wabup Tutup Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup 2010






Kasintuwu, (Poso Kota Utara) - Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup 2010 dalam memperubutkan piala bergilir Bupati Poso yang berlangsung sejak tanggal 24 Nopember hingga 4 Desember 2010, resmi ditutup Wakil Bupati Poso Ir T.Samsuri MSi.
Kegiatan yang dilangsungkan di Gedung Olahraga (GOR) Puselemba, Keluruhan Kasintuwu, memperlombakan 5 kelas kejuaraan bulutangkis. Diantaranya, kelompok putri 15 tahun kebawah diikuti 6 pasang, kelompok putra 15 tahun 12 pasang, ganda putri umum 11 pasang, ganda putra A diikuti 12 pasang, dan kelompok ganda putra B diikuti 29 pasang.
Pada partai final yang diikuti 5 kelas ini telah mempertemukan antara pasangan ganda kelas putra A, Hi Link/Pitu melawan Heru/Yunus yang dimenangkan pasangan Hi Link – Pitu dengan skor 21 – 17, 21 – 12. Ganda putra kelas B antara pasangan Gustam/Ansar melawan Kandar/Rudi yang berakhir dengan long set dan dimenangkan pasangan Gustam/Ansar dengan skor 18 – 21, 21 – 12, 29 – 27.
Sementara dikelas ganda putri yang mempertemukan antara pasangan Jana/Mita dan Ririn/Sithy dimenangkan pasangan Ririn/Sithy dengan skor 16 – 21, 13 – 21. Untuk tunggal putra 15 kebawah mempertemukan Fajar Andewa melawan Sandy yang dimenangkan Fajar Andewa dengan skor kemenangan 21 – 15, 21 – 19. Dan ditunggal putri 15 tahun kebawah mempertemukan antara Dinda melawan Mirna yang dimenangkan oleh Mirna dengan skor 21 – 13, 21 – 14.
Saat penutupan kejuaraan bulutangkis bupati cup 2010, Wakil Bupati Poso Ir T Samsuri MSi mengatakan, banyaknya peserta yang mengikuti pertandingan bulutangkis dan ditambah antusias penonton, ini merupakan tanda bahwa masyarakat Kabupaten Poso juga menggemari olahraga bulutangkis. “Pastinya ini semuanya juga akan mendorong. Mudah-mudahan dunia perbulutangkisan kita yang akan datang akan lebih baik daripada masa-masa yang sebelumnya,” harapnya.
Dikatakannya, sebagaimana rencana kerja PBSI Kabupaten Poso kedepan yang akan menyiapkan tournamen-tournamen dikelompok umur tertentu, yang mungkin akan digelar setiap dua bulan sekali, pemerintah akan terus memberikan dukungannya apa yang menjadi upaya dan kerja keras dari PBSI Kabupaten Poso dimasa mendatang. “Mudah-mudahan dengan pola-pola demikian yang lebih tensif akan dapat membantu dan mengembangkan perbulutangkisan kita dimasa-masa mendatang,” jelas Wabup.
Olehnya Wabup Poso mengharapkan kepada para atlet-atlet yang telah mengikuti kejuaraan ini agar lebih meningkatkan kualitasnya dengan terus berlatih, sehingga dapat mencapai prestasi yang lebih baik. “Yang menang jangan terlalu membangga dan kalah jangan berkecil hati. Marilah sama-sama kita tingkatkan pelatihan kita masing-masing,” ajak Wabup Poso saat mewakili Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM saat menutup kejuaraan bulutangkis bupati cup 2010, di GOR Puselemba, Kelurahan Kasintuwu, Kecamatan Poso Kota Utara, Sabtu malam (4/12).
Suatu kebanggaan terbesar bagi pengurus PBSI Kabupaten Poso kepada panitia pelaksana yang telah memperlombakan pada kejuaraan bulutangkis ini (Bupati Cup 2010) dengan mengikutsertakan kelas umur dibawah 15 tahun, sebab kata Drs Amdjad Lawasa MM ini adalah untuk pertama kalinya digelar di daerah Kabupaten Poso. “Ini bermaksud untuk mencari bibit-bibit atlet yang akan membawa nama harum kabupaten Poso pada kejuaraan tingkat propinsi,” ucap Ketua Umum PBSI Kabupaten Poso.
Walaupun pada kejuaraan ini (Bupati Cup 2010) masih didominasi oleh pasangan lanjut usia (tua), Ketua PBSI Poso Drs Amdjad Lawasa MM mengharapkan, kedepan kejuaraan seperti ini lebih banyak lagi diikuti oleh adik-adik yang dibawah usia 17 tahun sehingga bisa membawa harum daerah Kabupaten Poso. “Kedepan dalam waktu dekat ini, saya (PBSI) akan melaksanakan kejuaraan kelompok umur antar klub se Kabupaten Poso. Kemungkinan dua bulan kedepan pertandingan ini akan digelar,” janji Drs Amdjad Lawasa MM yang juga sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Poso.
Terlaksananya kegiatan ini merupakan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso kepada panitia pelaksana bupati cup 2010 dalam memajukan dunia olahraga khususnya cabang bulutangkis di Kabupaten Poso. “Ini merupakan kerjasama yang baik antara panitia pelaksana dengan pemerintah daerah sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar,” ucap Max selaku Ketua Panita Pelaksana Kejuaraan Bupati Cup 2010. /*octo

Bupati Poso Pimpin Rapat Bersama Para Kepala SKPD


Geabngrejo, (Poso Kota) - Seiring dengan bergulirnya masa kepemimpinan Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM dalam memegang jabatan sebagai kepala daerah (bupati) untuk kedua kalinya, Bupati Poso terus berupaya berbenah diri baik dari sisi pemerintahan maupun dalam hal peningkatan kinerja pada jajaran SKPD.
Salah satunya saat melakukan rapat kerja dan evaluasi bagi setiap pimpinan SKPD, Bupati Drs Piet Inkiriwang MM mengatakan, perlu adanya peningkatan kinerja maupun penerapan kedisiplinan bagi setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) utamanya bagi pimpinan di setiap unit kerjanya masing-masing. “Pimpinan sebagai contoh dan teladan bagi para staf dalam mengembang tugasnya di setiap unit kerjanya,” kata Bupati.
Dalam menciptakan pemerintah yang bersih dan yang baik bagi setiap pegawai negeri sipil, yang mana sebagai abdi masyarakat dan abdi Negara adalah merupakan hal paling penting perlu dikedepankan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. “Semuanya itu perlu adanya perubahan sikap, baik perilaku maupun tingkah laku dalam mengemban tugas kita,” jelasnya.
Perubahan ini dimaksudkan, kata Bupati, adalah pembenahan melalui sistim keadministrasian maupun program-program kerja kedepan yang terencana dan terarah. Sehingga apa yang menjadi harapan ataupun target kita kedepan bisa tercapai maupun terlaksana untuk membangun daerah kabupaten Poso kearah yang lebih baik.
Bupati menandaskan, nantinya dalam waktu dekat ini juga akan diadakan pelantikan bagi pejabat eselon dua dan tiga, dimana pada pelantikan ini ada yang akan mengisi posisi jabatan kosong dan ada juga yang akan dipromosikan pada jabatan barunya. “Kepada para pejabat tetaplah bekerja semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugasnya pada posisinya saat ini. Biarlah pimpinan (baperjakat) yang menilai anda,” harap bupati.
Disamping itu selain dilakukannya pelantikan, masih dikatakan bupati, akan dilakukannya perampingan bagi unit kerja dalam hal ini dinas, kantor dan badan, juga penambahan bagian pada sekretariat dilingkungan Pemda Poso. “Ini bukan berarti mengurangi tugas dan kerja bagi setiap instansi tetapi lebih mengektifkan dan mengefisiensi kinerja di satuan kerja perangkat daerah,” tutup Bupati yang saat itu didampingi Wakil Bupati Poso Ir T Samsuri MSi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs Amdjad Lawasa MM saat memimpin rapat kerja dan evaluasi bagi setiap pimpinan SKPD, di ruang Pogombo Kantor Bupati Poso, Jumat (3/12). /*octo

Senin, 22 November 2010

Pembukaan UDG Tingkat Kabupaten Poso Digelar



Toini, (Poso Pesisir) - Seperti halnya bagi umat Muslim dan Kristiani, umat muslim biasanya menggelar STQ dan MTQ baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional, dan umat kristiani menggelar Pesparawi ditingkatkan yang sama. Demikian juga bagi umat Hindu, tepatnya pada tanggal 20 November 2010 menggelar Utsawa Dharma Gita (UDG) ke-IV tingkat kabupaten Poso, yang dipusatkan di Pura Agung Jagad Natha Stana Narayana desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir.
Utsawa Dharma Gita atau yang dikenal sebagai nyanyian suci keagamaan Hindu yang telah berlangsung sejak 20 hingga 21 November 2010, dibuka langsung Staf Ahli Bupati Poso Drs Yoksan Lakukua mewakili Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM, Minggu (21/11).
Berbagai kegiatan yang digelar seperti lomba Pembacaan Mantra/Sloka, Pembacaan Phalawakya, Dharma Wacana, dan lomba Dharma Widya atau yang lebih dikenal dengan Cerdas Cermat. Untuk peserta pada kegiatan ini diikuti dari PHDI kecamatan/desa sekecamatan Poso Pesisir Utara dan PHDI Kecamatan Poso Pesisir Selatan, sedangkan pada Lomba Utsawa Pembacaan Mantra/Sloka, Pembacaan Phalawakya, dan Dharma Wacana diikuti dari pasangan peserta remaja putra dan putri dari rayon sekabupaten Poso, juga pada Dharma Widya atau Cerdas Cermat diikuti dari tingkat SD, SMP, dan SMA.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana UDG Kabupaten Poso, I Ketut Yuda SPd, kegiatan ini merupakan program kerja LPDG Kabupaten Poso melalui hasil keputusan rapat LPDG dan PHDI Kabupaten Poso beserta PHDI kecamatan dan desa sekabupaten Poso pada tanggal 7 November 2010 di Pura Agung Jagad Stana Narayana Kabupaten Poso di desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir. “Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan dalam membaca kitab suci Weda dan kidung-kidung keagamaan, serta merintis kader-kader pendharma wacana,” ungkapnya.
Kegiatan yang mengangkat tema “Melalui Utsawa Dharma Gita IV Tingkat Kabupaten Poso Kita Tingkatkan Pemahaman, Penghayatan, dan Pengamalan Ajaran Suci Weda,” adalah merupakan kandungan nilai-nilai ajaran agama yang sangat tinggi untuk memberikan tuntunan pemahaman terhadap ajaran agama Hindu mulai dari aspek tatwa, susila maupun upacara. “Ini agar bagaimana kita tetap menjaga kerukunan antar umat beragama dengan cara berpikir yang baik melalui perkataan atau ucapan sehingga menjadi panutan kepada orang banyak,” jelas Ketua LPDG Kabupaten Poso, Ir Sikade Sutania, saat pembukaan UDG di Pura Agung Toini dalam keterangan releasenya.
Ditambahkan Ir Sikade Sutania, bahwa pelaksanaan UDG yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali untuk tingkat kabupaten tepatnya di Poso, nantinya hasil dari lomba ini akan dibawa pada tingkat propinsi pada bulan Desember 2010. “Dan untuk tingkat nasional nantinya akan digelar pada Juli 2011 mendatang tepatnya di Denpasar Bali,” kata Sikade Sutania yang menurutnya baru pertama kalinya pelaksanaan Utsawa Dharma Gita tingkat Kabupaten Poso digelar di Pura Agung Toini, Kecamatan Poso Pesisir.
Olehnya melalui kesempatan itu juga seluruh panitia pelaksana UDG kabupaten Poso mengharapkan kepada Pemerintah Daerah agar menjadi perhatian penuh atas terselenggaranya kegiatan-kegiatan seperti ini. “Mudahan-mudahan Pemerintah Daerah dapat memberikan kontribusinya melalui bantuan baik dari segi material dan spiritual kepada umat Hindu,” tambah Ketua PHDI Kabupaten Poso.
Sementara Bupati Poso melalui Staf Ahlinya Drs Yoksan Lakukua mengatakan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan seperti ini, karena selain untuk mencari bakat maupun pencarian prestasi yang terbaik juga merupakan cerminan untuk kita dalam mengagungkan/memuji nama tuhan. “Ini merupakan motivasi dan keterpanggilan saudara-saudara dalam mengembangkan bagian dari misi pelayanan umat Hindu secara keseluruhan terdapat masyarakat dari berbagai kalangan umat beragama,” terangnya.
Untuk itu melalui kegiatan ini marilah kita bersama-sama membangun kehidupan ini dalam suasana keagamaan yang lebih erat. “Peliharalah Bumi Sintuwu Maroso menuju kehidupan yang lebih baik, melalui suasana yang aman, damai dan penuh persaudaraan antara satu dengan yang lainnya,” ajak Bupati Poso dalam sambutan pembukaan Utsawa Dharma Gita tingkat Kabupaten Poso yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Staf Ahli Drs Yoksan Lakukua, Minggu (21/11). /*octo

Senin, 08 November 2010

Diklat Prajabatan Golongan III Dimulakan di Poso



Kasiguncu, (Poso Pesisir) - Sebanyak 100 orang peserta CPNS dari berbagai instansi mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) prajabatan golongan III di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir.
Peserta diklat gelombang kedua bagi CPNS di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Poso terbagi dua angkatan yaitu angkatan III dan IV untuk mengikuti masa pelatihan kurang lebih selama tiga minggu di SKB.
Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs Amdjad Lawasa mengatakan, suatu keharusan bagi seorang CPNS untuk mengikuti diklat prajabatan ini untuk menapaki jenjang seseorang jika nantinya diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS). “Kepada saudara-saudara hendaknya bersyukur, karena dari sekian banyak orang yang ingin menjadi pegawai negeri hanya kalian yang terpilih,” saran Sekab Poso kepada para peserta diklat prajabatan.
Ditambahkan Sekab, agar kegiatan ini (diklat) lebih dimanfaatkan sebaik-baiknya dan disertai dengan rasa tanggungjawab yang tinggi sebagai seorang pengabdi bangsa dalam melaksanakan tugas secara profesional. “Seorang aparatur pemerintah selalu diarahkan pada peningkatan kualitas, bukan kuantitas belaka yang hanya berpenampilan PNS tetapi tidak mampu berbuat apa-apa,” singgung Sekab Amdjad Lawasa mengutip sambutan Bupati Poso saat membuka diklat prajabatan golongan III, gelombang II, angkatan III dan IV, di Gedung SKB Poso, Senin (8/9).
Masih dikatakannya, saat ini perlunya pembinaan kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan melalui konsekuen sumpah/janji bagi seorang pegawai negeri sipil, agar berbagai aturan serta ketentuan yang diatur bagi seorang PNS dapat dipatuhi sepenuhnya sebagaimana tugas dan tanggungjawabnya. “Kedepan jadilah seorang pegawai negeri sipil yang patuh, taat didalam bidang dan tugasnya masing-masing,” harap Sekab yang diakhir kegiatan (diklat) ditandai dengan penyematan tanda peserta prajabatan secara simbolis kepada dua orang peserta diklat. /*octo