Rabu, 16 Maret 2011

PFC Menangi Turnamen Futsal Dandim Cup 2011



Gebangrejo, (Poso Kota) – Setelah melewati fase grup dan unggul di partai final, PFC akhirnya keluar sebagai juara pada turnamen futsal Dandim Cup 2011 mengalahkan Sriwijaya Kusuma dengan kemenangan skor tipis 1 – 0. Turnamen yang berlangsung kurang lebih 2 bulan dengan sistem grup ini diikuti dari 62 tim yang berada di wilayah Kabupaten Poso.
Pada penutupan yang berlangsung di lapangan Sintuwu Maroso atau tepat di depan kantor Bupati dan DPRD Poso, dikatakan Wakil Bupati Poso Ir T.Samsuri, bahwa pertandingan yang memakan waktu cukup lama ini adalah iven yang untuk pertama kali digelar di wilayah Kabupaten Poso selama tournament sepakbola. “Terima kasih kepada panitia penyelenggara iven ini, karena selama pertandingan berlangsung tidak ada gejolak yang timbul yang mengakibatkan kegiatan ini bisa berjalan lancar,” ucap wabup.
Olehnya wabup berharap, agar kepada tim pemenang pada turnamen dandim cup 2011 untuk tetap mempertahankan gelar juara ini, sehingga bisa membawa tim ini sukses di iven-iven selanjutnya. “Pertahankan prestasi ini bahkan kalau bisa dapat ditingkatkan lagi. Bagi tim lainnya yang belum meraih juara terima kasih atas partisipasinya dalam keikutsertaanya pada iven ini, semoga diiven-iven mendatang dapat berbuat lebih baik,” harap Samsuri saat menutup kegiatan yang telah berlangsung beberapa hari lalu.
Sebagai informasi bahwa Poso Futsal Community (PFC) adalah salah satu komunitas futsal yang pertama kali menggelar turnamen futsal di kabupaten Poso pada beberapa waktu yang lalu. Dan pada turnamen ini (dandim cup 2011), PFC telah menurunkan dua tim yaitu PFC A dan PFC B yang akhirnya PFC A keluar sebagai juara Dandim Cup 2011.
Sementara pada perebutan partai lainnya dalam turnamen futsal dandim cup 2011 untuk meraih juara tiga dan empat, mempertemukan Reinkarnasi dan Polres Poso yang dimenangkan oleh tim Reinkarnasi dengan skor 2 – 0.
Usai turnamen yang dimotori oleh Kodim 1307 Poso dalam memperebutkan piala bergilir Dandim Cup 2011, keluar sebagai pemain terbaik (the best player) pada dandim cup 2011 adalah Wahyu tim dari PFC, top skorer atau pencetak gol terbanyak atas nama Ichal dari tim PFC dengan torehan 11 gol, dan kipper terbaik Muh Riyan dari tim Reinkarnasi. /*octo

Minggu, 13 Maret 2011

Kadis Parbud Poso Terima ECC


Gebangrejo, (Poso Kota) – Mahasiswa Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) Poso yang tergabung dalam English Conversation Club (ECC) melakukan tatap muka dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Poso guna membahas perkembangan kepariwisataan dalam membangun kabupaten Poso dimasa mendatang.
ECC yang dihadiri kurang lebih dua puluh lima orang yang terdiri dari beberapa fakultas yang ada di Unsimar Poso ini, diantaranya dari FKIP dan Fakultas Hukum, diterima langsung Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Poso Amir Kiat SH beserta para stafnya yang berlatar belakang mempunyai pendidikan berbahasa inggris, dari perhotelan, dan tour and travel.
Pertemuan yang berlangsung kurang lebih 2 jam yang menggunakan percakapan berbahasa inggris ini berlangsung santai di taman kantor dinas pariwisata dan kebudayaan kabupaten Poso, dengan mengangkat tema Tourism In Poso Regency atau Kepariwisataan di Kabupaten Poso.
Beberapa hal yang menarik menjadi perbincangan dari mereka adalah banyaknya potensi pariwisata di daerah bekas konflik ini yang perlu ditumbuhkembangkan dan dilestarikan, sehingga bisa menarik perhatian dan minat bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi kabupaten Poso. “Ini juga bisa menjadi penghasilan bagi pemerintah daerah melalui pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Poso,” jelas salah satu mahasiswa Unsimar yang tergabung ECC yang dipimpin oleh Ningsih dari fakultas hukum.
Dikatakannya, berbagai potensi objek wisata yang perlu menjadi perhatian dan perlu dikembangkan secara terus menerus dalam membudidayakan dunia pariwisata, adalah melalui promosi sejarah kota tua di Kabupaten Poso. “Banyak hal dalam mengembangkan dunia pariwisata seperti melalui seni dan kebudayaan, objek wisata, pendidikan berbasa inggris bahkan pelestarian bangunan-bangunan tua yang bisa dijadikan sebagai objek-objek wisata,” terang ECC.
Olehnya, ECC sebagai salah satu mahasiswa yang peduli akan dunia kepariwisataan di Kabupaten Poso, mengharapkan agar nantinya kedepan perlu adanya jalinan kerjasama antara pihak dinas pariwisata dan kebudayaan kabupaten Poso dan ECC. “Setidaknya melibatkan ECC dalam membantu setiap program dinas pariwisata ,” harap mereka (ECC).
Menanggapi hal tersebut, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Poso Amir Kiat SH, mengatakan, mensuport apa yang menjadi upaya dan keinginan ECC dalam membantu dinasnya (pariwisata dan kebudayaan) dalam mengembangkan kepariwisataan di kabupaten Poso. “Kehadiran ECC sangat membantu kami (disparbud). Kedepan program seperti ini akan terus dijalankan, dan ECC akan menjadi partner kerja nantinya,” ucapnya.
Sebagai mitra kerja, ditambahkan Amir Kiat, bahwa perlu adanya promosi objek-objek wisata dalam pengembangan kepariwisataan di daerah ini antara dinas pariwisata dan ECC baik itu dikalangan internal maupun eksternal. “Promosi itu juga bisa melalui situs internet maupun secara personal via email,” tambah kadis.
Menurutnya, dalam waktu dekat ini dinas parbud juga akan melaksanakan diklat pramuwisata/tourist guide yang diikuti setiap kecamatan, staf dinas parbud dan juga utusan dari ECC, yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tatacara menghendel wisatawan (guide) baik mancanegara maupun nusantara. “Ini agar wisatawan dapat berkunjung dengan baik ke objek-objek wisata dan melihat atraksi seni dan budaya yang ada,” tutup Amir Kiat SH yang juga dosen Unsimar fakultas hukum saat melakukan pertemuan dengan ECC di taman dinas parbud Poso baru-baru ini, (11/3). /*octo

Jumat, 04 Maret 2011

Band “To Care” Tampil Dimalam Pagelaran Musik HUT Kota Poso


Gebangrejo, (Poso Kota) – Usai merayakan hari ulang tahun (HUT) kota Poso yang ke 116 pada 1 Maret 2011, berbagai pertunjukan saat yang telah dipertontonkan pada puncak peringatan ini. Diantaranya penampilan seni dan budaya yang pernah ditampilkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta beberapa waktu lalu oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Poso.
Walaupun peringatan ini (HUT) berlangsung sangat sederhana, tetapi hari ulang tahun yang dipusatkan di halaman kantor Bupati Poso berlangsung meriah. Terbukti dari puncak peringatan yang dibuka langsung oleh Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM, dihadiri sejumlah pejabat instansi pegawai negeri maupun swasta, serta berbagai elemen masyarakat dan organisasi-organisasi lainnya, bahkan tak kalah pentingnya para wisatawan asing yang ikut menghadiri kegiatan ini hingga diakhir acara.
Rangkaian acara yang terlihat lebih menonjolkan penampilan aksi seni dan budaya hingga diakhir kegiatan ini, dikatakan Bupati karena pariwisata adalah merupakan salah satu ikon pemerintah daerah untuk pembangunan kabupaten Poso yang terus dikembangkan disaat-saat sekarang hingga kedepan nantinya. “selamat kepada tim kesenian Poso yang membawa sukses pada pertunjukan di taman mini dan pada hari ulang tahun kota Poso,” ucap Bupati dalam sambutan peringatan HUT Kota Poso beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Poso Amir Kiat SH mengatakan, melalui penampilan seni budaya yang telah dipentaskan pada HUT Kota Poso ke 116, dinas pariwisata juga telah menggelar pagelaran musik seusai puncak HUT Kota Poso yaitu pada malamnya, (1/3), di tempat yang sama (di halaman kantor bupati Poso). “Dari 24 pendaftar yang terealisasi 11 band ditambah grup band dari dinas pariwisata Poso yaitu band TO CARE,” jelasnya.
Menurutnya, grup band To Care ini kepanjangan dari Tourism and Culture atau Pariwisata dan Kebudayaan. “Diambilnya nama band To Care, karena kami berkesimpulan bahwa To Care adalah suatu sikap dari Memelihara, Melindungi dan Menjaga,” ceritanya sambil mempromosikan band yang terbilang senior.
Dilaksanakannya berbagai kegiatan seni dan budaya, Amir menilai, banyak kalangan pemuda-pemuda saat sekarang yang mempunyai keterampilan maupun bakat dan kreatif yang mereka miliki, sehingga perlu disalurkan diberbagai even-even baik skala lokal maupun nasional. “Kedepan kami akan mengupayakan agar pelaksanaan kegiatan seni maupun budaya seperti ini terus kami adakan, agar bisa mencari bibit-bibit generasi muda dalam dunia seni dan budaya dimasa sekarang dan disaat mendatang,” tutup Amir Kiat SH dalam keterangan releasenya, Jum’at (4/3). /*octo

Senin, 28 Februari 2011

Sambut HUT Kota Poso ke-116, Disparbud Gelar Lomba Lagu Pop Daerah




Gebangrejo, (Poso Kota) – Berlangsungnya lomba lagu pop daerah Poso dalam menyambut hari ulang tahun (HUT) kota Poso ke 116 yang jatuh pada tanggal 1 Maret 2011, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Poso menggelar kegiatan lomba tersebut selama 3 hari (25 - 27 Februari 2011).
Kegiatan yang sebelumnya berlangsung di Gedung Wanita Poso dibuka secara resmi, Jum’at (25/2), oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Poso Ir Isnain T Hi Karim,MPM,M.Si dan ditutup, Minggu (27/2), oleh Wakil Bupati Poso Ir T.Samsuri M.Si.
Wabup Poso Ir T.Samsuri MSi dalam sambutan Bupati Poso mengatakan rasa bangganya dengan dilaksanakan kegiatan seperti ini, karena lomba lagu daerah kali ini adalah bukan semata lagu daerah Poso akan tetapi lagu daerah dari berbagai etnis yang ada di kabupaten Poso. “Ini merupakan wujud dari rasa persatuan dan kesatuan serta kebersamaan masyarakat dalam kehidupan pluralis suatu kekuatan dalam membangun daerah Poso dimasa yang akan datang,” ungkapnya.
Lomba lagu pop daerah Poso yang melibatkan tingkat SD, SMP, SMA maupun tingkat umum antara instansi pemerintah/swasta sewilayah kota Poso merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita semua khususnya bagi daerah kabupaten Poso dalam mengembangkan dan menanamkan nilai-nilai budaya melalui lagu-lagu daerah. “Kedepan intensitas lagu-lagu daerah perlu ditingkatkan dan dikembangkan,” harap Wabup T.Samsuri saat menutup lomba lagu pop daerah yang ditandai dengan pemukulan gendang.
Pelaksanaan lomba yang telah diikuti kurang lebih 100 orang peserta yang melibatkan pelajar dan kalangan umum ini, menurut Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Poso Amir Kiat SH, bahwa ini membuktikan adanya respon yang positif khususnya melalui lagu-lagu daerah Poso dan perlu disikapi secara baik. “Ini adalah upaya untuk melestarikan kebudayaan khususnya lagu pop daerah Poso,” nilai Amir.
Olehnya kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan kebudayaan khususnya seni tarik suara yang ada di kota Poso dan sekitarnya perlu adanya dukungan dari masyarakat Poso terlebih kedepan untuk melibatkan kegiatan-kegiatan seperti ini. “Tujuan pengembangan lagu-lagu daerah ini agar lebih dikenal masyarakat luas dan dapat menjadi perhatian bagi kita semua,” harap Amir Kiat SH selaku ketua panitia lomba lagu pop daerah Poso dalam laporannya, Minggu (27/2).
Sebagaimana lagu yang diperlombakan pada kegiatan ini yaitu lagu Pamona hasil karya Justinus Hokey, seperti Katowe Ine, Arawenu, Soyo Marimbo, Wingke Matako, Poso Tanaku, Kutanondo, Wose dan Sulewana. Untuk lagu Bada hasil karya Mursalim Lubah, seperti Malei Mehalompo, Teriangku Ina, Wiorangku, Wanuangku, Kapariangku, Molalo, Karao, dan Lelembunga.
Sementara pada penutupan lomba ini, juara pertama untuk putra/putri tingkat instansi/umum Andi Suratinoyo (Dinas UMKM dan Perindag), dan Vivin Tungka (Disparbud). Putra/putri tingkat SMA atas nama Ferry (SMAN 2) dan Maria (SMKN1), putra/putri tingkat SMP Rafles (SMP 1 Poso Kota Selatan), dan Citra Perodo (SMP 1 Poso Kota Utara), dan untuk putra/putri tingkat SD Eko Nugroho (SDN 4) dan Mely (SDN 4). /*octo

Kamis, 24 Februari 2011

Pemda Poso Kerjasama Dengan Swasta Akan Bangun Sekolah Unggulan


Jakarta - Sukses mempromosikan dunia kepariwisataan dalam pertunjukan seni dan budaya sebagai salah satu ikon pemerintah daerah kabupaten Poso di TMII Jakarta pada 12 Februari 2011 baru-baru ini, Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM kembali menjalankan misinya dengan tujuan utama meningkatkan mutu pendidikan khususnya di daerah bekas konflik (Poso).
Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM yang diundang langsung oleh ketua dewan pertimbangan presiden Tiopan Bernhard Silalahi, baru-baru ini menggelar pertemuan didua tempat berturut-turut yaitu di gedung Artha Graha (lantai 6), Jl Jenderal Sudirman, dan di Diklat Pertahanan Jl. Salemba Raya, Jakarta, guna membahas tentang bantuan pendidikan yang dikhususkan di wilayah daerah kabupaten Poso.
Menurut Amir Kiat SH melalui penyampaian Bupati Poso bahwa, dari hasil pertemuan kedua belah pihak antara Bupati Poso dengan TB Silalahi, Poso rencananya akan dibangun sekolah yang pendidikan bertaraf internasional dengan menjadikan sebagai sekolah unggulan. “Pembangunan sekolah itu meliputi TK, SD, SMP, SMA bahkan perguruan tinggi yang juga nantinya akan dibangun asrama bagi siswa/wi, guru, mahasiswa/wi dan dosen,” jelas mantan Kabag Humas setdakab Poso Amir Kiat SH, mengutip penyampaian bupati Poso dari hasil pertemuan Bupati Poso dengan TB Silalahi.
Masih dikatakannya, karena sekolah ini merupakan sekolah unggulan maka dalam merekrut siswa-siswi dan mahasiswa/wi perlunya ketentuan dan syarat yang relatif lebih selektif. “Mereka akan menyeleksi ketat bagi penerimaan murid-murid dengan tujuan mendidik kader-kader yang berkualitas. Begitu juga dosennya yang nantinya akan didatangkan dari luar daerah,” ungkap Amir Kiat dalam keterangan releasenya, Kamis (24/2).
Ketertarikan TB Silalahi yang juga mantan Menpan diera tahun 1993 – 1998 dalam membangun dunia pendidikan di daerah bekas konflik ini, menurut Amir Kiat, bahwa beliau (TB Silalahi) terkesan kepada masyakarat Poso dan pemerintah daerah yang saat ini begitu cepat mengambil bagian dibidang pembangunan khususnya dalam menciptakan situasi keamanan yang saat ini telah dirasakan dan dibangun oleh masyarakat Poso itu sendiri.
dengan peSehingga apa yang menjadi pertanyaan dari TB Silalahi yang menyebabkan Ia mengambil keputusan bahwa Poso akan dibangun sekolah unggulan adalah ba
Ia (TB Silalahi) juga menilai, sebagai salah faktor tujuan Poso nantinya akan dibangun suatu sekolah yang berpendidikan bertaraf internasional (SBI) karena anggaran pendidikan di kabupaten Poso melampaui 20%, dan yang paling utama adanya peran dari pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM sebagai pimpinan di daerahnya (Poso) telah mempunyai prestasi yang membanggakan sehingga membawa daerah Poso semakin berangsur pulih dari keterpurukan. ”Pemerintah daerah bersama TNI/Polri serta seluruh lapisan masyarakat Poso telah bersama-sama berupaya membangun Poso dalam keterpurukan dengan menyatukan seluruh kalangan masyarakat utamanya tokoh-tokoh agama. Serta prestasi Bupati Poso dalam mengembangkan koperasi, keluarga berencana, maupun pariwisata dan kebudayaan,” nilai TB Silalahi terhadap Bupati Poso saat pertemuan tersebut.
Selain menanyakan situasi dan perkembangan kabupaten Poso yang menjadikan faktor utama akan dibangunnya sekolah unggulan, TB Silalahi menanyakan tentang perkembangan pesantren modern Ittihadul Ummah yang berada di kabupaten Poso, Bupati mengatakan bahwa perkembangan pesantren tersebut dalam keadaan baik dan berjalan sebagaimana mestinya sesuai program pendidikan yang dijalankan pesantren tersebut. ”Semua tercipta baik dan berjalan lancar terdampak pada situasi dan keamanan Poso yang semakin membaik. Seperti roda perekonomian dan pembangunan yang sekarang ini mulai berjalan baik, begitu juga pada jalur transportasi darat, udara, dan laut,” jelas Bupati.
Sementara itu dari hasil pertemuan tersebut dalam waktu dekat ini TB Silalahi akan berkunjung langsung ke Poso untuk melihat lokasi pendidikan dan bertemu dengan masyarakat Poso. Dan disamping itu juga, rencananya Bupati Poso beserta pejabat instansi terkait akan melakukan kunjungan ke lokasi Yayasan Soposurung, Sumatera Utara, milik TB Silalahi.
Dimana TB Silalahi sebagai pendiri dan dewan pembina di yayasan Soposurung yang menampung siswa/wi SMP melalui seleksi yang ketat untuk melanjutkan pendidikan di jenjang SMA, TB Silalahi sebagai pendiri dan dewan pembina. ”Banyak alumni dari yayasan tersebut sudah bekerja diberbagai bidang pekerjaan baik swasta maupun negeri, dan dari dalam negeri bahkan luar negeri,” tutup Purnawirawan Jenderal TNI TB Silalahi yang merupakan lulusan Akademi Militer Nasional tahun 1961. /*octo

Minggu, 13 Februari 2011

Disparbud Poso Tampil di TMII Jakarta




Gebangrejo, (Poso Kota) - Pemerintah Daerah Kabupaten Poso melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Poso kini berkesempatan untuk menampilkan kebudayaannya di tingkat nasional tepatnya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Penampilan malam pesona budaya yang dijadwalkan 12 Februari 2011, tepat pada pukul 19.30 WIB, nantinya akan mempertunjukan prosesi adat khas kabupaten Poso yaitu Padungku (bentuk ucapan syukur para petani kepada Tuhan yang maha kuasa setelah hasil panen tanaman). “Kegiatan ini dinamakan paket khusus malam pesona budaya kabupaten Poso dan seni pertunjukan Padungku. Dimana disitu ada prosesi pelaksanaan Padungku sampai pada pertunjukan musik karambangan, tarian Kaiti Ndaya, lagu-lagu daerah, dan tarian Modero,” jelas Amir Kiat SH melalui proses acara yang nantinya akan dipentaskan di TMII Jakarta pada 12 Februari 2011 nantinya.
Dikatakannya, hadirnya kabupaten Poso untuk tampil di TMII sebagai utusan dari Sulawesi Tengah untuk memperkenalkan kebudayaan yang ada di daerah eks konflik yang selama ini kurang terekspos dunia kepariwisataan baik ditingkat lokal maupun nasional bahkan ditingkat Internasional. “Ini merupakan momen yang tepat untuk mempromosikan dunia kepariwisataan melalui seni dan budaya kita di mata luar,” ungkapnya.
Untuk itu, Ia mengajak kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Poso untuk sama-sama mendukung pelaksanaan kegiataan ini yang juga merupakan program pemerintah kedepan, agar dunia kepariwisataan di Kabupaten Poso lebih maju dan dikenal oleh masyarakat luas. “Apalagi pariwisata juga merupakan salah satu dari tiga ikon pemerintah daerah Kabupaten Poso. Ini merupakan tugas dan tanggung jawab yang harus saya emban sebagai pimpinan di dinas ini (Pariwisata dan Kebudayaan) dalam memajukan pariwisata di Kabupaten Poso,” harap Kadis Pariwisata dalam keterangan releasenya, Selasa (8/2).
Sementara pada pelaksanaan kegiatan yang akan dilangsungkan di TMII, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Poso Amir Kiat SH, mengatakan, kegiatan ini akan dihadiri oleh berbagai pejabat negara, para duta besar, masyarakat Indonesia khususnya Sulawesi Tengah/kabupaten Poso yang berada di perantauan di Jakarta. “Sementara untuk rombongan yang akan diberangkatkan berjumlah 50 orang tim kesenian,” ungkap Kadis Pariwisata yang saat nantinya akan memimpin langsung rombongan kesenian hingga ke TMMI Jakarta.

Tampil di TMII Jakarta

Tepatnya Sabtu malam (12/2), Tim Kesenian Kabupaten Poso yang berjumlah kurang lebih 50 orang melakukan pertunjukan prosesi adat Padungku yang dipusatkan di Anjungan Sulawesi Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Kegiatan ini bertajuk "Paket Khusus Malam Pesona Budaya Seni Pertunjukan Padungku"
Adapun tamu undangan yang hadir menyaksikan dan menikmati acara tersebut kurang lebih 22 duta-duta besar dari negara-negara sahabat, diantaranya, Jepang, Belgia, Bangladesh, Inggris, Perancis, Polandia, Rusia, direktur Canadian Cooperative Association dan negara-negara sahabat lainnya.
Hadir pula para invenstor seperti PT INA, PT Astra, PT ASA dan para pengusaha lainnya, para tokoh masyakarat setempat dan kabupaten Poso, masyarakat Jakarta maupun masyarakat Poso yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Selain Pemerintah Daerah Kabupaten Poso hadir pula Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta undangan lainnya yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Sebelum pertunjukan tersebut Bupati Poso Drs Piet Inkriwang MM didampingi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Poso Amir Kiat SH menjelaskan kepada para duta-duta besar kondisi perkembangan kabupaten Poso akhir-akhir ini yang semakin membaik dan kondusif.
Disamping itu Kabupaten Poso melalui dinas Perindag memamerkan di lokasi kegiatan tersebut makanan dan bahan-bahan hasil produk Poso /*octo

Selasa, 01 Februari 2011

Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-38 Dipusatkan di Gedung Torulemba



Kasintuwu, (Poskot Utara) - Puncak peringatan hari kesatuan gerak PKK ke-38 yang berlangsung khidmat dan sederhana dipusatkan di gedung Torulemba rumah jabatan bupati Poso, Senin (31/1), dengan berbagai penampilan seni dan budaya seperti vocal grup dari TP PKK Kabupaten Poso, pertunjukan seni dan budaya dari himpunan waria Indonesia (Hiwari) Kabupaten Poso, dan pertunjukan kesenian dari vocalis cilik yang mengalami tuna netra, Giovani (8) siswa SDLB Ronononcu, Kabupaten Poso.

Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM pada kesempatan tersebut mengatakan dalam sambutannya, program dan tujuan pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) yang semuanya bermuara pada kesejahteraan, tak lain ini juga sebagai ikon pembangunan pemerintah daerah lima tahun kedepan. “Masyarakat Poso tidak boleh lagi miskin, tetapi harus sejahtera. Dan keluar dari kemiskinan itu,” tekan Piet.

Olehnya, bupati menegaskan, agar setiap dinas lebih memperhatikan dan memberikan dukungan dana terhadap apa yang menjadi program tim penggerak PKK kedepan, sebab yang menjadi program PKK mempunyai kaitan erat dengan kesejahteraan sosial, kesehatan, pemberdayaan, dan pendidikan.

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Poso Ellen Inkiriwang Pelealu dalam sambutan peringatan hari gerak PKK ke-38 mengatakan, sebagaimana tema dalam pada kegiatan hari puncak PKK Dengan Semangat Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-38, Kita Satukan Langkah Gerakan PKK Dalam Upaya Meningkatkan Kecerdasan Kehidupan Bangsa. Dimana kita dituntut untuk berfikir secara nyata dan luas agar bagaimana program PKK kedepan bisa berimplikasi dalam meningkatkan kecerdasan dalam bermasyarakat yang lebih bahagia, sehat dan sejahtera. “Kita harus yakin bahwa selama kita mampu berbuat yang terbaik, ikhlas dan tulus demi kepentingan masyarakat, mudah-mudahan semuanya akan terwujud,” ucapnya.

“Kami (PKK) juga telah melaksanakan 10 program PKK diantaranya sosialisasi buku pedoman, rapat interen, rapat pembentukan panitia hari kesatuan gerak PKK-KB-Kes, penilaian tingkat kecamatan/desa, Pencanangan PKK-KB-Kes dan pelayanan KB, rapat pembagian tugas, lomba cerdas cermat, anjangsana ke SLB, jalan santai, dan yang terakhir puncak peringatan hari kesatuan gerak PKK tepatnya disini (torulemba),” jabar Indah Samsuri,SH dengan 10 program PKK selama setahun.

Peringatan hari kesatuan gerak PKK ke-38 yang seharusnya diperingati pada tanggal 27 Desember 2010, namun baru digelar pada 31 Januari 2011. “Hal ini dikarenakan berbagai agenda pemda yang begitu padat pada bulan Desember, dan baru hari ini (31/1) dilaksanakan,” tambah Sekretaris TP PKK Kabupaten Poso, Astuti Nur SH.

Sementara itu, pada puncak kegiatan PKK ini dilangsungkan dengan pengumuman pemenang lomba yang dilangsung TP PKK Kabupaten Poso sejak setahun penuh (2010-2011), dimana untuk lomba PHBS diraih oleh Desa Sangira Kecamatan Pamona Utara, lomba LBS diraih Desa Tiu Kecamatan Pamona Timur, lomba Posyandu diraih Desa Sangira, lomba GSI diraih Desa Tiu, lomba P2WKSS diraih Desa Poleganyara Kecamatan Pamona Timur, dan lomba BKB diraih Kelurahan Kawua Kecamatan Poso Kota Selatan.

Untuk lomba cerdas cermat antar kecamatan se-kabupaten Poso yang hanya diikuti oleh 7 kecamatan, juara pertama diraih TP PKK Kecamatan Poso Pesisir, juara dua diraih kecamatan Poso Kota Selatan, juara ketiga Poso Kota Utara, dan juara harapan satu dirah oleh TP PKK Kecamatan Lage. /*octo

Jumat, 28 Januari 2011

TP PKK Kabupaten Poso Kunjungi SLB di Ronononcu




Ranononcu, (Poso Kota Selatan) - Sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap anak-anak yang mengalami cacat fisik/mental, tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (TP PKK) Kabupaten Poso mengunjungi SLB Poso, tepatnya Kelurahan Ranononcu, Kecamatan Poso Kota Selatan.
Kunjungan yang juga merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati hari gerak kesatuan PKK – KB – Kes ke 38 tahun 2011 sebagai salah satu diantaranya, yang sebelumnya juga telah dilaksanakan lomba cerdas cermat antar TP PKK kecamatan se Kabupaten Poso.
Dalam kunjungan rombongan TP PKK yang dipimpin langsung Ketua TP PKK Kabupaten Poso Ellen Inkiriwang Pelealu menyerahkan berupa bingkisan dan santunan kepada anak-anak sekolah luar biasa (SLB). “Mudah-mudahan kami (PKK) bisa memenuhi keingingan ibu-ibu yang menginginkan bantuan bahan materi sekolah,” janji Ketua TP PKK kepada guru-guru dan murid, yang sebelumnya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan dinas pendidikan kabupaten Poso apakah usulan bantuan materi SLB ada dalam anggaran dari pemerintah pusat.
Saat mengunjungi dan melakukan tatap muka bersama guru dan murid di SLB, Ellen Inkiriwang Pelealu mengatakan, bahwa perlunya peranan yang sangat besar dan penting bagi guru dalam mendidik dan mengajar terhadap anak muridnya. Sebab disini (SLB) guru-guru yang mengajar dan mendidik anak-anak berbeda dengan sekolah dasar lainnya yang memiliki jiwa dan mental berbeda. “Semua itu dibutuhkan dengan sikap dan mental yang penuh dengan kesabaran dan keikhlasan dalam mendidik anak-anak,” ingat Ellen kepada para guru SLB yang saat itu juga di damping Wakil Ketua TP PKK Poso Indah Sri Setyawati SH, dan Unsur Wakil Ketua Mesyura A.Lawasa Pakaya yang juga selaku ketua DWP Kabupaten Poso.
Ditambahkannya, seorang tenaga pengajar dan pendidik di sekolah bukanlah hal yang mudah untuk memahami sifat dan perilaku bagi anak yang mempunyai latarbelakangan yang berbeda. Semuanya itu membutuhkan kerja keras dan motivasi pendorongan untuk bekerja lebih maksimal. “Apalagi anak-anak disini walaupun mempunyai cacat fisik mereka mempunyai keahlian masing-masing. Bagi anak-anak kembangkan kreatifitasmu dan jadilah anak yang berguna bagi nusa dan bangsa,” harap isteri Bupati Poso saat melakukan tatap muka bersama guru-guru dan murid di ruang kelas SLB, Kamis (27/1).
Menariknya pada kunjungan yang pertama kalinya bagi Ketua TP PKK Poso Ellen Inkiriwang Pelealu yang juga sebagai isteri Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM ini, disuguhkan dengan hiburan kesenian nyanyian dan permainan alat musik keyboard dari penampilan anak murid tuna netra SDLB, Giovanni, yang membuat haru bagi seluruh rombongan TP PKK Kabupaten Poso. /*octo

Minggu, 16 Januari 2011

Kadis Pariwisata Benahi Hotel Wisata Poso


Bonesompe, (Poskot Utara) – Pemerintah Kabupaten Poso khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus melakukan pembenahan, baik dalam peningkatan mutu kinerja pegawai negeri sipil maupun penerapan sistim manajemen yang terarah. Hal ini yang terus diterapkan dan dijalankan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Poso Amir Kiat SH dalam mengawali tugasnya sebagai pimpinan disalah satu unit kerjanya.
Perlunya suatu sistim manajemen yang teratur dan terarah adalah merupakan salah satu penunjang pada peningkatan kinerja pegawai negeri sipil, baik itu dalam peningkatan kedisiplinan maupun pencapaian kinerja yang maksimal. “Jika ini terpenuhi, mudah-mudahan apa yang menjadi tujuan kedepan dalam meningkatkan potensi dunia kepariwisataan di daerah Poso ini bisa tercapai sesuai harapan kita bersama,” harap Amir Kiat SH.
Pariwisata yang juga sebagai salah satu dari tiga ikon pemerintah daerah kabupaten Poso yang diantaranya pembangunan di sektor pertanian/perkebunan dan koperasi UMKM, adalah misi yang akan diemban pemerintah daerah dimasa pemerintahan Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM bersama pasangannya Wakil Bupati Poso Ir T Samsuri MSi. “Untuk pariwisata banyak yang perlu kami benahi dan terus kami pacu, diantaranya obyek wisata yang berada di Poso dan hotel wisata yang dikelola dinas pariwisata,” jelasnya
Disisi lain menurut Amir Kiat, perlunya pembenahan dalam kepariwisataan, khususnya Hotel Wisata Poso yang dikelola oleh dinas pariwisata kabupaten Poso, yang mana ini juga merupakan asset bagi pemerintah daerah untuk mencapai peningkatan sumber PAD dimasa sekarang dan akan datang. “Disini saya akan melakukan pembenahan, baik dari segi administrasi, mutu pelayanan terhadap tamu maupun peningkatakan kedisiplin kerja karyawan-karyawati,” tegas Amir Kiat saat memimpin rapat bersama seluruh jajaran karyawan/karyawati di Hotel Wisata Poso, baik dari Manager Hotel Wisata Poso Sitti Aisyah Abbas dan Bendahara Hotel Wisata Adelin Lombongbitung, Selasa (11/1).
Hotel Wisata yang terletak di Jalan Pattimura No 19 Poso, Kelurahan Bonesompe, Kecamatan Poso Kota Utara, memiliki 14 kamar yang terdiri dari 1 kamar kelas VIP dengan tarif Rp 175 ribu, 7 kamar Standar A tarif Rp 150 ribu perhari, dan 6 kamar Standar B tarif Rp 100 ribu perhari, serta fasilitas meeting room dengan tarif Rp 500 ribu. “Kedepan dalam waktu dekat ini kami akan menyiapkan mini cafe di lokasi hotel wisata juga. Ini untuk menarik minat para pengunjung hotel, baik dari lokal maupun mancanegara,” promo Amir Kiat. /*octo

Jumat, 07 Januari 2011

Wabup Poso dan Sejumlah Pejabat Coffee Bareng di Kafe Broniez



Bonesompe, (Poso Kota Utara) - Adalah suatu cara maupun langkah yang baik dan positif bagi pejabat maupun pimpinan di daerah ini untuk lebih mendekatkan diri terhadap masyarakatnya, baik itu dalam berkomunikasi secara langsung maupun dalam bentuk pertemuan/tatap muka secara langsung.
Demikian halnya saat Wakil Bupati Poso Ir T Samsuri MSi berkunjung langsung ke salah satu kafe Broniez di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Bonesompe, Kecamatan Poso Kota Utara. Dalam kunjungannya ini, Wabup bersama sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Poso diantaranya Kaban Kesbang Pol Purnama Megati S.Sos MH, Kadis Rumlisikot Ir Johanis Tumiwa, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Amir Kiat SH, Kadis Perhubungan dan Kominfo Oktovianus Lebang SE, serta Ketua Kadin Poso Drs Hamzah Tamrin. “Walaupun kunjungan ini hanya dalam bentuk suatu refresing, tetapi ini sudah bisa menghibur sebagian masyarakat Poso,” kata Amir Kiat.
Langkah seperti ini yang terus dibangun dan diupayakan pemerintah daerah terhadap masyarakat kabupaten Poso baik itu pendekatan secara langsung maupun tidak langsung, apalagi masyarakat saat sekarang yang semakin kritisi terhadap pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahannya. “Kita selalu melihat dan mengkaji apa yang menjadi keinginan masyarakat saat sekarang. Dan ini yang terus kami upayakan dan benahi dalam menjalankan roda pemerintahan daerah sesuai dengan bidang dan sektor yang kita emban disetiap instansi dalam bidangnya masing-masing,” jelas Amir Kiat SH yang saat ini juga masih menjabat Kabag Humas Setdakab Poso dalam keterangan releasenya, Jum’at (7/1).
Adapun kunjungan seperti ini saat berada di kafe broniez, dikatakannya merupakan suatu hal yang wajar dan bernilai positif, sebab kita mengetahuinya bersama sebagian generasi muda saat sekarang yang butuh akan sebuah hiburan baik itu dalam tujuan pengembangan kreativitasnya maupun bagi pengembangan bagi usaha (kafe) tersebut. “Disamping sebagai ajang refresing, kami sejumlah pejabat dan wakil bupati ingin lebih mendekatkan diri dengan masyarakat utamanya bagi generasi muda yang mana menginginkan daerahnya semakin maju dan berkembang melalui jalannya roda pemerintahan di daerah kabupaten Poso,” tambah Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Poso yang turut mendampingi wabup dalam kunjungannya di Kafe Bronies, Rabu (5/1).
Dalam kunjungan Wabup Poso bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Poso di kafe Broniez, dihadiri para baik generasi muda pecinta musik, mahasiswa serta para wartawan media cetak/elektronik. Saat kunjungan wabup dan sejumlah pejabat di kafe tersebut, juga menyumbangkan beberapa lagu pilihan mereka. /*octo

Selasa, 28 Desember 2010

Pelantikan Pejabat Eselon II, 4 Pejabat Tanpa Jabatan


Kasintuwu, (Poso Kota Utara) - Diawal masa pemerintahan untuk periode kedua kalinya, Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM merombak kabinetnya dengan mengambil sumpah dan melantik 36 pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Poso. Dari ke 36 pejabat yang dilantik, ada yang masih menduduki pada jabatan lamanya dan ada juga yang dipromosikan dari eselon III ke eselon II serta ada yang bergeser dari pimpinan SKPD menjadi staf ahli bupati.
Diantara 36 pejabat yang dilantik tersebut yang dipromosikan pada eselon II adalah Ir Herningsi Tampai dari Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan menjadi Sekretaris DPRD Kabupaten Poso, Drs Erwin menjadi Kadis Sosnakertrans, Rudi R Rompas,SH dari jabatan lama Kasat Pol PP menjadi Kepala BKD, Amir Kiat SH sebelumnya Kabag Humas Setdakab Poso dilantik menjadi Kadis Pariwisata, Drs Mahmudin Jamal MM dari Kabag Umum dan Perlengkapan dilantik Kadis Perikanan dan Kelautan, Drs J.Magido dari Kabag Ortal dilantik Kaban BKPMD, Purnama Megati SH MH Kabag Pemerintahan dilantik Kaban Kesbang Pol Linmas, Ir Fatma Ida dilantik Kadis Pertanian, Oktovianus Lemba sebagai Kepala Dishubkominfo, dan Ir Masdian Mantiri sebagai Kadis PU.
Pada posisi staf ahli diisi Drs Joksan Lakukua, Drs Arimuel Santo sebelumnya Kadis Energi dan Mineral dilantik Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Nolly R Tandawuya yang sebelumnya Sekwan menduduki Staf Ahli Bidang Politik dan HAM, dan Ir Ambrosius Tokare sebelumnya Kadis Peternakan sebagai staf ahli bidang pembangunan.
Untuk jabatan baru, Drs Jefferson Gaibu sebelumnya Kepala BKD menjadi Asisten Perekonomian Setdakab Poso, Ir Isnain H Karim dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum Setdakab Poso menggantikan Drs Sinsigus Songgo yang menjadi Kepala Bappeda, Ir Yohanis Tumiwa dilantik sebagai Kadis Perumahan, Drs Arnold Bouw sebagai Kadis Sosial sebelumnya Kaban Kesbang dan Pol Linmas, dan Drs Muhammad Yusuf sebagai Kaban Narkotika.
Sementara 4 pejabat yang menduduki sebagai staf sekretariat daerah kabupaten Poso diantaranya, Ir David Guluda sebelumnya Kadis Kehutanan, Drs Andi Rahmatullah Yusuf sebelumnya Asisten Perekonomian, Moh Arif Latjuba SE MSi sebelumnya Kadis Perikanan dan Kelautan, dan Ir Max Tungka yang sebelumnya sebagai pejabat Kadis Rumsikot.
Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM dalam sambutannya, mengatakan perubahan maupun perombakan dalam susunan pelantikan ini ada hal yang wajar, dimana ini sebagai penyegaran bagi setiap pimpinan SKPD agar bisa lebih mengevaluasi pada posisi jabatannya. “Laksanakanlah tugas dan tanggung jawab sebagai kewajiban anda, dan buatlah program-program terbaru yang bisa membangun daerah ini. Jangan hanya melakukan program-program copy paste (program lama),” harap bupati.
Ditambahkannya, kepada para pejabat yang baru saja dilantik agar lebih bekerja keras serta lebih meningkatkan kedisiplinannnya dalam setiap mengemban tugas yang diberikan. “Saya akan memberikan sanksi bagi siapapun jika ada yang menyalahi aturan dan ketentuan sebagai pegawai negeri sipil. Jika perlu saya akan mencopot jabatan anda dan akan menggantikan posisi anda pada pejabat baru yang mau bekerja lebih baik,” tegas Bupati Piet kepada sejumlah pejabat yang baru saja dilantik, di gedung Torulemba rumah jabatan bupati Poso, Selasa (28/12).
Olehnya bupati lebih menekankan agar kepada pejabat yang baru saja dilantik lebih bekerja semaksimal mungkin. “Berikanlah yang terbaik bagi daerah ini yang bisa membawa suatu perubahan kearah yang lebih baik,” tutupnya.
Disamping itu juga, pada pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Poso, dilangsungkan juga dengan pengambilan sumpah Direktur PDAM Poso dan Direksi PD Pembangunan Poso oleh Wakil Bupati Poso Ir T Samsuri MSi. Dimana sebelumnya jabatan Direktur PDAM Poso yang dijabat Plt Drs Amdjad Lawasa MM berpindah jabatan kepada Moh Husni Kasim SH sebagai pejabat baru yang sebelumnya telah memasuki masa pensiun sebagai Kepala Dishubkominfo Kabupaten Poso, dan Direksi PD Pembangunan dipegang oleh Albert Poli’i. /*octo

Minggu, 26 Desember 2010

Peringati Natal, Bupati Poso Gelar Open House




Kasintuwu, (Poso Kota Utara) – Salah satu cara untuk membina rasa kebersamaan dan persaudaraan dalam menciptakan suasana yang aman adalah dengan cara menjalin hubungan silaturahmi, baik antar sesama umat beragama maupun antara umat beragama. Hal ini yang terus diupayakan pemerintah daerah maupun seluruh lapisan masyarakat kabupaten Poso dalam menciptakan suasana yang aman dan damai di Bumi Sintuwu Maroso.
Berbagai keberagaman suku dan etnis yang berada di daerah Kabupaten Poso bukan merupakan suatu alasan untuk tetap saling merajut rasa kebersamaan dan persaudaraan dalam menciptakan suatu keharmonisan bagi masyarakat di daerah kabupaten Poso. “Konflik masa lalu adalah kenangan pahit yang pernah kita rasakan untuk dijadikan sebuah pelajaran. Mari kita membangun bersama-sama daerah ini dalam kehidupan yang lebih baik,” ucap Kabag Humas Amir Kiat,SH.
Upaya untuk memulihkan suatu keamanan di daerah yang pernah dilanda konflik bukanlah suatu hal mudah untuk menyatukan kembali di daerah ini dalam kehidupan yang harmonis dan hidup berdampingan seperti masa-masa silam. “Maka, perlu adanya dukungan dan upaya pemerintah, terutama seluruh masyarakat kabupaten Poso dalam menciptakan suasana yang semakin aman kita rasakan saat ini,” tambahnya.
Untuk itu melalui program-program pemerintah baik dalam berbagai kegiatan seperti sosial, ekonomi dan budaya maupun kegiatan keagamaan dan sebagainya perlunya ada dukungan dari masyakarat kabupaten Poso. Sebab melalui kegiatan maupun program-program tersebut adalah salah satu pendorong bagi kemajuan pembangunan di daerah Kabupaten Poso.
Demikian halnya dengan kegiatan keagamaan yang baru-baru ini digelar di rumah jabatan bupati Poso melalui natal yang diperingati bagi umat kristiani, Bupati Poso menggelar open house selama 2 hari (25 - 26 Desember 2010). Menurut Kabag Humas, Amir Kiat, peringatan keagamaan seperti ini merupakan salah satu faktor pendorong dalam membangun daerah kabupaten Poso kearah yang lebih baik, sebab ini juga merupakan kegiatan rekonsiliasi bagi umat beragama. “Kita lihat bersama bahwa kegiatan open house pada perayaan natal ini banyak juga warga muslim yang berdatangan baik itu dari kalangan pemerintahan maupun masyarakat biasa. Itu pun bukan hanya pada perayaan Natal, bagi umat Islam pun saat merayakan kegiataan keagamaannya banyak masyarakat kristiani yang turut berpartisipasi dalam kegiatan keagaaman tersebut,” terang Amir Kiat yang saat itu juga melakukan kunjungan bersama rombongan yang dipimpin Wabup Poso Ir T Samsuri dan Sekab Poso Drs Amdjad Lawasa MM ke rumah-rumah penduduk dan pejabat pemerintah kabupaten Poso saat merakan natal, Sabtu (25/12).
Masih dikatakan Amir Kiat, pada perayaan natal ini masyarakat kabupaten Poso bukan hanya menghadiri natal di rumah jabatan bupati Poso, tetapi masyarakat baik itu sesama agama kristiani maupun umat muslim juga saling berkunjung ke rumah-rumah yang merayakan natal. “Ini adalah hal positif yang menandakan bahwa masyarakat Poso hari demi hari telah merasakan kenyamanan dalam menikmati kehidupan yang mereka idam-idamkan yaitu rasa aman, damai dan tentram,” tegas juru bicara Pemda Poso, Amir Kiat,SH, saat perayaan natal yang digelar bupati poso melalui open house di rumah jabatan bupati Poso yang juga saat itu dihadiri anggota DPR RI dari Partai Demokrat Dr Verna Gladis Inkiriwang.
Open house yang berlangsung selama dua hari, dihadiri dari berbagai kalangan baik masyarakat atas, bawah dan menengah, tokoh agama, perempuan, masyarakat, unsur TNI/Polri, dan kalangan elit politik. /*octo

Rabu, 15 Desember 2010

83 Jamaah Haji Dari Tanah Suci Tiba di Kabupaten Poso




Gebangrejo, (Poso Kota) – Sebanyak 83 orang jamaah haji kabupaten Poso dan ditambah 2 petugas kloter, Rabu 15 Desember 2010 tiba di tempat asalnya (Poso). Jamaah haji kabupaten Poso yang sebelumnya diberangkatkan 2 November 2010, mendapat kloter 12 yang tergabung pada kelompok terbang (Kloter) Propinsi Sulawesi Tengah, diantaranya Palu, Poso, Donggala, Morowali dan Parigi Moutong.
Sementara jamaah haji kabupaten Poso yang terdapat 7 regu, terdiri dari Kecamatan Poso Kota dan Poso Kota Utara sebanyak 34 orang, Kecamatan Poso Pesisir 24 orang, Kecamatan Poso Pesisir Utara 19 orang, Kecamatan Poso Pesisir Selatan 2 orang, dan Kecamatan Lage 2 orang jamaah haji.
Rombongan yang melanggsungkan ibadah haji di tanah suci Mekkah selama kurang lebih 45 hari ini, telah menunaikan rukun hajinya dengan pemulangan ke Kabupaten Poso dalam keadaan sehat dan selamat. “Alhamdulillah jamaah haji yang berjumlah 83 orang pada tahun ini telah melaksanakan seluruh rukun-rukun haji dengan baik dan kembali dalam keadaan sehat. Meskipun ada gangguan-gangguan kecil, namun semuanya itu ada berkahnya,” kata Ketua Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Poso Drs H Nasruddin L Midu,M.Ag saat menyerahkan rombongan jamaah haji kepada pemerintah daerah kabupaten Poso dan para keluarga, di Gedung Sanggar Pemuda Poso.
Setelah kurang lebih sebulan lamanya melakukan perjalanan ibadah haji dengan berbagai persyaratan dan cobaan selama berada di tanah suci Mekkah dan Madinah, perlu adanya peningkatan iman dan taqwa yang bisa membekali diri kita baik dikehidupan duniawi maupun di akhirat. “Sebagai implementasi kepada para jamaah haji agar bisa menanamkan prinsip-prinsip kehidupan yang baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan kerja,” harap Wabup kepada para jamaah yang telah melaksankan ibadah haji.
Sehingga apa yang menjadi harapan sebagai haji yang mabrur bisa tertanam dan terlaksana dalam diri kita yang dapat menjadikan sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. “Mudah-mudahan Anda menjadi haji yang mabrur yang bisa menjadi panutan bagi bangsa dan negara,” tambah Wabup Ir T Samsuri MSi saat menerima rombongan jamaah kabupaten Poso musim haji 1431 H/2010 M, di Gedung Sanggar Pemuda Poso, Rabu (15/12).
Saat pemulangan jamaah haji, dalam pesan dan kesannya oleh salah satu anggota haji menyampaikan, rasa terima kasih kepada pemerintah baik daerah, propinsi, pusat maupun pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan pelayanan yang begitu baik saat mereka melangsungkan perjalanan ibadah hajinya hingga tiba di daerah asalnya (Poso). “Tidak ada artinya uang senilai 31 juta dibanding dengan saat kita menunaikan ibadah perjalanan haji ditanah suci, sebab semuanya itu bisa membawa hikmah dan berkah,” ucap syukur anggota jamaah haji Poso yang tiba saat itu. /*octo

Selasa, 07 Desember 2010

Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1432 H Kabupaten Poso Gelar Zikir Bersama




Gebangrejo, (Poso Kota) – Tepatnya pada tanggal 7 Desember 2010 seluruh umat Muslim di tanah air memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1432 Hijriah, demikian halnya di Kabupaten Poso dalam memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1432 Hijriah mengadakan zikir bersama dan penyampaian tausiah atau ceramah oleh Drs Ustad Gasyim Yamani,M.Ag. Kegiatan yang gelar Panitia Tetap Hari-Hari Besar Islam (PTHBI) Kabupaten Poso ini, dipusatkan di lapangan Sintuwu Maroso Poso dipadati oleh seluruh umat Muslim yang ada di Kabupaten Poso.
Pada pelaksanaan zikir bersama ini, sebelum penyampaian tausiah dari Ustad Gasyim Yamani, Wakil Bupati Poso Ir T Samsuri MSi mengatakan dalam sambutan Bupati Poso, selaku umat yang beriman patutlah kita memanjatkan puji dan syukur kepada kehadirat Allah SWT melalui doa dan zikir, utamanya dalam memperingati 1 muharram 1432 hijriah. Sebab kita sebagai manusia selalu mengharapkan nikmat dan rahmat dari-Nya yang tak henti-henti. “Tahun baru Islam adalah sangat tepat bagi kita semua untuk bertafakur dengan pikiran dan tadabur dengan hati,” ungkapnya.
Dikatakannya, perlunya kita mencontohi kehidupan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan bagi pengikut ajarannya yaitu agama Islam, dimana Rasulullah dalam perjalanan hijrahnya dari kota suci Mekkah ke kota Madinah dapat membangun umat Islam dan masyarakat madinah yang terdiri dari berbagai pemeluk agama diatas prinsip-prinsip akidah islam, termasuk suatu sistim politik, keamanan serta ekonomi dengan tetap menegakkan hukum secara adil. “Ini untuk menghapus kezaliman, menghormati hak asasi manusia, serta menciptakan ketertiban masyarakat hidup dalam suasana toleransi antar umat beragama dan suku diantara penduduk madinah,” ceritanya.
Olehnya bertitik tolak dan bercermin pada keteladanan Rasulullah SAW, Wabup Poso mengajak kepada seluruh element masyarakat yang ada di Poso utamanya bagi umat muslim Poso, agar lebih banyak berbuat baik yang diridhoi oleh Allah SWT dengan meningkatkan kualitas pengabdian kita demi nusa dan bangsa. “Begitu juga dengan syiar agama yang kita sampaikan agar lebih mengedepankan persatuan dan kesatuan yang dapat mewujudkan kabupaten Poso yang aman, damai, adil dan sejahtera melalui iman dan taqwa kepada Allah SWT,” harap Wabup dalam sambutan Bupati Poso
Sementara Ustad Gasyim Yamani dalam tausiahnya menyampaikan, dalam menyambut tahun baru Islam ini kita sebagai umat Muslim yang taat, lebih mengintrospeksi diri dengan semua apa-apa yang telah dilakukan/perbuat, serta memilih semua bentuk amalan yang baik untuk tetap dipertahankan dan dikerjakan. Begitu juga pada perbuatan yang tidak baik/bermanfaat, yang bisa merugikan baik diri kita maupun untuk orang lain untuk ditinggalkan.
Disamping itu, dengan kehidupan yang semakin modern, banyaknya berbagai tantangan dan hambatan yang kita hadapi di dunia ini, olehnya perlu ditunjang dengan pendidikan dan moral yang tinggi utamanya bagi anak-anak masa depan bangsa sebagai generasi penerus. “Anak-anak kita sebagai generasi Islam harus dimodali dengan iman dan ilmu pengetahuan,” ingat Ustad Gasyim kepada orang tua yang saat itu mendengarkan penyampaian tausiahnya.
Perlunya pendidikan yang dibekali dengan iman disaat sekarang, kata Ustad Gasyim, ini adalah untuk sebagai tujuan utama dalam menghadapi dikehidupan yang semakin canggih dan modern. “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu pengetahuan dan beriman,” jelasnya mengutip firman Allah.
Begitu juga dalam mendalami ilmu pengetahuan dan keimanan perlunya ditunjang dengan amal perbuatan, sebab katanya, ilmu tanpa diamalkan laksana pohon yang tanpa ada buahnya. Olehnya pada peringatan 1 muharram ini agar lebih kita meningkatkan kualitas keimanan kita ditengah kehidupan yang globalisasi ini, sehingga pada klimaksnya kita akan memperoleh rabbana atina fiduniah hassanah wafilakhirati hassanah waqinah azabanah. “Kita memperoleh kebahagian di dunia, dan Insya Allah selamat diakhirat. Apalah gunanya bahagia di dunia, tapi siksa diakhirat,” tutup Drs Ustad Gasyim Yamani M.Ag dalam tausiahnya, pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1432 H yang dipusatkan di lapangan Maroso Poso, Selasa (7/12). /*octo

Pemuda Klasis Poso Kota dan DPD KNPI Kabupaten Poso Gelar Ibadah Natal Bersama



Gebangrejo, (Poso Kota) – Dalam rangka menyongsong natal tahun 2010 dan tahun baru 2011, pemuda klasis Poso Kota bersama KNPI Kabupaten Poso dan Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) jemaat Eklesia menggelar ibadah natal bersama di Gereja Eklesia, Kelurahan Gebangrejo, Kecamatan Poso Kota.
Pelaksanaan ibadah natal bersama yang tak lain bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antara sesama penganut kristiani dalam merajut kebersamaan, juga sebagai peringatan dimana lahirnya Isa Almasih putra Maryam. “Sebagai pengikut Tuhan kita harus mampu menjalin persaudaraan dengan kebersamaan,” kata Anthony H.Tadjongga.
Kepala Inspektorat Poso Anthony H Tadjongga,BSc,S.Sos mengatakan, walaupun pelaksanaan natal kali ini sangat sederhana, namun bisa membawa arti dan makna yang sangat penting, yang tidak akan terukur nilainya. “Jangan jadikan natal ini sebagai simbol, tetapi dapat membawa perubahan dan pembaharuan dalam kehidupan,” jelas Kepala Inspektorat dalam sambutannya saat mewakili Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM pada perayaan ibadah natal bersama Pemuda Klasis Poso Kota dengan DPD KNPI Kabupaten Poso, di gereja Eklesia, (6/12).
Masih dikatakannya, perayaan natal melalui ibadah bersama hendaknya lebih memaknai apa yang menjadi ajaran dan panutan baik dalam diri kita, keluarga, jemaat dan masyarakat. “Percuma setiap tahunnya kita memperingati natal tapi kita tidak bisa menyatukan hati. Siapapun yang hidup di dunia ini adalah makhluk ciptaan tuhan,” ingatnya kepada para jemaat.
Olehnya dalam membangun kebersamaan dan menciptakan suasana yang harmonis antara sesama jemaat maupun pemuda gereja, perlunya dukungan ataupun peran dari pemuda-pemuda gereja yang bisa diandalkan demi membangun daerah ini utamanya dalam kehidupan kerohaniaan. “Mari kita wujudkan pemuda klasis yang lebih baik dan handal dalam menuju kearah yang lebih baik,” ajak Ketua DPD KNPI Kabupaten Poso Ruddy R.Rompas SH.
Hubungan antara pemuda klasis dan KNPI Kabupaten Poso, kata Ruddy R.Rompas adalah hal yang perlu jalin, sebab peran pemuda klasis dan KNPI Poso yang juga sebagai motor pembawa pembaruan, merupakan sebuah modal yang paling penting dimiliki pemuda untuk mampu muncul sebagai pemimpin di lingkungan dimana ia berada, baik dibidang kerohanian, di lingkungan keluarga, maupun ditengah-tengah masyarakat. “Pemuda adalah sebagai ujung tombak masa depan bangsa dan negara,” ungkap Ruddy R.Rompas SH yang juga sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja saat menyampaikan sambutannya pada perayaan ibadah natal bersama di gereja Eklesia, Kelurahan Gebangrejo, Senin (6/12).
Disamping itu dalam menjalin hubungan keakraban antara sesama umat manusia dalam berkehidupan yang berjiwa sosial adalah hal yang terpenting, sebab manusia saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. “Yang diharapkan disini adalah perlunya peran dan eksistensi para pemuda gereja melalui pikiran-pikiran kreatif, inovatif, dan dinamis,” tambah Ketua Pemuda Klasis Poso Kota Pdt Desmun Kantjai,STh. /*octo

Minggu, 05 Desember 2010

Wabup Tutup Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup 2010






Kasintuwu, (Poso Kota Utara) - Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup 2010 dalam memperubutkan piala bergilir Bupati Poso yang berlangsung sejak tanggal 24 Nopember hingga 4 Desember 2010, resmi ditutup Wakil Bupati Poso Ir T.Samsuri MSi.
Kegiatan yang dilangsungkan di Gedung Olahraga (GOR) Puselemba, Keluruhan Kasintuwu, memperlombakan 5 kelas kejuaraan bulutangkis. Diantaranya, kelompok putri 15 tahun kebawah diikuti 6 pasang, kelompok putra 15 tahun 12 pasang, ganda putri umum 11 pasang, ganda putra A diikuti 12 pasang, dan kelompok ganda putra B diikuti 29 pasang.
Pada partai final yang diikuti 5 kelas ini telah mempertemukan antara pasangan ganda kelas putra A, Hi Link/Pitu melawan Heru/Yunus yang dimenangkan pasangan Hi Link – Pitu dengan skor 21 – 17, 21 – 12. Ganda putra kelas B antara pasangan Gustam/Ansar melawan Kandar/Rudi yang berakhir dengan long set dan dimenangkan pasangan Gustam/Ansar dengan skor 18 – 21, 21 – 12, 29 – 27.
Sementara dikelas ganda putri yang mempertemukan antara pasangan Jana/Mita dan Ririn/Sithy dimenangkan pasangan Ririn/Sithy dengan skor 16 – 21, 13 – 21. Untuk tunggal putra 15 kebawah mempertemukan Fajar Andewa melawan Sandy yang dimenangkan Fajar Andewa dengan skor kemenangan 21 – 15, 21 – 19. Dan ditunggal putri 15 tahun kebawah mempertemukan antara Dinda melawan Mirna yang dimenangkan oleh Mirna dengan skor 21 – 13, 21 – 14.
Saat penutupan kejuaraan bulutangkis bupati cup 2010, Wakil Bupati Poso Ir T Samsuri MSi mengatakan, banyaknya peserta yang mengikuti pertandingan bulutangkis dan ditambah antusias penonton, ini merupakan tanda bahwa masyarakat Kabupaten Poso juga menggemari olahraga bulutangkis. “Pastinya ini semuanya juga akan mendorong. Mudah-mudahan dunia perbulutangkisan kita yang akan datang akan lebih baik daripada masa-masa yang sebelumnya,” harapnya.
Dikatakannya, sebagaimana rencana kerja PBSI Kabupaten Poso kedepan yang akan menyiapkan tournamen-tournamen dikelompok umur tertentu, yang mungkin akan digelar setiap dua bulan sekali, pemerintah akan terus memberikan dukungannya apa yang menjadi upaya dan kerja keras dari PBSI Kabupaten Poso dimasa mendatang. “Mudah-mudahan dengan pola-pola demikian yang lebih tensif akan dapat membantu dan mengembangkan perbulutangkisan kita dimasa-masa mendatang,” jelas Wabup.
Olehnya Wabup Poso mengharapkan kepada para atlet-atlet yang telah mengikuti kejuaraan ini agar lebih meningkatkan kualitasnya dengan terus berlatih, sehingga dapat mencapai prestasi yang lebih baik. “Yang menang jangan terlalu membangga dan kalah jangan berkecil hati. Marilah sama-sama kita tingkatkan pelatihan kita masing-masing,” ajak Wabup Poso saat mewakili Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM saat menutup kejuaraan bulutangkis bupati cup 2010, di GOR Puselemba, Kelurahan Kasintuwu, Kecamatan Poso Kota Utara, Sabtu malam (4/12).
Suatu kebanggaan terbesar bagi pengurus PBSI Kabupaten Poso kepada panitia pelaksana yang telah memperlombakan pada kejuaraan bulutangkis ini (Bupati Cup 2010) dengan mengikutsertakan kelas umur dibawah 15 tahun, sebab kata Drs Amdjad Lawasa MM ini adalah untuk pertama kalinya digelar di daerah Kabupaten Poso. “Ini bermaksud untuk mencari bibit-bibit atlet yang akan membawa nama harum kabupaten Poso pada kejuaraan tingkat propinsi,” ucap Ketua Umum PBSI Kabupaten Poso.
Walaupun pada kejuaraan ini (Bupati Cup 2010) masih didominasi oleh pasangan lanjut usia (tua), Ketua PBSI Poso Drs Amdjad Lawasa MM mengharapkan, kedepan kejuaraan seperti ini lebih banyak lagi diikuti oleh adik-adik yang dibawah usia 17 tahun sehingga bisa membawa harum daerah Kabupaten Poso. “Kedepan dalam waktu dekat ini, saya (PBSI) akan melaksanakan kejuaraan kelompok umur antar klub se Kabupaten Poso. Kemungkinan dua bulan kedepan pertandingan ini akan digelar,” janji Drs Amdjad Lawasa MM yang juga sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Poso.
Terlaksananya kegiatan ini merupakan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso kepada panitia pelaksana bupati cup 2010 dalam memajukan dunia olahraga khususnya cabang bulutangkis di Kabupaten Poso. “Ini merupakan kerjasama yang baik antara panitia pelaksana dengan pemerintah daerah sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar,” ucap Max selaku Ketua Panita Pelaksana Kejuaraan Bupati Cup 2010. /*octo

Bupati Poso Pimpin Rapat Bersama Para Kepala SKPD


Geabngrejo, (Poso Kota) - Seiring dengan bergulirnya masa kepemimpinan Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM dalam memegang jabatan sebagai kepala daerah (bupati) untuk kedua kalinya, Bupati Poso terus berupaya berbenah diri baik dari sisi pemerintahan maupun dalam hal peningkatan kinerja pada jajaran SKPD.
Salah satunya saat melakukan rapat kerja dan evaluasi bagi setiap pimpinan SKPD, Bupati Drs Piet Inkiriwang MM mengatakan, perlu adanya peningkatan kinerja maupun penerapan kedisiplinan bagi setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) utamanya bagi pimpinan di setiap unit kerjanya masing-masing. “Pimpinan sebagai contoh dan teladan bagi para staf dalam mengembang tugasnya di setiap unit kerjanya,” kata Bupati.
Dalam menciptakan pemerintah yang bersih dan yang baik bagi setiap pegawai negeri sipil, yang mana sebagai abdi masyarakat dan abdi Negara adalah merupakan hal paling penting perlu dikedepankan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. “Semuanya itu perlu adanya perubahan sikap, baik perilaku maupun tingkah laku dalam mengemban tugas kita,” jelasnya.
Perubahan ini dimaksudkan, kata Bupati, adalah pembenahan melalui sistim keadministrasian maupun program-program kerja kedepan yang terencana dan terarah. Sehingga apa yang menjadi harapan ataupun target kita kedepan bisa tercapai maupun terlaksana untuk membangun daerah kabupaten Poso kearah yang lebih baik.
Bupati menandaskan, nantinya dalam waktu dekat ini juga akan diadakan pelantikan bagi pejabat eselon dua dan tiga, dimana pada pelantikan ini ada yang akan mengisi posisi jabatan kosong dan ada juga yang akan dipromosikan pada jabatan barunya. “Kepada para pejabat tetaplah bekerja semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugasnya pada posisinya saat ini. Biarlah pimpinan (baperjakat) yang menilai anda,” harap bupati.
Disamping itu selain dilakukannya pelantikan, masih dikatakan bupati, akan dilakukannya perampingan bagi unit kerja dalam hal ini dinas, kantor dan badan, juga penambahan bagian pada sekretariat dilingkungan Pemda Poso. “Ini bukan berarti mengurangi tugas dan kerja bagi setiap instansi tetapi lebih mengektifkan dan mengefisiensi kinerja di satuan kerja perangkat daerah,” tutup Bupati yang saat itu didampingi Wakil Bupati Poso Ir T Samsuri MSi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs Amdjad Lawasa MM saat memimpin rapat kerja dan evaluasi bagi setiap pimpinan SKPD, di ruang Pogombo Kantor Bupati Poso, Jumat (3/12). /*octo

Senin, 22 November 2010

Pembukaan UDG Tingkat Kabupaten Poso Digelar



Toini, (Poso Pesisir) - Seperti halnya bagi umat Muslim dan Kristiani, umat muslim biasanya menggelar STQ dan MTQ baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional, dan umat kristiani menggelar Pesparawi ditingkatkan yang sama. Demikian juga bagi umat Hindu, tepatnya pada tanggal 20 November 2010 menggelar Utsawa Dharma Gita (UDG) ke-IV tingkat kabupaten Poso, yang dipusatkan di Pura Agung Jagad Natha Stana Narayana desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir.
Utsawa Dharma Gita atau yang dikenal sebagai nyanyian suci keagamaan Hindu yang telah berlangsung sejak 20 hingga 21 November 2010, dibuka langsung Staf Ahli Bupati Poso Drs Yoksan Lakukua mewakili Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM, Minggu (21/11).
Berbagai kegiatan yang digelar seperti lomba Pembacaan Mantra/Sloka, Pembacaan Phalawakya, Dharma Wacana, dan lomba Dharma Widya atau yang lebih dikenal dengan Cerdas Cermat. Untuk peserta pada kegiatan ini diikuti dari PHDI kecamatan/desa sekecamatan Poso Pesisir Utara dan PHDI Kecamatan Poso Pesisir Selatan, sedangkan pada Lomba Utsawa Pembacaan Mantra/Sloka, Pembacaan Phalawakya, dan Dharma Wacana diikuti dari pasangan peserta remaja putra dan putri dari rayon sekabupaten Poso, juga pada Dharma Widya atau Cerdas Cermat diikuti dari tingkat SD, SMP, dan SMA.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana UDG Kabupaten Poso, I Ketut Yuda SPd, kegiatan ini merupakan program kerja LPDG Kabupaten Poso melalui hasil keputusan rapat LPDG dan PHDI Kabupaten Poso beserta PHDI kecamatan dan desa sekabupaten Poso pada tanggal 7 November 2010 di Pura Agung Jagad Stana Narayana Kabupaten Poso di desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir. “Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan dalam membaca kitab suci Weda dan kidung-kidung keagamaan, serta merintis kader-kader pendharma wacana,” ungkapnya.
Kegiatan yang mengangkat tema “Melalui Utsawa Dharma Gita IV Tingkat Kabupaten Poso Kita Tingkatkan Pemahaman, Penghayatan, dan Pengamalan Ajaran Suci Weda,” adalah merupakan kandungan nilai-nilai ajaran agama yang sangat tinggi untuk memberikan tuntunan pemahaman terhadap ajaran agama Hindu mulai dari aspek tatwa, susila maupun upacara. “Ini agar bagaimana kita tetap menjaga kerukunan antar umat beragama dengan cara berpikir yang baik melalui perkataan atau ucapan sehingga menjadi panutan kepada orang banyak,” jelas Ketua LPDG Kabupaten Poso, Ir Sikade Sutania, saat pembukaan UDG di Pura Agung Toini dalam keterangan releasenya.
Ditambahkan Ir Sikade Sutania, bahwa pelaksanaan UDG yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali untuk tingkat kabupaten tepatnya di Poso, nantinya hasil dari lomba ini akan dibawa pada tingkat propinsi pada bulan Desember 2010. “Dan untuk tingkat nasional nantinya akan digelar pada Juli 2011 mendatang tepatnya di Denpasar Bali,” kata Sikade Sutania yang menurutnya baru pertama kalinya pelaksanaan Utsawa Dharma Gita tingkat Kabupaten Poso digelar di Pura Agung Toini, Kecamatan Poso Pesisir.
Olehnya melalui kesempatan itu juga seluruh panitia pelaksana UDG kabupaten Poso mengharapkan kepada Pemerintah Daerah agar menjadi perhatian penuh atas terselenggaranya kegiatan-kegiatan seperti ini. “Mudahan-mudahan Pemerintah Daerah dapat memberikan kontribusinya melalui bantuan baik dari segi material dan spiritual kepada umat Hindu,” tambah Ketua PHDI Kabupaten Poso.
Sementara Bupati Poso melalui Staf Ahlinya Drs Yoksan Lakukua mengatakan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan seperti ini, karena selain untuk mencari bakat maupun pencarian prestasi yang terbaik juga merupakan cerminan untuk kita dalam mengagungkan/memuji nama tuhan. “Ini merupakan motivasi dan keterpanggilan saudara-saudara dalam mengembangkan bagian dari misi pelayanan umat Hindu secara keseluruhan terdapat masyarakat dari berbagai kalangan umat beragama,” terangnya.
Untuk itu melalui kegiatan ini marilah kita bersama-sama membangun kehidupan ini dalam suasana keagamaan yang lebih erat. “Peliharalah Bumi Sintuwu Maroso menuju kehidupan yang lebih baik, melalui suasana yang aman, damai dan penuh persaudaraan antara satu dengan yang lainnya,” ajak Bupati Poso dalam sambutan pembukaan Utsawa Dharma Gita tingkat Kabupaten Poso yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Staf Ahli Drs Yoksan Lakukua, Minggu (21/11). /*octo

Senin, 08 November 2010

Diklat Prajabatan Golongan III Dimulakan di Poso



Kasiguncu, (Poso Pesisir) - Sebanyak 100 orang peserta CPNS dari berbagai instansi mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) prajabatan golongan III di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir.
Peserta diklat gelombang kedua bagi CPNS di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Poso terbagi dua angkatan yaitu angkatan III dan IV untuk mengikuti masa pelatihan kurang lebih selama tiga minggu di SKB.
Bupati Poso Drs Piet Inkiriwang MM yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Drs Amdjad Lawasa mengatakan, suatu keharusan bagi seorang CPNS untuk mengikuti diklat prajabatan ini untuk menapaki jenjang seseorang jika nantinya diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS). “Kepada saudara-saudara hendaknya bersyukur, karena dari sekian banyak orang yang ingin menjadi pegawai negeri hanya kalian yang terpilih,” saran Sekab Poso kepada para peserta diklat prajabatan.
Ditambahkan Sekab, agar kegiatan ini (diklat) lebih dimanfaatkan sebaik-baiknya dan disertai dengan rasa tanggungjawab yang tinggi sebagai seorang pengabdi bangsa dalam melaksanakan tugas secara profesional. “Seorang aparatur pemerintah selalu diarahkan pada peningkatan kualitas, bukan kuantitas belaka yang hanya berpenampilan PNS tetapi tidak mampu berbuat apa-apa,” singgung Sekab Amdjad Lawasa mengutip sambutan Bupati Poso saat membuka diklat prajabatan golongan III, gelombang II, angkatan III dan IV, di Gedung SKB Poso, Senin (8/9).
Masih dikatakannya, saat ini perlunya pembinaan kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan melalui konsekuen sumpah/janji bagi seorang pegawai negeri sipil, agar berbagai aturan serta ketentuan yang diatur bagi seorang PNS dapat dipatuhi sepenuhnya sebagaimana tugas dan tanggungjawabnya. “Kedepan jadilah seorang pegawai negeri sipil yang patuh, taat didalam bidang dan tugasnya masing-masing,” harap Sekab yang diakhir kegiatan (diklat) ditandai dengan penyematan tanda peserta prajabatan secara simbolis kepada dua orang peserta diklat. /*octo